Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Saturday, September 21, 2013 - 0 komentar

Sajak sosial-kaya harta kaya hati

Kayalah cukong sekalian !
Tak hanya materi
Tapi juga hati

Jayalah pemeran di ranah pemerintahan
Jangan sekedar pangkat
Namun bukti hendak nyata terlihat

Dan kami laksana daun
diterpa hujan angin
Di luar istana
yang kedap suara

@Primanata
- 0 komentar

Sajak sosial-Moral

Diantara dian yang membanjiri malam
Ada gundah basah gelisah
Aku telanjang dada
Amuk meronta di tengah parahnya
Moralitas

Batam,14.09.1
- 0 komentar

Puisi rindu-sekilas kau lewat

Musim lalu ku tumpuk rindu
Bertalu talu dalam mimpi
Aku di hamparan bunga-bunga ungu
Sekilas wajahmu pergi

Ini di musim yang lain
Siapa sangka kenari kembali singgah
Pada ranting-ranting rapuh hayalan
Ku cabut tunggul kisah
Kita...

@Primanata
- 0 komentar

Puisi rindu-rindu di ujung senja

Aku berkata rindu seribu kali
Tapi semua tak kan terbayar
Aku memimpikanmu setiap tidur
Tapi ku rasa belum puas

Senja turun
Ku hanyut dalam lamun
Di hamparan pasir putih
Ku tanam satu janji 

tanpa bukti

@Primanata
- 0 komentar

Sajak sosial-Memakai dan dipakai

Bagaimana bisa ku terka ?
tentang gedung yang kan berdiri
soal hektaran tanah merah
Bagaimana bisa ku tebak ?
pabrik produksi dan ribuan buruh
serta asal muasal material

Yah..kita memang tak selihai mereka
kita hanya memakai
dan dipakai

@primanata
- , 0 komentar

Puisi renungan-Bagi kaum yang berfikir

Bertanyalah aku,
pada sekelebat kilat di puncak pinus
Mengusung nyali,
ditegur maha guntur
Jelas kudengar,
kulihat kasat amuk badai
Sebab ber-ulah,
tingkah manusia membuatNya murka
Mungkin aku sama,
insan yang lupa

@Primanata
- 0 komentar

Kata-kata bijak-Keuntungan dari setelah rugi

Untung dari kerugian itu adalah pembelajaran menuju sukses.

@primanata
- 0 komentar

Kata-kata bijak-berbagi pintu rezeki

Padahal banyak pintu,
dilorong jalan buntu
Mungkin karena gelap,
hidup seakan pengap

Ubah haluan kemudi hati
Berbagi membuka pintu rejeki

@primanata
- , 0 komentar

Sajak sosial-busana wanita

"MULUS"

Mungkin masih ada harapan
jika setelah ada noda luka
atau parises menampakkan dirinya
paha mulus halusmu kan kau tutupi

Semua tabu,

tiada lagi malus
singkatnya nafsu 
sesingkat balutan kain ketat
di atas betis bulat
mungkin untuk di pertontonkan
Atau sekedar tonjolkan keindahan

Ya betina...
tawarkan kami


Batam,20/09/13

PRIMANATA DIAN ISA
- , 0 komentar

Puisi singkat-Pemandangan selat malaka

Bulan berwajah kuning langsat 
memanah lamunnya pada teluk-teluk tenang semenanjung malaka.
Hamparan bakau,
dan karang samudera,
seakan betah bersandar dibelai mesra sang bayu.
Sepertinya malam ini mega-mega sudah salah tingkah...
Sebab purnama begitu menggoda


Batam,22-09-2013

Primanata Dian Isa
- , , 0 komentar

Sajak di pemerintahan

"PEMBUNUHAN KARAKTER"

Bagaimana aku bisa menelanjangimu?
Sedang di kiri kananmu binatang buas
Bagaimana aku bisa mencabik-cabik manis mulutmu?
Sementara mata-matamu mengantongi butiran timah
Aku diam di balik tirai emosi
Memilih bicara atau
mati !

@primanata
Friday, September 6, 2013 - 0 komentar

Puisi untuk kota Batam:Tak Berubah

"TAK BERUBAH"

Batu besar dari langit
Aku datang...

Itu deru mesin di rinai hujan
Di bawah muka langit yang penuh sesal
Wajahnya murung,

mendung...
Bertarunglah anak burung gereja di negri ini

Itu tiada cerah
Entah kemana sembunyi langit biru
Di kepala mereka kacau balau
Dua tiga kalinya harus kembali merantau

Itu simata sipit atau sihidung bengkok
Siperut buncit atau nyonya ber-rok
Yang menjadi raja
Lalu aku ini sekedar penguntit kecil

Itu Nagoya atau Jodoh
Sarang kumpul kebo
Tiada berubah dikau nona
Aku di Batam
Hindari kelam

Batam,o6/09.2013
Primanata Dian Isa

Followers

Ikuti saya di Google +