Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Monday, October 19, 2015 - 0 komentar

Pertunjukan

Ada benarnya ; jika sebuah pertunjukan mewah itu tidak menjanjikan sebuah kesenangan atau kebahagiaan penontonnya.
- , 0 komentar

Sepenggal Celoteh Puisi


...sedang aku tersia-sia?
: Apa aku tiada menawan setelah kau goreskan?,
Sudahlah tak pula ku hiraukan itu,
sebab aku darimu adalah pelampiasan
Aku laksana bara di tungku,
setelah kau berdiang,
aku menjadi abu.

Jambi,20/10/15
@Primanata Dianisa
Sunday, October 18, 2015 - 0 komentar

Abu-abu

Sajak : Abu-abu
Biniku oi biniku
Dikau molek montok ayu biniku
Dikau nyit nyit pitaloka kesepuluh
Putri bidadari langit ketujuh
Yang patah sayapnya lalu jatuh
Tepat menghujam di ha ti ku
Biniku o biniku
Dikau pemalu diam bisu
Suka mengorek-ngorek yang ada di tubuhku
Rahasia,tai telinga bahkan jerawat di jidatku
Kamu korek abis-abisan sambil menggerutu
Loh aku cuek aja bilang ; sak karep mu
Biniku oi biniku
Ojo ngumpet-ngumpet koyo kecoa gitu
Tak lindes pake sendal jepit baru tau
Artis itu jagone selingkuh
Loh dirimu itu sopo??
Biniku to ??
Biniku o biniku
Hayo kita cumbu cumbu di balik batu
Seperti telenovela berjudul alasan palsu
Atau pejabat koruptor yang ngeles dituduh
Maling duit rakyat dari proyek abu-abu
Dan berkata ; "rejeki ku"
Sambil nyegir tanpa malu
Biniku o biniku...
Mana kopiku!
Bengkulu,18/10/13
Primanata D.
- , 0 komentar

Sajak Tenaga kerja Wanita

"SAJAK TKW"
Sekepulan asap mencumbui muka lonjong
Tuminah dituduh garong
Hancor minah,minah di fitnah
Hatinya meletus banjir nanah
Minah minta tolong pada tuhan
Tuhan bilang itu ujian
Minah minta tolong pada duta besar
Duta besar bilang sabar
Minah memohon pada langit dan bumi
Sambar aku petir berapi !!
Kalut bergelut
Lemas di sendi sikut lutut
Luka dihati dapat diobati
Noda di wajah hitam putih
Bengkulu,15/10/13
Primanata D
Wednesday, October 14, 2015 - 0 komentar

Ketika Einstein mencari Tuhan

EINSTEIN MENCARI TUHAN
Sebuah peluru dimasukan ke dalam pistol,kemudian peluru tersebut dihantam pegas,karena energi yang dihasilkan kedua benda itu lumayan besar tapi masih bisa diukur,maka peluru meluncur melebihi kecepatan suara dan cahaya.Sangking kecepatnya peluru tersebut hampir tidak terlihat dari mata telanjang,bahkan tidak sama sekali terlihat.kemudian jatuh..Nah baru terlihat kalo bentuknya bulat apa lonjong kan??..

Kita sebut ini Objek yang berwujud memiliki masa,kelenturan
Peluru = 1
Pegas = 2
1+2=3
kemudian kita sebut ini ENERGI dari rumus
3 = kecepatan
4=jarak


3+4+1 = 5
3+4+1= 6
3+4+1=7


Yang ini kita sebut hasil yang terjadi dari gelombang kekuatan energi
5=suara
6=cahaya
7=angin


8 adalah Panca indra


5+8=9
6+8=9
7+8=9


9 Kita sebut ini yang dirasakan Panca Indra (tidak dapat dibuktikan wujudnya,tapi keberadaanya ada)

Dan 0 itu didefinisikan nihil,tak terlihat,tapi dia sangat-sangat dibutuhkan keberadaanya,saya sebut itu Tuhan,-_- ateis sebut itu NOL.


0 akan diakui kebenaranya ketika "suara bertemu suara" 5-5 = 0 atau semua hasil penjumlahan/pengurangan/pembagian itu dikalikan 0.Nah pada saat itulah kita mengakui keberadaan NOL itu benar-benar ada...(Saya sebut 5-5 ini ajal/kiamat/kematian)
Einstein mencari Tuhan dengan kejeniusannya,dia mencoba menunjukan kepada Dunia bagaimana cara untuk dapat bertemu Tuhan dengan mengganti 1=Atom tapi pada setiap penjumlahan pada rumus fisikanya Eistein tidak pernah menganggap NOL itu ada,hmm padahal LOGIKA selalu menggunakan NOL untuk mendapatkan hasil penjumlahan yang dianggap tidak mungkin/diluar LOGIKA.Atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata sama .?? apakah 0 itu ada??,lalu untuk apa ada 0 jika ada 123456789??

Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Dalam pidatonya pada peringatan Einstein, fisikawan nuklir, Robert Oppenheimer, meringkas kesan pribadinya tentang Einstein: "Dia hampir seluruhnya tanpa kecanggihan dan sepenuhnya tanpa keduniawian ... Selalu ada bersamanya kemurnian indah sekaligus kekanak-kanakan dan keras kepala mendalam."
0 itu kosong,nihil tidak ada,tapi tanpa 0 sudah pasti bilangan 123456789 tidak akan pernah ada juga sampai sekarang ..Jadi kesimpulannya Tuhan itu benar-benar ada ya Prof..grin emotikon
Lalu apakah  1 + 1 = 1
2 = 1

a = 1
b = 1
a = b
a2 = b2
a2 - b2 = 0
(a-b)(a+b) = 0
(a-b)(a+b)/(a-b) = 0/(a-b)
1(a+b) = 0
(a+b) = 0
1 + 1 = 0
2 = 0
1 = 0
1 + 1 = 1

Why ??...coz u make a Zero (0)


Monday, October 12, 2015 - , 0 komentar

Puisi sosial - Guru Tarno

"Guru Tarno"

No..
Sembilan bulan lagi kamu keluar nak
dari sekolah merah putih samping bengkel motor bapak 
yang gurunya rajin nitip catatan sama ketua kelasmu
lalu pergi entah kemana ujar satpam ragu

No...
Obeng ceper kok g ada ya?
kunci lapan sembilan serasa lupa naronya
tapi sudahlah tak apa nak
besok bapak beli peti biar bisa dikunci
jadi alat bapak g ilang lagi

No...
Barusan bapak nonton tipi nak
kata suara yang keluar itu tarno
anak sd yang maling motor buat bisa ikutan balap liar
loh jadi gurumu kemana no?
loh jadi obeng ceper sama kunci sembilan sepuluh sama kamu to!
itu barang bukti masuk tipi no

No...
Keluar penjara mau jadi apa kamu nak?
No..no..
gurumu kemana no...??!

12/10/2013
@primanata
- 0 komentar

Puisi hari sumpah pemuda - Gerimis Oktober

"Gerimis Oktober"
Air mata itu gerimis,
ia menangis sejak senja kehilangan jingga
Siluet itu awan kelabu,
ia berteriak,dan teriaknya adalah gemuruh guruh
Ciumlah tanah sekarat di bumi ini wahai hujan,
dari matamu yang merah di langit
Dan dari setiap butir air mata itu,
adalah berkah yang tak pernah ku duga
Air mata oktober menghapus debu,
tumbuhkan seribu jenis rumput
Seribu rupa perdu liar,
serta ribuan ilalang kan tinggi menjulang
Memang... tapi kurasa beda,
sebab aku kehilangan sawah
kebun tebu,dan semua palawija,
Bahkan emas harta simpanan ibu pertiwi
Menangislah oktober...
kita kenang kisah usang para pemuda dengan sumpahnya
Yang berjanji bertanah air satu,
tanah air indonesia
12 Oktober 2013
Oleh : Primanata D.
Friday, October 9, 2015 - , , , 0 komentar

Puisi untuk Jambi

Jambi pada Oktober2015
Kami adalah perisai di langit Jambi
Menolak burung-burung raksasa menyentuh bumi Batanghari
Kami adalah ibunya Kelambu 
Yang diakui oleh api dan abu
Kami terperangkap dan terjebak
Tersesat diantara nafas manusia yang sesak
Kami adalah korban pemerkosaan
Dari mereka penguasa lahan
Kami kabarkan mereka yang bebal
Dengan muka yang makin tebal
Entah apa mereka sudah buta?
Menilai bumi tua masih balita ?
Kami kunjungi langit ketujuh
Memohon agar rintik air jatuh
Dan kepada angin musim kedua kami berpinta
Jauhkanlah Jambi dari air mata
Wahai Kumolonimbus !
Murkalah di tubuh kami yang menghangus !
Jambi.08/10/2015
@Primanata D.
Monday, October 5, 2015 - , , , 0 komentar

Puisi di musim kemarau 2015

LUMUT DALAM GENTONG
"Kapan kami dikeluarkan ?"
"Disini begitu panas"
"Ini seperti di Alcatraz tuan"
"Kapan kami dapat bebas ?"
"Disini begitu hampa"
"Ini adalah Bangker anti rudal tuan"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Bayolan para kodok"
"Hentakan kaki hujan"
"Cekikikan daun dan ranting"
"Gelak angin"
"Riuh guntur"
"Dan kilat yang sibuk memotret-motret bumi"
"Kapan tuan ?"
"Kapan?"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Sawah tergenang,sungai meluap"
"Jalan menyungai,sungai menyeringai"
"Dan kalimat dari tuan" :
"BOR..."
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Ilalang menari,bunga liar bersemi"
"Belukar dan burung-burung bernyanyi"
"Hujan kalahkan api"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Tinggi air di waduk meningkat"
"Pintu air dibuka"
"Atau"
"Eksploitasi batu dan pasir"
"Penebangan hutan lindung"
"Kapan kami dapat dengar lagi..."
"Desing jetpump dan kejaran buih"
Bengkulu,06/10/15
@Primanata D.
- 0 komentar

Apakah jati diri itu ?

JATI DIRI.
Takdir yang diberikan pencipta
Cita-cita, mimpi ketika bayi
Perangai sebenar-benarnya perangai
Ciri asli tanpa jiplakan
Busuk bisa busuk
Wangi bisa wangi
Busuk ke wangi bisa jadi
Wangi ke busuk tersesat di lokalisasi
Bisa jadi
Takut adalah pesan
Berani timbul tanya :
"Siapa aku?"...cari !
Bengkulu,06/10/15
Primanata Dianisa
Thursday, October 1, 2015 - , , , , 0 komentar

POTRET JODOH

POTRET JODOH
Ibu pulanglah..
Anakmu tiada yang jaga
Ia sendiri di kamar itu
Lelap dengan mimpi jadi lelaki sejati
Ibu pulanglah
Waktu nak subuh pula
Bukan hangat yang kan membalut
Namun dingin makin menggulut
Ibu pulanglah bu..
Sebelum tabuh berbunyi
Tubuhmu tutupi

BATAM,20/09/2015
Primanata Dianisa
- , , 0 komentar

Puisi Religi Rekaman Akhir

REKAMAN AKHIR
Jika kelak tiba masanya di kejadian
Di sekeliling kita kan berselimut kengerian
Maka jangan kita mundur kawan
Mari kita lepas semua geram yang tertawan
Tuhan pasti sudah merekam
Ketika di kegelapan kita pernah ditikam
Yah benarmu dulu yang ditenggelamkan
Hak-hak yang dirampas oleh ketamakan
Segala tipu daya kala kau tak berdaya
Semua yang sudah menganiaya
Tuhan pasti sudah merekam
Ketika di kegelapan kita pernah ditikam
Jika kelak tiba masanya di kejadian
Kau tak akan sendirian
Ada aku kawan...
Maka jangan kau mundur walau sekilan
Sebab Tuhan sudah merekam
Segala dosa yang lama mendekam
Bengkulu,01/10/2015
@Primanata D.

Followers

Ikuti saya di Google +