Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Saturday, June 29, 2013 - , 0 komentar

HITAM-MASA LALU-PUISI SOSIAL

"HITAM"

Lengkung bumi bertudung bintang
Cahaya purnama bermain tanpa angin
Ikat aku,sekaplah daku
Pasung kedua kaki pengukur jalan ini !
Aku memang jaguar liar
Bermain di semak belukar

Tubuh ini sewarna hitam
Hitam wujud,hitam jalan
Menyatu dipekat malam
Kelam sudah separuh yang keruh
Masa lalu


BKL,29/06/13
Primanata Dian Isa
Thursday, June 27, 2013 - 0 komentar

Dari hati ke hati-Puisi-cinta



Puisi cinta
Dari hati ke hati

Kita bisa saja bertanya kepada angin
dari delapan titik penjuru
Tapi angin bisa saja menipu
isi setiap lembar melayangnya kabar
 

Kita bisa saja bertanya kepada malam
dari dua belas bulan dalam setahun
Tapi malam tak selalu penuh bintang
dan bayang-bayang itu muncul hilang
 

Kita bisa saja bertanya kepada waktu
dari setiap pacuan detiknya
Tapi waktu tak kan pernah berbicara
apakah masih ada cinta atau tidak
 

Kita bisa saja bertanya kepada hati
dari hati ke hati
Dan hati tak akan pernah bisa berdusta
jika rasa itu nyata
masih ada



Bengkulu,22/06/13
Primanata Dian Isa



Friday, June 21, 2013 - 0 komentar

Sajak-Keparat-Jika aku jadi pejabat

"KEPARAT"

Umak !...
aku mau jadi orang hebat
biar nanti jadi pejabat
dan punya banyak pangkat
agar semua duit rakyat
dapat ku embat
ku sikat
ku belikan rumah bertingkat
sawah ladang kolam bukit gunung semua yang bermanfaat....
karna jika nanti ku dijerat
tujuh turunan kita tak akan melarat
Umak....
anak mu memang keparat

Bengkulu,21/06/13
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Sajak sosial-DESA KOTA

Sajak sosial

"DUL TANYA DESA-KOTA"

Dul tanya dangau
dangau ada di desa
Dul tanya delman
delman juga di desa
Dul tanya becak
becak di desa
Dul tanya pedati
pedati banyak di desa

Dul tanya real estate
real estate ada di kota
Dul tanya BMW
bmw juga di kota
Dul tanya HARLEY
harley di kota
Dul tanya angkot
angkot banyak di kota

Dul tanya embun
embun mampir ke desa
Dul tanya telaga
telaga rumahnya di desa
Dul tanya asap
asap kentutnya kota
Dul tanya limbah
limbah makanannya

Bengkulu,June13'
Primanata Dian Isa
Thursday, June 20, 2013 - , , 0 komentar

FAJAR MENYINGSING DAN SENJA MERAH KESUMBA

"FAJAR MENYINGSING & SENJA MERAH KESUMBA"

Istriku...
perutmu tambah buncit
sudah sering sakit-sakit
kamu bilang dia suka nendang
dan kita sependapat jika kelak keluar
ia adalah lanang

Istriku...
jika teriaknya memecah subuh
sebelum atau sesudah adzan
kita tak perlu pening-pening
dia kan ku berinama
; "fajar menyingsing"

Betul...
memang itu cakrawala muda
hangat menyinari penjuru bumi
bahkan gunung tinggi pun ditembusnya
ia akan bertarung menyingkirkan para kabut
yang berselimut keserakahan

Kini kau bertanya..
jika tangisnya menyambut petang
dikala semua burung kembali kesarang
nama apa untuknya??

kuberi nama dia
; "senja merah kesumba"
dia akan bertarung melawan gelap
hingga tetes darah penghabisan

Bengkulu,20/06/2013
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Sajak Yang-sajak sosial-kuli-buruh-pekerja-gaji umk

SAJAK "YANG"

Yang membangunkan ku setiap fajar mengintip
yang : terimakasih ya...
yang aku sering ketawa sendiri
ketika kamu berkata "bangunlah" kerja
dan itu aku hitung lima belas kalian
tapi sama sekali tak mengusir setan
yang berdiri meninabobokan.
Yang sudah petang
akhirnya kamu pulang
aku sama sekali tak keluar
karena pasar sepi
pembeli lari ke mol yang jauh lebih bersih
padahal harga lebih tinggi
dipoles pajak bangunannya
bahkan ketika hari minggu
selalu saja kamu mengajakku ke mol
pasar bau dan becek
alasanmu diatas bebek.
Yang kamu hebat !
masuk cepat pulang tak pernah telat
gajimu adalah senyummu
kamu menyabar,dan manusia sadar
meski kerja lebih waktu
tapi bos bilang ; itu kewajiban
dan tak ada tambahan.
Yaah...
itulah sebabnya aku ngak keluar yang
aku sakit hati
karna aku dan kamu hanya kuli.
tapi mulai besok aku pergi
dan doakan aku cepat kembali
mungkin suasana akan sepi
dan kamu akan terus marah-marah sendiri
jika isi kulkas kosong di ujung bulan.
Tapi sudahlah...
aku juga mau kaya
dan pengen punya usaha
agar kita bisa terus-terusan ke mol
dan kita akan punya banyak sekali kuli
yang akan aku gaji
jauh lebih tinggi dari gaji kita saat ini..
Yang terimakasih
tehnya..

Bengkulu,20/06.2013
Primanata Dian Isa
Wednesday, June 19, 2013 - 0 komentar

Puisi Tujuh Petala Cinta

"TOEDJOEH PETALA TJINTA"

Setapak djalan tanah hoemoes...

Toedjoeh petala tjinta, jatoeh !
Bak boelir boelir boetir emboen
Di poetjoek hamparan riboean ilalang
Jang moeda,hidjaoe terbentang

Mercoesoear oedjoeng darmaga...

Menoenggoe boeritan kapal merapat
Namoen tepian laoet soeroet
Engkaoe,bagai karang tak bertiang
Rindoekan samoedera pasang

Poentjak boekit...

Toedjoeh petala tjinta,longsor !
Selaksa moentah iboe krakataoe
Membelah poelaoe soematra-djawa
Kekoeatannja dahsjat,begitoe njata

Kita manoesia...

Mentjari keselarasan hidoep
Berbagi terang kala asa redoep
Engkaoe poenggoek tanpa sajap
Meringkoek dalam gelap


Bencolen,june13'
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi ejaan45-Ajoe-ayu

"AJOE"

Lantai koe lihat djadi plapon,
plapon koe lihat djadi lantai
Semoeanja bagai akar djadi daoen,
daoen djadi akar...
: Djoengkir balik !

Akoepoen tiarap..
ketakoetan memoedjoekkan pandangankoe terhadap wadjah ajoe moe
Owh...
senjoemmoe memoekoel pipikoe !
Lebam biroelah boenga-boenga tjinta...
menjaingi indahnja lengkoeng warna pelangi
Di setiap soedoet...
: Parasmoe

Primanata Dian Isa
Tuesday, June 18, 2013 - 0 komentar

Puisi dengan ejaan IndonesiaBelanda-Puisi tentang masa penjajahan-Boemikoe soerga,boemikoe neraka

''BOEMIKOE SOERGA,BOEMIKOE NERAKA"

Sepasang mata biroe menatap,tadjam
Menerkam bahoe-bahoe hitam,legam
Koeli-koeli terdjoengkang ditendang
Terpanggang di rel-rel badja : panas melintang

Kala itoe boemikoe soerga...
Rempah-rempah toempah roeah
Kala itoe poela boemikoe neraka...
  : Terdjadjah !
Terkoecilkan dari moeka doenia

Padi-padi moelai mengoening
Boeroeng-boeroeng gelisah gerak geriknja
Dibentang permadani iboe pertiwikoe...
Para ''Rodi"  menahan lapar

 : Terkapar...
Ditoempoekan  djerami
Dibawah toedongan roentjing belati
Oedjoeng laras bedil boeas kompeni

Mereka pasrah tak berdaja
Dipaksa..bertelandjang dada...


Ilustrasi masa penjajahan
Bencolen,19/06/13
Primanata Dian Isa
- , 0 komentar

Sajak sosial-Orang-orang berak

"SADJAK ORANG-ORANG BERAK"

Orang-orang berak...
Melilit oesoesnja dipedjam mata
Seoesai menjantap makanan kalengan
Impor...

Orang-orang berak...
Diremas-remas lamboengnja menahan nafas
Keras keloear...
Karena gandum kedjoe dicampoer gengsi

Orang-orang berak...
Berlari dengan wadjah penoeh poetjat
Mendesah dalam djamban
Setelah noda koening di sela pantat tjelananja
Terlihat...

Lalat hidjaoe sebesar bidji kedelai berdiri
Diatas nasi,diatas gelas
Di bawah montjong hidoeng minoritas
Dan orang-orang berak beroelang-oelang berak
Dikepala boetjah-boetjah koeroes
Jang tak teroeroes...

Bengcolen,18/06/13
Primanata Dian Isa
- 1 komentar

Puisi tempo doeloe-Teriak terakhir

"TERIAK TERAKHIR"

Langkahkoe berat terdjeroemus loempoer hitam
mengedjar mu menemboes pekat malam
aku tertinggal jaoeh dari mimpi
namoen engkau tak perdoeli
boeang moeka meloedah...

Toeboehku jang penoeh noda kotoran
kian tenggelam ditelan kenjataan
aku semakin jaoeh tertinggal dari haloean
engkaoe jang tamak serakah...
menghapoes semua djedjak tanda peta

Kini toeboehmu berhamboeran kawan
darah di djantoengmu mewarnai langit
toelang beloelang poen tertjerai berai
hening ku dengar...
setelah seboeah letoesan menoetop lantang teriakmu
; "Randjaoe Darat.... !"

Ilustrasi pejuang45'
Bkl,18-06-13
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi cinta zaman perjuangan-Penembak Djitoe

"PENEMBAK DJITOE"

Ketika akoe mengarahkan boesoer panahkoe ke djantoengmoe...
Laloe akoe lepaskan bontoet anak panah itoe
Dengan tjepat engkaoe menangkapnja
Dan menantjapkannja di bangkoe kajoe moe

Akoe seriboe kali tak pertjaja
Dengan segenap djiwa jang penoeh sesal
Kembali akoe mengarahkan boesoer panahkoe ke moeka langit
Koe lepaskan anak panah dengan sekoeat tenaga

Sementara dirimoe baroe sadja mentjaboet anak panah jang tertantjap
Dan menikamkannja sendiri tepat di hatimoe
Tapi semoeanja soedah terlambat
Anak panah jang koe lepaskan ke langit itoe...
Tepat mengenai djidat bidadari djoewita

Bencoeloen,June13'
Primanata
Monday, June 17, 2013 - 0 komentar

Puisi tumbangnya orde baru-1998

"SERIBOE SEMBILAN RATOES SEMBILAN POELOEH DELAPAN"

Boenyi sirine itoe menoelikan kedoea telingakoe
Gelegarnja menjepak sjair-sjair megaphone para pemoeda
Dan matakoe pedih perih setengah boeta
Toeboehkoe basah koejoep berselimoet asap pemboebaran
Kotjar katjirlah mereka...
Diserboe hoejan peloeroe belakang tameng badja

Pemoeda pemoedi itoepoen toenggang langgang
Satoe persatoe jatoeh toembang
Bendera perdjoeangan masih berdiri
Mendjadi saksi mata tragedi
Trisakti..

PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi jadul-Boeloe-boeloe kedjam

"BOELOE-BOELOE KEDJAM"

Setelah akoe berkatja pada tjermin jang djernih
Ternjata akoe baroe menjadarinja
Bahwanja bibirkoe ini begitoe
Tebal...

Moekakoe londjong asam koesam
Rimboen diserang kedjam pasoekan boeloe-boeloe...
Hitam

Dan akoe pasrah dari todongan sendjata mereka
Djang memaksakoe oentoek
Mentjoekoernja..
Habis !


Bencolen,June13'
Primanata D.
- 2 komentar

Puisi dengan ejaan lama-Akoe koetoe-koetoe tanah

"AKOE KOETOE-KOETOE TANAH"

Rasanja hendak ku tindjoe bola doenia ini
Dengan toelang-toelang kepal tanganku

Agar petjahlah semua...
Letoesan gedjolak amarah di djiwa

Aku menginginkan...
Dirimoe terpelanting keloear djagad raja ini
Kan ku biarkan toeboehmu jang gemoelai itu
Remoek...hantjoer...loeluh lantak
Menghantam tadjam sikoet bintang

Tapi aku tak pernah bisa melakoekan hal itu
Aku hanja satu diantara berdjoeta manoesia
Jang bagai koetoe-koetoe di dasar tanah
Mendjamoeri peroet boemi..

Bencooelen,17/06/2013
Primanata Dian Isa
Sunday, June 16, 2013 - , 0 komentar

Puisi untuk sebuah kematian

"BAPAKNYA TELAH PERGI"

Bapaknya telah mati....
Ketika hujan panas siang tadi
Malaikat maut menjemput ajal
Tiada kita yang kekal

Ramai kerumunan

Bapaknya pergi...
Sudah naik kereta kencana illahi
Terbang tak terlihat
Masuk ke-liang lahat

Bunga bertaburan

Bapaknya telah ditanam...
Meninggalkan duka yang mendalam
Dia lunglai terluka
Tak sempat bertatap muka

Air mata bercucuran

Dia dihempas badai gurun
Bergumam dalam lamun
; "Bapak...Aku tak bisa pulang"


BENGKULU,JUNE13'.
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

PEMBODOHAN KAPITALISISME DI INDONESIA

Ternyata selama ini kita dibodohi oleh KAPITALIS tentang arti kata ANARKIS yang biasa dilontarkan media/sastra DINEGRI INI..
Dalam bukunya What is Communist Anarchist, pemikir anarkis Alexander Berkman menulis:
“ "Anarkisme bukan Bom, ketidakteraturan atau kekacauan. Bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang di antara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali kekehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia. Anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Anarkisme berarti bahwa anda harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudak anda, menjadi majikan anda, merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti bahwa anda harus bebas untuk melakukan apa yang anda mau, memiliki kesempatan untuk memilih jenis kehidupan yang anda mau serta hidup di dalamnya tanpa ada yang mengganggu, memiliki persamaan hak, serta hidup dalam perdamaian dan harmoni seperti saudara. Berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan, penindasan, serta menikmati kesempatan hidup bersama-sama dalam kesetaraan."

Dari berbagai selisih paham antar anarkis dalam mendefinisikan suatu ide kekerasan sebagai sebuah metode, kekerasan tetaplah bukan merupakan suatu ide eksklusif milik anarkisme, sehingga anarkisme tidak bisa dikonotasikan sebagai kekerasan, seperti makna tentang anarkisme yang banyak dikutip oleh berbagai media di Indonesia yang berarti sebagai sebuah aksi kekerasan. Karena bagaimanapun kekerasan merupakan suatu pola tingkah laku alamiah manusia yang bisa dilakukan oleh siapa saja dari kalangan apapun.
- 0 komentar

Definisi nilai mata uang

"Semakin rendah nilai sebuah mata uang itu,maka semakin mudah juga kita mendapatkannya,konsekuensinya adalah nominal yang besar semakin tidak berarti.Sebaliknya,semakin besar nilai sebuah mata uang itu,maka kita semakin sulit mendapatkanya.Sehingga sekecil apapun nominal yang kita miliki,menjadi sangat berarti".

@Primananata.D
- 0 komentar

BERCUMBU DARI JAUH

''BERCUMBU DARI JAUH"

Api cintamu merembet disumbu cumbu
menyala-nyala dikejar abu rindu
larinya antara cepat dan lambat
lalu meledak begitu hebat
Jelas saja gemuruh angin ricuh
iri melihat kita mandi peluh
karna kita memang tak dekat
dan tak telanjang bulat

Bencolen,June,13'
Primanata Dian Isa
Saturday, June 15, 2013 - 0 komentar

SAJAK ORANG-ORANG SAKIT JIWA

"SAJAK ORANG-ORANG SAKIT JIWA"

Kita jalak bukan gagak
Diatas keras situbuh badak
Aku dan kamu akan mematuk cula
Bukan menyantap bangkainya

Kita aktor bukan artis
Dengan ide kotor kritis
Panggung sandiwara kan tercipta
Drama orang-orang sakit jiwa

Berdua kita bersanding
Perankan lakon sinting
Dan mereka masih tak percaya
Jika kita memang sudah
Gila....

Bengkulu,June13'
Mata Naga
Friday, June 14, 2013 - , , , 0 komentar

Sajak sosial-Potret kotaku,bengkulu

Sajak ;Sosial-Pendidikan

"BONI BERTANGAN BUNTUNG"

Pada tembok tinggi
Yang bersolek kawat berduri
Berperhiasan pecahan beling-beling tajam
Membelakangi diri
Berdiri,
Dan diam !
Seribu bahasa

Boni bertangan buntung...
Bermain dengan ingus sahabat sebaya
Berlari mengejar bokong montok sekolah dasar
Yang para pendidiknya memang bukan tetangga
Dan suara gaduh mengeja kata itu...
Menjadi teman tak nampak muka

Boni bertangan buntung...
Bermain monopoli melempar dadu
Di muka bangunan berlipstik putih biru
Yang kepala sekolahnya memang bukan lurah
Dan para guru yang ramah
Melempar senyum di balik gundah

Boni bertangan buntung,

Dan enam sahabat sebaya
Melompat-lompat di atas empat puluh negara
Menggenggam uang monopoli
Menerka abjad
Di bawah gambar sangsaka merah putih

Seragam putih abu-abu membanjiri jalan
Para guru berlalu menutup kaca kendaraan
Gerbang itu memandang risih lorong gang
Yang beraroma amis kencing di tembok usang

Boni tangannya memang buntung
Dan sahabat sebaya berbaju bekas Korea
Buta aksara...
Di apit selangkangan berdaki
Tiga gedung tinggi

Bengkulu,potretpinggirankota,13'
Primanata Dian Isa
Thursday, June 13, 2013 - , 0 komentar

Puisi problema hidup

"MATI LANGKAH"

Gelisah
serba salah
konsentrasi pecah
wajah mengiba
berdoa meminta
agar lepas dari masalah
Tapi tiada daya
kaki tak mampu melangkah
gerak batasi usaha
bak  termakan buah

simalakama
susah menderita
stres setengah gila
berkeluh kesah
tak percaya upaya
setengah putus asa
situasi pasrah
mati langkah

Bengkulu,12/06/2013
Primanata.D
- 1 komentar

Sajak sosial-Mereka Dari Batu

Sajak : AKU BUKAN BATU

; Sebab aku ini bukan batu
yang tengelam dilempar ke-kolam
atau batu-batu tajam
bila kau tendang
ku kan diam

Batu itu mereka..
dibawah-bawah jalanan rusak
kaki pondasi gedung intelektual berdasi
atau prasasti yang bersujud pada monumen

Itu baru batu
mereka tanda tangan diatas batu
membeli berkubik-kubik batu
untuk menjernihkan air yang keruh

; Aku bertanya dan mengadu
tapi batu bermuka kaku
mematung diam membisu
dan aku dianggap
debu..

Sebab aku,
bukan batu


Bengkulu,June13'
Primanata Dian Isa
Wednesday, June 12, 2013 - 0 komentar

Sajak sosial-Lidah liar

Sajak ;

"LIDAH LIAR"

Serapah terapung
berenang melawan arus
hina menenggelamkan
air keruh ditelan
gelappun terkecap
pahit

Itu kata-kata mencincang perasaan
hati selaksa di rebus
diatas tungku ber-bara api
ditiup angin tunanetra
ingar bingar

Dimana air ?
dimana lumpur ?
tanah mulai gersang
langit kian terang
jilat surya panas
maki mengalir deras
anak manusia tak waras
hilang sadar
liar nganar
lidahnya beracun

Bengkulu,June13'
Primanata Dian Isa
Tuesday, June 11, 2013 - , 0 komentar

Puisi sosial-pejabat kampungan

"PEJABAT RINGAN TANGAN"

Pejabat memang orang hebat
Berwibawa mampu memimpin bangsa
Tak mau diatur,sukanya cuma ngatur
Lulusan sarjana,tingkahnya kayak teka

Ceritra pejabat yang naik pesawat
Ada aturan.eh malah telponan
Ditegur pramugari,eh malah emosi
Pak pejabat hilang kendali

Pak pejabat,emang orang kuat
Hati-hati dengan darah tinggi
Ringan tanganmu memukul wajah ayu
Kupikir kamu sudah tak tahu malu

Pejabat,kita semua bermartabat
Saling hormati agar disegani
Kau beri contoh,tingkah tak senonoh
Nampaklah jelas bahwa engkau bodoh

Pejabat main tampar
Surat kabar makin gempar
Pejabat harus belajar
Menjadi sosok sabar

Bengkulu,13'
Primanata D.
- , , 0 komentar

Puisi untuk kedua orang tua

"PUISI MALAM INI"

Senada gemericik rintik hujan,
Dihempas angin ke dedaunan
Selarik puisiku malam ini,
Terdengar sendu,getarkan kalbu

Langkah ini kian jauh penuh liku,ayah...
Hadiah apa ?,bahagia apa yang dapat kuberikan ?
Kawat berduri halang melintang didepan
Aku masih di medan pertempuran

Senja tenggelam,dan..
Sudahlah fajar menyingsing selama sewindu
Kejutan terindah apa yang dapat ku berikan untukmu ibu..
Hingga detik ini,
Aku masih berjalan tanpa sepatu

Yaa langit...yaa bumi
Yaa Illahi,engkaulah yang memiliki
Setapak jalan berbatu,kering,dan tandus
Aku bersimpuh haru meminta
Panjangkanlah usia
orangtua,
hamba..

Bengkulu,10/05.2013
Primanata Dian Isa

Monday, June 10, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Rindu berkarat

"'RINDU BERKARAT"

Apa yang difikirkannya tak dapat lagi kubaca
Hanya mimpi lama,binal tertawa
Diantara batang hidung,dan mata itu
Setangkup rindu terbang bak butiran debu

Aku melayang di ayunan roman
Kau rantai berkarat,
ku genggam erat...

Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi untuk sebuah pernikahan

"HIDUPLAH BERSAMAKU"

Cukuplah sarung dan mukena
Dua sejadah,tasbih kopiah
Hati keras kebal,mengijak krikil hidup
Kening mu nak ku kecup
Kita menikah...

Saat ini tiada harta benda
Angan terpancang ditanah lapang
Bukan pasrah,aku ber-upaya
Menangkap udara,menyimpannya disaku rencana
Dewiku antara bumi dan langit
Kilat digumpal awan pecah
Kita sah...

Bkl,June13'
Primanata Dian Isa
Saturday, June 8, 2013 - 0 komentar

Fabel-puisi lama-Tupai-Monyet-Harimau sumatera

Fabel ;

"DURIAN RANUM"

Tupai muda menyambut kedatangan fajar
Muncungnya menghirup udara sejuk menusuk
Kepalanya keluar dari kelapa tua yang sudah berlobang
Bukti kanuragan situpai nan sakti
Menyulap buah nyiur menjadi tempat tidur

Tupai gesit lincah meloncat
Meminum sari bunga pohon jambu bol
Ketika dahaganya lepas
Perutnya mulai keroncongan

Mata tupai sebesar kabau itu terperangah
Pohon durian dengan buahnya yang ranum begitu menggoda
Tapi para kera terlihat serius dalam rapat
Berdiskusi tentang jatah setiap kepala keluarga
Tupai duduk jenuh menunggu
Sementara harimau sumatra hamil muda

Angin datang sepintas kencang
Pohon durian besar serentak goyang
Buah durian ranum lepas tangkai
Kera teriak dengan mata melotot
; "Duriankuuuu....!"

Kera ribut carut marut
Rapat tak tuntas harapan kandas
Tupai air liurnya netes dari ketinggian
Jatuh dikepala harimau sumatra
Harimau sumatra tak perduli
Ngidamnya terkabuli...

.............................................................

Pesan yang dapat dipetik :
Berbagilah seadil-adilnya,jangan terlalu lama berfikir untuk sebuah jatah pembagian.
Karena hal tak terduga itu pasti ada.

Bengkulu,09/06/2013
Primanata Dian Isa
Friday, June 7, 2013 - , 0 komentar

SERIBU PUISI


Malam ini,
aku melihat seribu puisi mendayu
laksana serabut akar tercabut
segala gundah tercecer tumpah
setimbun risau runtuh dari puncak kebisuan

Di pacuan waktu
aku melihat segunung rupa problema
goresan tinta tebar menyemai
gita cinta layu lesu
bujuk rayu hujan peluru

Pujangga tanpa muka berselimut duka
bidadari bertopeng bergelut asmara
para burung gagak ganas bersajak
dewa dewi gambarkan sunyi
memetik dawai teramat piawai

Sekarang matahari lelap beristirahat
ku pahat aksara digelap pekat
bersanding diantara berjuta kepala
layar cahaya disetiap sudut bumi
untuk seribu puisi
ibu pertiwi

Bengkulu,08.06/13
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi cinta-Sang hawa


"Untuk Sang Hawa"

Deru air jatuh damaikan lara jiwa
Embunnya adalah cinta,membasuh luka
Aku tak perduli tentang mata telaga
Tentang asal muasal sianak jeram

Seperti arusnya...
Membentur cadas,rapuhkan bangkai kayu
Mengikis batu,kemudian berlalu
Tenang tinggalkan muka tebing

Itulah dirimu wahai sang hawa
Laksana curug dipusara rimba belantara
Damai bersamamu,
maka hiduplah bersamaku


Bengkulu,June13'
Primanata Dian Isa
Wednesday, June 5, 2013 - 0 komentar

Puisi lama aa-bb

Puisi lama AA-BB

"BERFIKIR TIDAK BERGUNA"

Antan patah,lesung hilang
Belanga retak ditindih parang
Ayam jantan tumpul taji
Aku ampas,didasar pati

Belalang daun patah kakinya
Tiada tenaga daya upaya
Angin menerpa sidaun serai
Hujan badai hidup merasai

Arang basah,puntung muda
Pucuk tebu kurang gula
Antah sembunyi diperiuk nasi
Abu berdebu dalam lemari

Pelanduk mengerang dalam kandang
Kurus kering tinggal tulang
Rumput seikat layu tua
Ya Allah tolonglah hamba

Bengkulu,05/06/2013
Primanata Dian Isa.
- , 0 komentar

Puisi renungan-Menampung rinai hujan


"MENAMPUNG RINAI HUJAN"

Bilamana ombak membenak-kan tubuhku
ku terguling buta di dasar samudera
dan Jemari ini meraih seutas tali
maka tali itu adalah kau

Manakala ku pijak dada sahara
fatamorgana keringkan dahagaku
aku terkulai di bibir telaga gurun
maka oase itu adalah dirimu

Aku hanyalah insan yang menaiki tangga angan-angan
behalusinasi bahwa dunia ini dapat ku beli
membusungkan dada,angkuh memanah kata
lupa diri bahwa hari terus berganti

Yaah..bertambah usia

Waktu memang tak mau menunggu
kita harus menepati janji
mememulai menampung rinai hujan
tuk wujudkan semua impian

Bengkulu,05/06/2013
Primanata Dian Isa
Tuesday, June 4, 2013 - 0 komentar

Sajak sosial-Penyair di awang-awang

Sajak ;
"UNTUK PENYAIR DI AWANG-AWANG"

Sajakku di punggung tudung lampu
cahaya kuning tua menjamahnya
berkarya merupakan bagian hidup
antara terang dan gelap
kata yang kelu ku ungkap

Karya tidak akan kehilangan makna !
Itu seperti batu dan pori-porinya
yang hilang adalah keberanian individu
tenggelam disapu gelombang derita
Kita yang terlahir dan yang tertakdir..
Menjadi manusia..
; maka manusiawi-kanlah diri sendiri dan manusia lainnya

Wahai para penyair awang-awang
makilah diri bila telanjang
atas semua kata yang ku gurat di semua palang
ku tak perduli bila kau buang
aku menunggu kritikmu !
katakanlah..; mengapa ?,
dan salah pasti terselip didada kita

Kita mencari pembenaran dari setiap kata
hanya dibaca,tanpa diterapkan
karenanya ku katakan padamu..
; "Jangan terlahir sebagai munafik....!"

Teruntuk penyair awang-awang
Inilah sajak dari pembuat sajak
Tuangkanlah,tumpahkanlah,hamburkanlah
Sebuah tulisan yang menembus kalbu kehidupan...
Negara ini sudah terlalu banyak persoalan...
Bahasa hatimu,Kalimat jiwamu...
Keduanya merupakan penyejuk tumpah darahmu sendiri...
Dan kita tidak hanya diam dalam mati suri

Untuk sebuah karya,
pada dunia maya..

Konsep : Jumadi Gharib Al-Ghalwasy
Penyulap : Mata Naga

Bengkulu,june13'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak pemalas-Sepuluh dan Dua belas

"SEPULUH DAN DUA BELAS"

Angka sepuluh membangunkanku
lesu merangkak dari tipisnya tilam
Guling terbaring menasehati
; "sini" tidurlagi sayang...

Darahku,tubuhku lemas
uap mulutku lepas bebas
Bulu berbaris tipis mengemis
; "hanya satu jam saja"

"Gletak !"
hayal di bumbungan atap rumah
angin sebagai jubah
aku terbang,aku melayang
senang..

Angka dua belas menusuk mata
Hilang rencana tinggal peristiwa
Lalu gumam diri..
; Mau jadi apa aku ini ?
Esok terulang lagi...

Bengkulu,Juni13'
Primanata Dian Isa
Monday, June 3, 2013 - 0 komentar

Sajak sosial-Harga kepercayaan-PAKU TANPA PALU

"PAKU TANPA PALU"

Kaku...

Jasadku kaku jual diri tak laku,
muka srigala dipandang berbahaya
Gerak gerikku kaku,
dikau tak percaya padaku...

Mata menilai harga wibawa,
asli atau palsu samar
Tebak terka psikologi jiwa,
semua belum pasti benar
Batang hidungmu kutatap,
kepercayaan kuharap....

Biji-bijian bermain di humus,
Dibelai sabar sinar fajar
Aku kan menyeruak gumpal tanah
Menjadi hijau...
Bersanding dibawah kaki langit biru

Ujung daun itu adalah sisa benih...
Bukti kelak ku tumbuh
Ku masih kaku..
Dan semua ini bagai paku tanpa palu

Bengkulu,03/06/13'
Primanata Dian Isa
Sunday, June 2, 2013 - 0 komentar

Pantun Aa-Aa

Pantun AA-AA

Gunung salak diukur jari
Mengalir santun pada puisi
Senandung sajak menghibur hati
Syair dan pantun tersusun rapi

Aduhai dua bahu kuat legam
Wajah lelah payah kusam
Hai-hai muda semagat tak padam
Cinta negara karya tertanam


Bengkulu,June13'
Primanata DiaN Isa
- 0 komentar

Pantun Ab-Ab

Pantun AB-AB

Sepak sepak dengkul sakit

Benang peniti di alas tampi
Gelak tawa merangkul langit
Senang hati nampak di pipi

Lidi melengkung dipijak burung
Lepas berdendang murai batu
Kaki tersandung hatipun bingung
Membalas pantun ramai mendayu


Bengkulu,June 13'
Primanata Dian Isa.
- , 0 komentar

Puisi cinta-Kerang dan karang


"KERANG DAN KARANG"

Seribu raja gundah diqolbu
Dua kali lipatnya selir merayu pilu
Wahai penasehat batin !
Lidi jiwa ini terpilin

Satu bakau menantang ombak
Biduk tua hampir retak
Lari kemana ?, sembunyi dimana ?
Sedang aku di genggam samudera

Cinta itu laksana kerang
Dihempas ombak ke-karang
Asin pekat...
Kerang kian kuat melekat

Dan kita laksana karang
Tubi menubi badai gelombang menyerang
Kita tak bodoh...
Oleh sebab itu kita kokoh

Wahai pemilik hati pembuka mimpi...!
Daratan belum tenggelam
Risauku menghujam

Bengkulu,02/06/2013
Primanata Dian Isa

Followers

Ikuti saya di Google +