Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Friday, November 30, 2012 - 0 komentar

Puisi sosial-Laknat penghianat


"LAKNAT PENGHIANAT "

Bajingan tengil aku ludahi
Si mata juling pendusta pula
Mulut mu manis...
Buntut mu pahit...

Pecundang mulut besar aku maki
Si jago goda dongeng cerita
Awal mu mulus...
Ujung menghunus...

Binatang jalang tak tau diri
Si kucing penjilat jempol kaki
Rayu mu tulus...
Akal mu bulus...

Aku buang muka memungut kecewa
Amarah di dada meronta-ronta
Makian ku tak berbunyi
Hanya cuap-cuap dalam hati

Bajingan tengil ku ludahi
Pecundang mulut besar ku maki
Binatang jalang tak tau diri
Makian ku berbunyi
; "Kaulah pendusta,kaulah penghianat"

Jangan berkilah
Akuilah...


Banjarmasin,30/11/12
PRIMANATA.D
Thursday, November 29, 2012 - , 0 komentar

Puisi cinta-Ragu di jenjang waktu


"RAGU DI JENJANG WAKTU"

Kejora di ambang fajar
Sendiri tanpa sisa bulan
Dan aku adalah jenjang waktu
Enggan berjalan menantikan jawaban

Bumi dan rotarinya masih berputar
Malam siang masih ku nikmati
Dan aku umpama Gravitasi
Tanpa mu ku tak mampu berdiri

Pluto masih mengedip-edipkan matanya
Jupiter merubah warna merah menjadi biru
Kini aku terpagut oleh rasa
Namun ada satu tanya untuk mu

Aku menunggu meteor dengan ekornya yang menyala
Agar aku dapat berdoa dan berpinta
Kau bagai hamparan bintang yang menemani
Adakah kau menyimpan rasa di hati..??

Kala lepas senja hingga subuh tiba
Aku masih terjaga dalam dingin angin utara
Kau yang bersinar menemaniku
Tak ku temukan jawaban dalam setiap tunggu

; "Adakah kau akui kehadiran ku di hatimu..?"

Aku bagai jenjang waktu
Antara rangkak sinar fajar mengusir kerlip kejora
Aku ragu...
Aku berdoa dan berpinta
Agar tak menjadi sia-sia



Di request oleh ; Bidadari Alizandria
BANJARMASIN,29/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Balada-pak tua dari negeri rawa

“PAK TUA DARI NEGERI RAWA”

Matanya lembut seperti mata balita
Bibirnya manis semanis kenangan lama
Pinggiran sungai martapura
Banjarmasin negeri rawa
Pak tua melepas tawa

Buku lisan memaparkan kejadian
Mengajak ku kembali ke tahun empat puluhan
Tanah kelahiran di tinggalkan
Mencari masa depan di perantauan

Pak tua dari negeri rawa
Memandang Borneo dari mega-mega
Dahulu hijau rimba
Kini kuning terlihat tanah

Pak tua telah kembali
Pada usia senja yang tak muda lagi
Lima puluh tahun tiang-tiang rumah menanti

Di pandanginya setiap sisi
Matanya lembut seperti mata balita
Bibirnya manis semanis kenangan lama
Pingggiran sungai martapura
Sebelum gudang lima
Pak tua mengenang kisah


My father,good father
BANJARMASIN,30/11/12
PRIMANATA.D
Tuesday, November 27, 2012 - 2 komentar

Puisi cinta-untuk kekasih yang cemburu buta


"UNTUK KAU PAHAMI"

Jika aku bisa,kan kubelah awan hitam agar langit biru
Jika aku bisa,kuhentikan hujan deras menghujam bumi
Jika aku bisa,kupadamkan puting beliung menggila
Jika aku bisa,kan ku edam suara petir di malam dan sunyinya

Selalu saja ada kata menikam hati
Selalu saja cemburu menyalakan api
Ku tak tahu apa yang terjadi
Ini diriku,hanya milikmu kasih

Jika aku mampu,kusegarkan kusam yang ada
Jika aku mampu,kujernihkan segelas air yang keruh
Jika aku mampu,kutuliskan sejuta kata maaf untukmu
Jika aku mampu,kuingin kembali ke masa itu

Selalu saja sadar membawa nafsu untuk bertengkar
Selalu saja kesetiaan yang kau pertanyakan
Ku tak tau apa kau mengerti
Ini jiwa ragaku,hanya untukmu kasih

Jika ada secerca harapan
Ku rindukan kasih dan pelukan
Jika ada secuil kepercayaan
Ku ingin cinta kita dipersatukan

Ku ingin kau pahami...
Ini cintaku,
hanya untukmu



Di request oleh ; Sukma Cahaya
SIDOARJO,27/11/12
PRIMANATA.D
Monday, November 26, 2012 - 0 komentar

Syair-Edelweiss

"Edelweiss"

Tersimpan penasaran di hati
Saat ku tahu nama mu
Lama ku kenal dirimu

Namun tak pernah bertemu
Untuk menyentuh
Membelai mu

Tlah ku coba untuk mendaki
Kejamnya belantara kaki mu
Menguji sabar dihati
Dihalang akar dan duri
Dalam menemukan wajah mu

Mengikuti jalan bebatuan
Arungi rimba raya mencengkam jiwa
Melintasi sungai jernih di lembah sunyi
Meniti jurang-jurang terjal di lereng mu

Di pembaringan ku
Dalam hangatnya kantung tidurku
Ku hayal indah
Belai mesra menyentuh mu

Hingga sang fajar meraba
Menerobos celah tenda hingga ku terjaga
Tlah terhampar indah
Disinggah embun edelweiss

"Edelweiss"



DEPOK,20/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Di Galang-Batam

"DI GALANG - BATAM"


Telah ku seberangi laut jawa
untuk melupakan tikaman cinta mu
ku lalui selat dan pulau
coba hindari racun rayu membusuk pilu

Aku terluka
perihnya luar biasa
nasi ku rasa duri
air ku rasa api
waktu pun lamban berganti

Sakti sangat tipu muslihat mu
licik cerdik kau mainkan peran
bak telenovela cerita yang kau cipta
menyayat perih menikam dada

Dalam kesendirian
ku akui...
mengalir butir air mata mengingat masa itu
ku takut kau merasakan hal yang sama
pada akhirnya nanti

Disini di sisi sungai jernih yang membelah Galang dan Batam
aku dan bayangku menghela nafas relakan dirimu
Barelang pun setia menemani bersama sepoi angin tenggara
hatiku pilu
terasa nyilu...

Dan ku tahu kau memanggilku dalam rintih mu




BATAM,12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Oase padang gurun


"OASE PADANG GURUN"


Cinta itu adalah sebuah Oase
di padang gurun tandus..
juga bagai rembesan air
dari telaga di lereng-lereng gunung
diantara rimba belantaranya..

Cinta seperti terpal biru
pemilik warung kaki lima
yang menyelamatkan mu
ketika hujan deras menghalangi perjalananmu..

Ia bukan setangkai bunga mawar
yang ketika semakin keras kau gengam
semakin perih
dan luka yang kau rasa..

Ia juga bukan kelopak bunga
yang semakin lemah
semakin runtuh berjatuhan
serta melayang berhamburan di tiup angin..

Tapi cinta tak akan banyak bicara..
Ia akan menunjukan
tentang apa yang kurang
dan lemah dari dirimu..

Ia akan membuatmu tersenyum
memberi mu harapan
ia akan mengajarimu hikmah dan makna
arti dari semua sisi kehidupan...

Cinta itu Oase,
diantara padang gurun tandus....

BATAM 12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi rindu-Tegur ufuk timur


"Tegur Ufuk Timur"
 
Merabalah sinar sang surya dengan hangatnya
Merangkak perlahan memberi warna biru langit cakrawala
Mangembunlah sisa-sisa selimut mimpi dengan dinginnya
Menjadi butir-butir air di ujung daun bagai sebutir mata berlian yang berkilauan

Aku terpaku berjemur rindu...

Ku lempar Pandang pada kapas-kapas putih raksasa pagi,
yang melayang tenang menantang tajam sorot mataku.
Kudengar ramai kicau burung bercengkrama senang,
membahas cerita bahwa dunia kembali muda.

Aku terpaku berjemur rindu...

Ku tampar kenangan lama tentang dirimu,
yang kembali menggoda hati melalui hangatnya belai mentari
Ku sandar tubuh pada semangat baru yang berpijar,
Mengajak ku,merangkul ku,tuk bangkit dari keterpurukan.

Aku terpaku berjemur rindu...
dalam teguran sang surya diufuk timur


DEPOK,12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Mega cinta


"MEGA CINTA"

Sejauh mata memandang
kau tak akan dapat melihat ujungnya
secangih-canggihnya alat ukur yang kau bawa
kau tak akan bisa menghitung besar dan luasnya
sekuat-kuatnya tenaga manusia yang ada
tak kan pula mampu mengalahkan hebatnya

Dapatkah kau bayangkan itu...?
demikian perumpamaan dari meganya cinta yang ku miliki untukmu

Berkali-kali ombak menghempas riaknya ke tubuh kokoh karang
tak jenuh-jenuh buih putih menghampiri pasir yang menanti
dan arak-arakan awan yang setia iringi arah angin itu

Adakah kau pahami maksud ku...?
Seperti itulah kasih ku yang tak pernah lelah untuk mencintai mu.

Laksana Embun di pagi buta
yang memberi basah di dahan yang patah
Jangan tanya mengapa
karena kaulah segalanya

Ada jingga di ujung samudera
bak taburan emas dari pancar sang surya
bukan fitnah kanda berkata
Jika dinda pelupuk jiwa

Cinta ku pada mu tak besar,
tapi mega


Batam,12'
PRIMANATA.D
- , , 1 komentar

Puisi tentang kota bandung-Lorong waktu


"LORONG WAKTU"

Menyusuri setapak jalan di kota mu
diantara keramaian kota namun hening di telinga ku
ada satu yang tak pernah akan ku lupa
kau datang padaku saat gerimis dengan setangkai payung cinta

Menyusuri sepanjang jalan di kota mu
neon Box,spanduk,billboard raksasa bisu tak bersuara
ada kata yang selalu ter-ngiang
erat peluk mu pada kecepatan 99Km/Jam
dan kau bisikan
; "Aku akan mati bersama mu"

Menyusuri ladang Strawbery di kota mu
sungai,Villa,dan Strawbery merah menyapa ramah
ada tingkah yang hingga saat ini buat ku tertawa sendiri
ketika berbagi rata buah diantara bibir kita

Menyusuri malam dengan dinginnya di kota mu
temaram lampu kota seakan mengintip dan bertanya dalam hatinya
mengapa kau kembali ke jalan ini ?
dimana senyum,canda,tawa,yang kau miliki dulu ?

; "Kini kau sendiri"......

DEPOK,10/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi jika aku mati

"KERTAS SURGA"


Adik ku sayang...
Sebuah barisan kata yang begitu indah telah ku baca darimu
Jika kata hati mu berbicara maka aku kan mendengarnya
Tak bisa dipungkiri,jika kesedihan mu itu
kan mendatangkan kekuatan besar menimpa lemahnya hati
Namun cobalah kau tengok mega-mega ber-iringan di lazuardi itu,
lalu hisaplah perlahan udara yang kau hela....
Maka kekuatan sejati akan mempertebal kesabaran mu terhadap luka dihati...

Dan pabila esok tiba adik ku...
Kan kau lihat setiap sudut dimana ku biasa berada
Sebelum itu kan terjadi...
Aku berpesan padamu untuk dapat menabahkan hati

Ketahuilah wahai adik ku sayang
Bukan berarti saat ini,nanti,dan seterusnya aku tak ada disana
Aku selalu menunggu senyum dan tawa mu..
Namun teriak ku tak dapat menembus alam yang telah berbeda

Adik ku tersayang
Aku disini bahagia
Bersama yang lain menyambutku penuh riang gembira..
Jangan kau tanam duka di hatimu ya dik....?
Karena tangis mu tangis ku jua

Di baris terakhir dari sepucuk puisi surga ku ini
Ku layangkan senyuman manis untuk mu
Inilah lima bait puisi dari ku
Dalam dunia maya perantaranya



Primanata Dian Isa...(jika aku mati)
- 0 komentar

Syair-Hati kecil


''HATI KECIL"

Hati kecil bisa menjawab semua pertanyaan
dari masalah yang kini kau hadapi
dengarkanlah petunjuk dan jawaban darinya
hati kecil akan menasehati dan membimbingmu

Resah dan gelisah datang di waktu yang tak terduga
bingung dan murung menjelma tanpa di pinta
sesal dan kesal menjadi penutup cerita
serba salah melumpuhkan diri hingga tak berdaya
dalam perjalanan seakan tiada berujung
tersesat dalam gelapnya perkara

Dengarkanlah...
hati kecil yang berbisik
Ia akan menunjukan jalan keluar dari masalah kehidupan
heningkanlah sejenak gumam sesal yang ada
dengarkanlah hati kecil bergumam

Berikan satu persatu pertanyaan itu
jangan kau takut lari dan sembunyi
hati kecil akan menuntun mu
menyelesaikan masalah membelenggu


Depok,12'
Primanata.D
- 0 komentar

Cerita bernasehat-Pertanyaan para kurban

"CERITA PARA KURBAN"

Dua hari yang lalu,
sebelum penyembelihan si sapi dan si kambing...
aku datang dekati si sapi...
sapinya yang lagi tiduran sambil nyantai tiba-tiba langsung berdiri,

seolah-seolah pengen curhat.
Matanya berbicara;
"Wahai manusia,waktuku sebentar lagi menikmati dunia ini..
mau kah kau mematahkan sepucuk ranting,
yang di ujungnya masih segar,dan nikmat daunnya untuk ku?
mungkin untuk yang terakhir kalinya aku mencicipi daun didunia ini..."

Kemudian kupatahkan dahan daun segar itu,
lalu ku suapi mulut si sapi,
dengan nikmat si sapi mengunyah satu persatu daun hingga habis.

Kemudian terdengar suara yang memanggil ku..
"Mbeeeeeek"....
Oh ternyata si kambing juga mau curhat.
Aku dekati si kambing.

Lalu mata si kambing seakan berkata;
"Wahai manusia yang baik hati..
maukah kau memberi ku makan sebelum kau menikmati potongan-potongan daging ku...?"

kembali ku patahkan dahan daun segar,dan menyuapi si kambing,
si kambing menikmati setiap kunyahan daun itu.

Setelah itu sapi dan kambing mengajukan pertanyaan pada ku :
"Wahai manusia...."
jika kami di korbankan kelak,
kami inginkan setiap potong daging di tubuh kami ini,
dapat di nikmati oleh manusia2 yang lebih membutuhkan...
kami mengetahui jika di luar sana begitu banyak manusia yang sengsara dan kelaparan...
kepada mereka yang jarang menikmati lezatnya daging kami...
kepada mereka yang sulit membeli beras yang nyatanya harga minyak lebih tinggi
untuk kalian menyalakan api,dan mereka yang bergelimpangan di jalanan.

Dan pertanyaan untuk mu wahai manusia...
apakah mereka dapat menikmati sepotong nikmatnya irisan daging yang pernah kau rasakan?.....
"Jika tidak,maka sia-sialah kami mati....!"

Dalam Hening
aku tertunduk melihat tatapan si kambing dan si sapi
berfikir dan bertanya-tanya sendiri..



Oleh ; Primanata.D
- , 0 komentar

Syair-Merah putih


"MERAH PUTIH"

Merah putih bendera negaraku
Pancasila lambang Indonesiaku
Merah berani putih setia mengabdi
Garuda gagah satukan suku bangsa

Jangan lah lagi ada
Perpecahan antara kita
Bukankah kita semua bersaudara
Meski SARA membedakan semua

Bersatu kita teguh
Bercerai kita runtuh
Untuk mu pemuda pemudi
Bangunlah isi negeri

Masa depan negara
Di tangan mu lah

Merah putih bendera negaraku
Pancasila lambang indonesiaku
Merah berani putih setia mengabdi
Garuda gagah satukan suku bangsa


Batam,12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi untuk negara tercinta


"NEGARA KU"

Aku cinta kau
Kau tak cinta aku
Aku rela mati demi kau
Tapi kau tak perduli akan mati ku

Aku terlunta-lunta terkapar di aspal panas demi mu
Aku mati rasa,tubuhku tak berdaya
Kau bentangkan pagar berduri sangar menakut-nakuti
Abdi mu di balik tameng dan selongsong peluru

Biar kulaknat bejad untuk anjing-anjing mu negaraku!!..
Atas kuatnya pentungan besi yang telah ia layangkan pada kami
Dan biar ku sumpah serapah abdi mu negaraku...!!
Yang rakus lagi maha serakah di balik jas mewahnya

Aku hanya ingin keadilan dari mu
Yang tak perlu ada tangis di mata-mata jelata 
Aku hanya ingin sapa lembut darimu
Yang tak berujung pada kekecewaan atas janji pada kami yang susah

Aku cinta kau
Kau tak cinta aku
"NEGARA KU"




Primanata. D,280ct 12'
- 0 komentar

Puisi cinta-Dewi ku


"DEWI KU"

Mimpi yang telah lama tak mengusik tidurku,
kini menghiasi lelapku di peraduan malam
Cita-cita yang tak tentu arah,
kini selaras lurus pada tanda dan petunjukNya.
Harapan yang buram menjadi jelas,
membuatku semakin buas
dalam menepuh terjalnya batu pendakian

Aku tak menemukan sosok yang anggun,
serta sempurna kecantikannya
Tak ku temukan jua paras yang ayu,
menggoda mata dengan sejuta pesona
Namun tlah ku dapatkan sesosok pribadi bijak,
dan arif dengan senyumnya yang manis.

Bukan seorang putri cantik jelita,
bukan seperti para bidadari yang di janjikan surga.
Dialah "Dewi" dengan semua petunjuknya,
yang tlah membangunkan ku dari tidur panjangku,
Membuka kedua mataku,
pada masa depan dunia

Apa yang ingin ku katakan dari dasar hati,
acap kali hanya nama mu
Sungkan dan malu menyelimuti,
kala getar suaramu menghangatkan relung hati yang beku
; "Sesungguhnya diri ini tak ingin jauh dari mu"

Bisik benak meriuhkan nama mu,
menyemangati pertemuan di datangnya waktu
Biar ku katakan pada mu,
tentang apa yang tak kau dengar
Pada urai setiap baris dan bait kata-kata ini,
adalah bisik nurani yang diam dan tlah lama bersembunyi.

Bahwasanya diri ini meng-kagumi mu,
meng-inginkan mu,dan sangat ingin me-milikimu
Betapa diri ini ingin menjagamu,
melindungi,membimbingmu,dan menemanimu.

Semuanya adalah kesungguhan,
ketulusan,keIkhlasan,dan sejati dari dasar hati.
Tanpa noda dan debu,
yang ingin mengotori maksud dan tujuan untuk niat yang suci.

Ini bisikan pelan dari dasar hati....
Ku harap kau mengetahui...

: "Kaulah Dewi Ku"



Di request oleh : Sulkhan B Prasetya 'zultan'

Depok,15/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi rindu-Telah hilang


"TELAH HILANG"

Asap yang ku hisap ku lepas berlahan membentuk samar wajah mu
pada dinding-dinding bisu aku bertanya
adakah aku hadir sekali saja dalam buai mimpi mu..?
aku yang pernah singgah di pelataran hatimu

Inilah tembang kenangan sedang aku dengarkan
membawaku pada peraduan malam saat kau ada sisi ku
yang kini hanya fatamorgana diantara api puntung rokok menyala
ku harapkan nyata namun pudar sudah goreskan pilu didada

Kursi dan meja bisu tiada bergeming
rembulan disana syahdu bersabda
tiada mungkin 12 bulan tanpa hadir purnama
demikian juga dengan kenangan indah yang tak mungkin kau lupa

Kini secangkir kopi kesukaan mu sudah dingin
menunggu kehadiran mu yang tak kunjung hadir menyapa
bintang jatuh hilang sekejap mata
mata batin teriakan kata rindu memanggil sebuah nama
; Di ruang mana kau berada ?



2012' .Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Syair-Tuan bandit alam

"PERUSAHAAN TUAN BANDIT ALAM"

Aku tuan bandit alam
Aku tuan bandit alam

Aku hidup dari alam

Dulu ku susah dan menderita
Kini ku kaya juga bergelimang harta
Karna ku tau pasti
Hukum di negri ini bisa di beli
Oleh sebab itu...
Bukit-bukit kubabati.

Aku tuan bandit alam
Sungai-sungai jernih kini tiada lagi
Aku hidup dari alam
Batu kali sudah ku angkati
Tuan bandit alam
Bukit-bukit akan kubeli
Aku hidup dari alam
Pohon-pohon di hutan kan ku tebangi
Aku tuan bandit alam
Satwa liar gencar ku burui

Jalanan rusak aku tak perduli
Pohon-pohon akan ku tebangi
Batu,pasir kali akan ku angkati
Hasil tambang itu yang ku cari


Pagaralam,11'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak-Koar di pangkal fajar

"KOAR DIRI DI PANGKAL FAJAR"

Aku disini didalam rumah yang bukan milikku
aku disini dengan perangkat keras komputer yang bukan juga miliku
aku disini tuyul pemalas pencari nafkah tuan yang sudah kaya

aku disini gundah,resah dan gelisah

Kau disana mungkin sama
kau disana terpaku didepan laptop mu
kau disana bersama IPAD,BLACKBERYY,atau sejenisnya
kau disana selalu saja berkata cinta yang tak pernah habis dibahas,
yang aku terkadang tergoda mengikuti alur ceritamu

Malamku jadikan siang
siangku jadikan malam
biar tanpa tombol,
biar tanpa kursor,
biar tanpa layar yang kau sodor
aku tak perduli,aku inginkan jalanan

Ungkapan yang kau bilang aksara,
terus dan terus menjadi rumus yang membuat badanku semakin kurus.
Tak habis-habisnya ku tuangkan di secarik kertas,
yang mungkin jika kau baca kau lempar ke tong sampah
dan membusuk menjadi tanah

Kini purnama sudah bersandar di ufuk barat
mentari pun merangkak malu di ufuk timur
sementara didalam otakku ini
masih menggumpal sejuta kata-kata
yang membuat sampai saat ini aku masih tetap terjaga

...........................................................................

Lempar aku gitar kawan
Untal aku gitar teman
berikan aku gitar sahabat
biar ku jadikan sajak ini nyanyian yang di iringi melodi
menjadi balada yang mungkin membuat mu tertawa

Maka tuliskanlah kata-kata indah yang kau bisa
Jangan hanya cemo-oh semata yang kau layangkan
Atau pujian,sanjungan seperti sinetron muda-mudi
yang acap kali membuat mental-mental tempe generasi

Aku masih muda
Kau,dia,kamu,semua
kita tidak seperti pemuda yang suka ke diskotik atau lokalisasi
kita tak seperti pemudi yang suka bersolek cantik
yang menari-nari seperti ular kegatalan karna digerogoti ulat bulu

Undang aku di panggung-panggung sastra mu
kan ku bacakan
kan ku teriakan
kan pecahkan semua hening yang ada di pelataran jenuh
dalam vas-vas bunga yang diam membuai angan mu

Terakhir ku bacakan dengan lantang puisi ku ini
yang terhalang tebalnya awan hitam
namun petir dapat menembusnya
lalu menyambar pada sasaran yang tepat

Inilah pekerjaanku saat ini...

Depok,jawabarat 30 0ct12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak-Radio republik


"RADIO REPUBLIK"

Jalanan panjang berliku sempit setapak
kuning tanahnya becek
setia kerikil di gilas roda-roda pedati
telanjang-telanjang kaki tak perduli
bahu-bahu kekar hitam legam
berjemur diantara ramah hamparan sawah
dan pipit pipit uban tertawa
melempar sebutir padi diatas kepala mereka

Tebal,kebal telapak kakinya
berjalan diatas krikil-krikil runcing
yang tak pernah jadi permadani mulus seperti tol Jakarta
tanpa permintaan,pengajuan,permohonan
tanpa rasa cemburu senyum sapa tetap ada

Toke-toke beras dengan musik MP3 nya
menari-nari goyangkan kaki
di dalam sedan mulus berwarna putih
hamparan sawah yang luas
berhektar hektar,berton-ton
kini sudah menjadi investasi

Subsidi pupuk lancar mengalir
seperti air PDAM perumahan Elite
yang tak pernah berhenti mengalir
hingga karung-karung putih bergelimpangan di kilo-i

Pak tani kini menjadi kuli
jadi babu...
babu yang di lempar sebutir beras oleh pipit uban
kuli telanjang dada di atas tanah mereka

..................................................................................................

Sementara ku palingkan mata ke kota
jalanan besar mulus lurus tanpa tanah
di hiasi gemerlap pijar sombong lampu kota
bersaing indah serba mewah
dan keangkuhan pipa-pipa cerobong asap itu
menarik pilu perhatianku

Iri...
gedung-gedung perkantoran iri
dengki,tamak,rakus,serakah
kurang luas saja tanahnya
kurang tinggi saja
makin hebat,makin gagah,makin perkasa
mencakar langit tanpa goyah
dan tanpa iba meludah dari atas ketinggiannya

Jalanan kota saksi bisu yang diciptakan orang-orang pintar
rumput liar pun di gusur di tepian jalan
belalang,capung,kupu-kupu bahkan walangsangit pun mengungsi
buldoser datang setelah sidang
rumah penduduk pasar kaki lima tanpa akta tanah
rata dijadikan hotel bintang lima mall megah

..............................................................................................

Pada warung kopi kaki lima
dibawah terpal rapuh yang bocor kala hujan menderu
radio di republik ini mendendangkan lagu cinta
asmara,gelora,muda dan kasmaran
tiada guna untuk sebuah ketimpangan
aku tutup telinga...



Djakarta,30/10/12
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Sajak-Karet di televisi



''KARET DI TELEVISI"

Karet di televisi
berulang-ulang muncul tak jemu-jemu
lembut,halus,tipis,penuh aroma buah godaan
menebar melalui celah layar kaca
membuat para penonton tertarik untuk mencoba

Karet di televisi
disana-sini di setiap gelombang frekwensi
apalagi jika malam begini
sang karet pun tak segan-segan merayu menggoda

Dan kulihat pria dan wanita
berboncengan melintasi polisi tidur yang tak habis-habisnya
lalu kucium aroma strawberi,pisang,durian dengan harga murah
tapi karet tetap saja karet
bisa bocor dan pecah tanpa di duga

Uang masuk dari iklan
perusahaan pembuat karet pun kaya raya
kembung busung perawan
karet tetap muncul tak perduli
...........................................................................

Remaja putra putri hingga pria dan wanita dewasa
kini sedikit tenang dalam perjalanan menuju sorga dunia
yang menikah wajar
tapi yang belum semakin kurang ajar

Bertebaran di kamar mandi hotel
berserakan di bawah ranjang
hingga diselipkan di kusen-kusen jendela
karet di mana-mana
aku muak melihatnya

Kini siapa yang tidak tau
bahkan anak SD pun lebih hafal jenisnya dari pada rumus matematika
yang laki-laki di ajarkan memakai karet melampiaskan birahi
yang perempuan hamil di usia dini
lalu jabang-jabang bayi mati di aborsi

Lumrah,biasa,perkembangan zaman dalihnya
jika tanpa karet maka jumlah penduduk Indonesia seperti RRC
tapi tetap saja
meminimalkan jumlah penduduk berhasil di atas perzinahan
menambah jumlah wanita yang menggunakan bikini
laris manis baju YOU CAN SEE
dan para lelaki yang geli akan gelitik genit sang kekasih

Mari kita luruskan
pada pribadi masing-masing

Depok,30 oct12'
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi cinta-Mawar

"MAWAR"'

Tumbuh di taman rumah yang bertuan raja
Tiga pilar besar tinggi di hadapan ku berkata
; Jangan kau petik anak muda

 karena kau tak pantas memilikinya

Mawar...

Mekar di pucuk tangkai-tangkai berduri
Di balik pagar tinggi runcing jeruji
Menunggu datang angin yang membelai kelopak-kelopaknya
Dengan harapan di tiup aroma yang sama
Setingkat,sejajar derajatnya

Mawar...

Merah merekah menggoda kupu-kupu berwarna
Walangsangit mati sia-sia cintanya
Lalat mundur memilih kabur
Nyamuk jantan takut datang menggoda

Mawar...

Tiga pilar megah penjaga setia berwajah dingin
Memandangku dengan tangan dilipat silang di dada
Tak membuatku takut untuk menghampirimu
Karena ku tau kau tumbuh di tanah tumpah darah ku

Inilah ku panah sebaris sajak
dari luar jalanan halaman rumput jepang
Tak ku inginkan kelopak bunga mu jatuh terkulai 
karena langkah ku tuk mencabut akarmu sedikit pun tak gentar

Mawar...


Depoek,30 oct12
Primanata Dian Isa
- , 0 komentar

Syair-Majunya negeriku


"MAJUNYA NEGERIKU"

Disini ku duduk di kursi ini
Memandang indahnya cakrawalamu

Dijendela tinggi langit fajar membentang
Terhampar bukit biru di payung kidung langit mu

Dan burung-burung muda terbang rendah melayang
Membawa seutas alang-alang di paruhnya
Untuk membangun sebuah sangkar kecil pelengkap hidupnya
Seperti bukit-bukit biru penghias isi negeriku

-Namun apa yang terjadi
-Kini gedung-gedung menjulang tinggi
-Hingga pemandangan alam ku tak terlihat lagi
-Dirampas rakusnya pondasi beton-beton mu

Haruskah seperti ini majunya negeri
Ku pikir tidak adil untuk anak cucuku nanti
Tempat yang tinggi pohon-pohon tersusun rapi
Sungai-sungai jernih penghias isi negeriku

-Namun apa yang terjadi
-Kini gedung-gedung menjulang tinggi
-Menghalangi sinar mentari terangi teras rumahku
-Terhalang angkuhnya pipa cerobong asap mu

Djakarta,01 Sept12'
Primanata.D
- 0 komentar

Syair-Jangan biarkan sirna


"JANGAN BIARKAN SIRNA"

Kala fajar dan sang surya
merangkak terangi dan sinari seisi dunia
Butir embun kabut putih
berlahan membuka tirai indahnya negriku

Mentari mulai menyingsing
Lahirkan kehidupan baru
Dan berakhir di samudera biru
Tenggelam seiring waktu

Tiadakah kau lihat disana
Saat fajar disisi gunung biru
Dan burung-burung indah yang menari
Bermandi embun di ranting pagi

Sementara di kota-kota
Asap dah limbah kian meraja
Belukar terbakar satwa liar kau sangkari
Awan hitam menutupi mentari

Tiadakah kau lihat disana
Saat surya tenggelam di samudera
Yang pancarkan kilau emas di riaknya
Jangan biarkan semua ini sirna

Batam 2012'
Primanata D.
- , , 0 komentar

Syair-Untuk kota Bandung


"ANGIN DARI TANGKUBAN"

Semilir angin malam menikam
menembus jaket ku yang kusam
berhembus datang dari tangkuban
membuka lembar kenangan

Hamparan kilau lampu
ku pandang dengan tak jemu
disini kau dan aku datang
di DAGO bukit bintang
...........................................

Dengar dengarkanlah kasih
dendang lagu cinta
yang dulu mereka nyanyikan
meski tak merdu,namun penuh makna

Ingat-ingatkah dirimu kasih
Kedai tua dengan kopinya
berdua kita berkasih mesra
dan disekitar,mereka pun sama
......................................................

Jangan kau lupakan
kenangan yang kuceritakan
Ini bukti untuk mu
jika kau masih ku rindu....


DEPOK,20/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Syair-Pungguk merindukan bulan

"PUNGGUK MERINDUKAN BULAN"

Ku hanya insan biasa,
bukan pangeran dengan istana nya
ku bagai burung gereja
yang tak segagah elang terbang di samudera


Sebutir intan tak ku miliki
sebatang emas pun tak pernah ku genggam
namun besar cintaku tak ada yang menandingi
dalamnya rasa ini hanya ingin kau mengerti
.................................................................................
Cinta ku pada mu
begitu luas...
lebih luas dari samudera lepas yang membentang

Rasa ku pada mu
tiadalah berujung...
meski sejauh-jauhnya kau memandang
sungguh semua tiada batasnya
...................................................................................
Kau insan bagi ku sempurna
meski semua tak sungguh istimewa
ingin ku miliki mu,wahai pujaan
namun bagai pungguk merindukan bulan

Jika cinta mu,pandang materi
tiadalah cinta yang kan mampu bersemi
cinta sejati,dari tulusnya hati
dalamnya rasa ini hanya ingin kau mengerti

Depok,06/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Tentang kebebasan


"JATI DIRI"

Melambung tinggi ke atas langit berawan kapas
Melayang bebas iringi hembusan santai angin selatan
Melesat cepat kesudut cakrawala...
Aku....tak di ikat...

Adakah kau tahu wahai hamba-hamba tuhan yang bernafas,
yang menapakan kaki di tanah bumi ??..
Tentang bagaimana perihnya ikatan rantai,
yang memasung di dua mata kaki..

Tentang apa yang dirasakan saat ingin melihat dunia,
namun dipenjara di diamnya jeruji yang sombong...
Dan tentang teriak lepas namun bibir di kunci rapat..!

Persetan semua belenggu itu!!!...."
Aku ingin berlari kesana kemari..
melompat sesuka hati..
beteriak panjang.......
berlari menuju pasir putih,
lalu meninju ombak berbuih...

Katakanlah kepadaku hai cemara pantai...
Tentang indahnya kebebasan ini...
Katakanlah padaku hai mentari terbenam...
Bagaimana siang berganti malam

Agar aku tahu arti kebebasan
Agar aku mengerti makna kehidupan
dalam pencarian jati diri..

Depok,06/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Palung-palung panjang

"PALUNG-PALUNG PANJANG"

Ini kepingan papan yang terobang ambing,
di tengah lautan biru pusara dunia

Dihempas gelombang badai,
menggulungku ke dasar samudera

Pandang ku buta,
pasrah mengikuti arusnya
Semakin aku melawan riaknya,
semakin kuat aku di benamkannya

Pada palung-palung panjang,
sisa patahan lempeng dunia
Aku terkapar karam,
menunggu tali jangkar menyelamatkan ku

Pada palung-palung panjang,
yang memisahkan tanah benua
Aku tersandar dan sadar,
bangkit menyusuri seberkas cahaya

Di sisa daya upaya,
ku raih bangkai-bangkai kapal yang tersisa
Tajam sang surya tak lagi terasa,
Pigmen-pigmen kulit gelap lah sudah

Aku terobang-ambing di tengah samudera,
diatas palung-palung raksasa
Menunggu klakson kapal berbunyi,
berharap melihat mercusuar di dua mata ini

Pada palung-palung panjang
Aku tak tahu apa yang kan terjadi....


Depok,07/11/12
PRIMANATA.D.
- 0 komentar

Sajak-Bbman ajang perselingkuhan

"BBMAN"

Kasih ku...
dulu kau tinggalkan aku
hanya karena aku tak punya blek beri
masih tergiang bujuk dan rayumu
; "yank,aku kepingin BB"

tapi aku kuli jalanan,
permintaan mu tak mampu ku kabulkan
maafkan.....

Cinta ku...
dulu zamannya Tri ji an
aku yang jauh yang kau idam-idamkan
nyatanya hanya bisa telponan
dan sekedar smsan

Pujaan ku...
kala itu..
walau ku jauh dari mu
kau tetap satu di hati ku
tak pernah terbesit niat di diri untuk selingkuh

Bidadariku....
empat tahun kita berpacaran
sejuta kenangan yang kita ciptakan
namun sekejap kau lupakan

Wajar.....
wajar saja sayang.....
jika sms ku tak kau balas
jika telpon ku tak kau angkat
kau bilang sibuk dengan pekerjaan
ternyata aku kau duakan
kau miliki kekasih baru dari bbman

Aku tak menyalahkan mu cinta...
tak jua ku dendam pada si dia
namun hati ku sakit bak di tusuk duri
cinta ku pupus hanya karena blek beri

Sekarang....
yang ku tahu dari musuh ku malah menghidupi ku
Blek beri bagi ku kini seperti daki
yang ada disana-sini dengan model itu ini

Walau demikian kasih...
aku masih cinta dengan ponsel layar hitam putih
yang klo di banting g' apa-apa
kalo rusak servisnya murah

Kasih...
ini kabar baik untuk mu dan pengganti ku itu
jika kalian butuh blek beri
jangan sungkan-sungkan hubungi aku
harga murah barang istimewa

Cinta....
bagaimana kabar blek beri mu..?




Batam,January12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Anak jalanan


"BANGKU JALANAN,DAN MEJA TUAN-TUAN"

Ilmu ku dari jalanan
Ilmu mu dari kuliahan
Aku tak mengecap pendidikan
Tapi aku bisa melakukan apa yang kau lakukan

Buku ku pengalaman
Buku mu dari GRAMEDIA
Aku tahu tentang lapangan
Sementara engkau masih membaca

Pena ku kegagalan
Pena mu di kantong baju
Aku mengejar masa depan
Engkau menunggu kelulusanmu

Bangku ku,bangku tongkrongan
Bangku mu nyaman
Aku melihat nyata yang ada
Engkau membaca koran dan majalah

Meja ku,meja tuan-tuan
Meja mu selalu berantakan
Aku datangi kamu,lalu berbincang
Engkau ajari aku dengan senyum senang

Kau bertanya apa yang bisa ku lakukan
; "Aku bisa melakukan apa yang kau inginkan"
Kau bertanya apa yang akan kau dapatkan dari ku
; "kau tak bisa mendapatkan apa yang telah aku dapatkan"
Terakhir kau bertanya apa tujuan ku
; "Aku ingin seperti mu,tapi kau tak inginkan seperti aku.."


Depok,08/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak-Untuk guru


Sajak ; "BIBIT CINTA DI UJUNG DESA"

Papan-papan penghibur hati,
menanti gelak tawa riang bocah
Bibit-bibit generasi,
tumbuh subur di bumi yang tak terjamah

; "Pendidikan....."
...................................................................

Aku melihat dari kejauhan,
gunung-gunung menjulang tinggi
bukit-bukit biru menghiasi
meriuhkan nama ku
menyemangati ku
membakar gelora jiwa
untuk menyirami bibit-bibit yang ada

Aku jatuh cinta...
pada pohon-pohon diantara dangau
pada pagar-pagar kayu tanpa warna
pada papan ayunan dan talinya
dan halaman tempat biasa mereka bermain
; "Aku jatuh cinta..."

Aku betah...
mendengar suara-suara jujur mereka
melihat mata-mata polos yang setia
merasakan belai dan sentuh mereka
mencium kesederhanaan yang ada
; "Aku betah.."
............................................................................

Aku ingin yang sederhana menjadi indah
Aku ingin yang tidak ada menjadi ada
Aku ingin aman
Aku ingin kau izinkan

Ayah...
Ku tahu kau gundah
Ku tahu kau gelisah
tanah ini rawan tindak kejahatan
tapi tak pernah aku takutkan

Bunda...
yang kulakukan mungkin tak hasilkan materi
yang ku kerjakan mungkin membuat mu ngeri
namun cinta ku tumbuh di ujung desa
pada suasana TK yang bersahaja

Inilah bukti keperdulianku,
memberi setitik warna pada dinding kusam
jika fajar mulai meninggi
senyum mereka semakin berseri

Dalam lamunku...
Ku genggam tali ayunan bisu
ku pandang ban-ban bekas yang semakin layu
terbesit jawab di dasar hati
jika mereka sangat berarti

Pada bibit generasi di ujung desa,
aku jatuh cinta

..............................................................................

Didedikasikan untuk; Fanny Arda Weeping Fig


Depok,08/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak-Berdoa dan meminta


Sajak;
"Berdoa dan Meminta"

Adalah mereka yang berdiri
di atas bara atau duri.

Ulama bersorban putih bersih
berkoar-koar di mimbar
punggungi sibusung lapar
yang terkapar.

Ketika jarum jam di angka dua
matahari di atas kepala.
Ibu tua
berteriak
; "Tuhan berikan rezkiMu pada kami,,..!!!"
''melalui mereka yang kau pilih..''
Tapi
hingga jarum jam menunjuk angka 5
maka 1,2,dan 2 saja yang
menaruh iba

Negaraku beragama
berketuhanan Yang Maha Esa
dan kita tetap
; "Hanya berdoa dan meminta"
memohon
bersujud
bersimpuh
menangis
menyesali
dosa dan segala tingkah


...............................................................


Magrib tiba...
lembayung hantarkan gulita
namun debu-debu kotor di baju bocah ingusan itu...!
tetap setia menempel
dan baju-baju bersih berlenggang
seakan tak melihat
serupa tak bermata

;"Alif,ba,ta,sa,jim,kha,kho...."
terdengar dari masjid pinggiran jalan
tapi siapa sudi..?
siapa perduli..?
bahkan sapaan manis pun
sama sekali tak mengalun
Dan ustadz ustadz tenar semakin populer
makin sering mangkal di televisi
Para ulama kasak kusuk sibuk
mengurusi izin MUI
untuk makanan kalengan di negeri ini

Maka
jika esok mentari kembali mengufuk
a,b,c,d,e.....
tak pernah dapat dibentuk


Depok,31 oct12.
Primanata.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Surat kasmaran

"surat KASMARAN"

Mata mu lebih indah dari mata yang kulihat,
; "dan aku mengetahuinya"

Senyum mu lebih menawan dari senyum yang kulihat,
; "hati ku juga mengetahuinya"
Paras mu lebih indah dari wajah yang ku lihat,
; "kau tak pernah menyadarinya"

......................................................................

Kini sebuah pertanyaan besar menghantui
Tentang seperti apa aku dan dirimu
Kita tak pernah mungkin saling mengetahui
Jika rasa ini tetap bersembunyi

Ini hatiku seperti bongkahan es beku yang perlahan mencair
Kehangatan yang ku dapatkan darimu senantiasa mengalir
Hingga detik ini ku masih meraba tentang sosok mu
Bunga nan indah yang ku puja dan ku rindu

Kau bukan rasi bintang yang membentuk lukisan
Yang kucari-cari kala jutaan bintang bertaburan
Tapi diri ini hanya menatap pada yang satu,
adalah dirimu..
; "Langit bumi tempat ku berteduh"

.......................................................................

Aku menemukanmu di dunia yang tak nyata,
; "kau menyambut kedatanganku"
Aku hadir mengisi hari mu,
; "kau menunggu canda ku"
Aku menyimpan rasa yang aku pun tak pahami,
; "kau tak ambil perduli''
.....................................................................

Baris terakhir puisi ini adalah bukti,
jika hingga detik ini kau masih ada di hati
Dan aku tak tahu penilaian mu,
tapi ku yakin kau tersenyum malu

Aku menunggu kehadiran mu pada dunia yang tak nyata,
dan ku tahu kau pun sama


DEPOK,10/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi pahlawan-10 November


"DI KAKI PATUNG PAHLAWAN"

Masih terlihat wajah gigih sang patriot
berdiri tegar di persimpangan penjuru negeri
tak berdaya...
melihat ibu pertiwi susah

Perjuangan para pahlawan dengan amunisi
perjuangan seluruh rakyat tak takut mati
dan pada 10 November di tahun kelabu
penjajah lari dari Indonesia ku

Di kaki patung pahlawan
; "Pada mereka kami mengadu"

.....................................................................

Ini tanah tumpah darah permai
tanah subur dan makmur
tanah kaya dan sangat-sangat berlimpah ruah isinya
hingga gas-gas alam pun keluar dengan sendirinya
lumpur-lumpur minyak pun muntah...
karna perut ibu pertiwi mual
ngidam
hamil oleh nafsu bejad garuda berdasi

Penjuru negeri ramai,
masih bertempur dengan amunisi dan belati
tapi penjajah tak lari
saudara sendiri mati sia-sia
.......................................................................

Kata merdeka di kepalan tangan
tapi terbungkam menimbulkan satu pertanyaan

Kami merindukan mereka yang mematungkan diri
mereka yang tak takut mati membela rakyatnya
mereka yang perduli nasib kami yang masih terjajah

Di kaki mereka kami berani
Di kaki mereka kami menuntut
Di kaki mereka kami bertanya..
; "Sudah kah kita merdeka"?
39.05 juta jiwa masih di bawah garis kemiskinan


DEPOK,10 NOVEMBER 12'
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi cinta-Stasiun patah hati


"STASIUN PATAH HATI"

Aku seperti berada di stasiun kereta,
di tengah malam pada kesunyian
di dinginnya udara yang terasa
; "aku menunggu kereta terakhir"

Suasana ini sangat sepi,
menit berganti,
malam semakin tinggi
Hati ini lama menunggu,
; "kereta terakhir...aku menantikanmu"
..............................................
Teringat masa lalu,
ketika dulu berdua memandang keluar jendela kereta
semuanya yang terlihat nyata
sekejap hilang di pandang mata

Dia kekasih ku,
kini tak lagi di sisi ku
Pergi meninggalkan luka dan rasa nyilu,
bagaikan api yang di pendam di dada
lalu terbakar manyisakan bekas luka
..............................................
Kini aku seperti berada di stasiun kereta,
di larut malam yang kian mencengkam
aku menunggu sinar lampu dari kepala lokomotiv
datang mengakhiri tungguan ku
; "ku harap itu dirimu"

Aku seperti rell di stasiun kereta
menunggu getaran roda-roda baja
yang datang semakin mendekat
mengakhiri tungguan ku
;"ku harap itu dirimu''

Depok/10/11/12
PRIMANATA.D
- , , 0 komentar

Puisi cinta-Gerbong 13'


"GERBONG TIGA BELAS"

Kala itu November menyapa
Pagi masih sangat muda
Kiaracondong membuka kisah
Kita di cengkam gundah

Gerbong tiga belas

Lorong ke lorong berpalang bimbang
Ratusan mata seratus tujuan
Genggaman tangan mu masih di ingatan
Bersama kita lalui rintangan

Gerbong tiga belas

Satu bangku hanya untuk mu
Satu cinta ku berikan pada mu
Dan pada setiap mata-mata yang ada
Kita tunjukan arti cinta yang sesungguhnya

Gerbong tiga belas

Hening suasana pecah oleh asmara
Tawa dan rayu lepas tanpa malu
Kaki-kaki berdiri mulai cemburu
Ketika kau dan aku duduk di satu bangku

Gerbong tiga belas

Kini November menyapa
Pagi masih sangat muda
Sendiri ku di bangku lama
Kenang kisah kita berdua

Gerbong tiga belas saksi bisu
Memori masa lalu



Kiaracondong,11/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Tanya jawab


"TANYA JAWAB MASA KINI"

SIAPA YANG GAJI PEGAWAI NEGERI..?
SIAPA YANG GAJI ANGGOTA DEWAN...?
SIAPA YANG GAJI PEJABAT...?
SIAPA YANG GAJI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN...?
JAWABANNYA ;
"RAKYAT"

MENGAPA BISA BEGITU..?
DARI MANA UANG SEBANYAK ITU..?
BAGAIMANA MENGUMPULKANNYA..?
SEPERTI APA CARANYA...?
JAWABANNYA ;
"PAJAK" salah satunya

KAMU TAU PAJAK ITU UNTUK KESEJAHTRAAN..?
KAMU TAU PAJAK ITU UNTUK PEMBANGUNAN..?
KAMU TAU PAJAK ITU UNTUK PEMERATAAN..?
SEKARANG JALAN ASPAL SUDAH MULUS
FASILITAS TRANSPORTASI GAK PERNAH PUTUS
PUSAT PERBELANJAAN/PARIWISATA/SEKOLAH..DLL
APA KAMU GAK MENIKMATINYA....?
JAWABANNYA ;
''MENIKMATI"

MENGAPA PEDAGANG KAKI LIMA DI GUSUR
MENGAPA GEROBAK2 KIOS DI HANCUR
MENGAPA POLPEPE BAWA PENTUNGAN
MENGAPA MEREKA MELAWAN..?
JAWABANNYA ;
KARNA "GAK" BAYAR "PAJAK"
BUAT MAKAN SEHARI-HARI AJA SUSAH
APALAGI MAU GAJI MEREKA....!!!..

ADIL ATAU TIDAK ADIL...?
Aku tak berdaya

Depoek,02 Nov12'
PRIMANATA D.
- 0 komentar

Puisi-Buku pujangga

"BUKU PUJANGGA"

Hamba dilahirkan telanjang diri
Hamba dibesarkan di susu asi
Hamba diajarkan budi pekerti
Hamba diperintahkan untuk berbagi


Bukan sastrawan menjual seni
Bukan musisi yang angkuh diri
Bukan susunan kata dalam novel cinta
Bukan jua drama ditelenovela

Ketika hati bergumam sunyi
Akal dan kondisi menyajikan ilusi
Goreskan pena ikuti kata hati
Resapi nyanyian dedaunan menjadi melodi.

Secarik kertas diukir tinta
Lembar perlembar berisi tatanan kata
Halaman tak sama berbaur makna
Itulah buku para pujangga


DEPOK,12/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Bakicot


"BAKICOT"

Apalah yang mengusik jiwa ini
Bunga layu di siram pun tak jua berseri
Bekicot masih menempel di dinding
Tak bergerak di bawah cangkang

Manalah mungkin baju basah kan kering
Jika di urungkan menjemur pakaian
Sampai kapan pun noda di kerah tak kan hilang
Bila rendaman di biarkan

Sekarang paku tertanam di biarkan saja
Padahal mencabutnya taklah susah
Di goyang-goyang pasti lepas
Semangat pun kembali beringas

Tapi masih lesu-lesu bunga layu
Sore langit hitam sudah menunggu
Angin tanpa di suruh bawa hujan
Bakicot masih belum bergerak
Santai di dinding kusam


Depok.12/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Syair cinta- Risalah aksara


Syair cinta;
"RISALAH AKSARA"

Hari-hari berlalu,
menjauhi masa lalu
Musim pun kini berganti,
rasa ini tak kunjung pergi

Ketika fajar tiba,
sang mendung tutupi sinarnya
Dan bila malam menyapa,
bintang bulan entah kemana

....................................
Ku ingin kau pahami,
cinta itu tak pernah mati
Selalu saja terangi,
hati mu di gelap sepi

Ku ingin kau mengerti,
tantang janji yang di tepati
Walau hingga sampai mati,
jangan pernah kau ingkari
.....................................

Sejuta kata-kata slalu menggoda,
luluhkan hati dalam asmara
Terhanyut dalam ilusi cinta,
mengalun mesra membuai rasa

Goresan aksara mu,
membelai hati ku
Mengajak ku tuk mencari,
makna yang tersembunyi




Depok,12/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Daun yang terbakar


"DAUN YANG TERBAKAR"

Terasa perih di dada,
bara api yang kau ciptakan
Menyisakan luka bakar yang tak terhapuskan,
kini masih membekas di sekujur kenangan

Ku rasa sakit dihati,
kala kau datang dengan rayu
Setelah puas kau mencumbu,
kau berlalu dalam diam membisu

Amarah ku meronta,
kini seperti asap putih yang bersembunyi di bawah daun kering
Angin deras yang meniupkan bayang wajah mu,
tlah menyalakan api membakar relung jiwa

Aku dalam kesendirian ku,
masih terperangkap pada sejuta sesal
Cinta itu ku rasa pudar,
aku bertanya...

; "Pada siapa ku bersandar...?"


Depok.07/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Syair cinta-Bekas dari luka


"BEKAS DARI LUKA"

Sahabat ku....
Cinta itu sama halnya seperti jalan yang kita lalui,
di mana ada lobang,
tanjakan,jurang,
semak,belukar,dan cadas...

Seringkali gulita dan lelah,
menjerumuskan kita pada lobang2 yang tak terlihat
oleh karena itulah kita jatuh dan terluka

Sahabat ku....
Jika kau ingin mengenal cinta
maka kau juga harus siap terluka
karna jalan tak selalu terang
gelap pasti kan datang

Sahabat ku....
semakin sering kau terjungkal
semakin sering kau terluka
semakin kau tersakiti karna duri
maka semakin mengerti pula kau makna cinta sejati

Sahabat ku....
jangan pernah kau menyerah
teruslah berusaha
jangan kau mudah putus asa
ini bualan ku untuk mu


Didedikasikan untuk ; Adinda Anjar.

Depok,06/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Ruang hampa


"RUANG HAMPA"

Aku disini masih menelusuri ruang hampa,
tapak ku sirna di telan gulita
Aku meniti dinding-dinding maya,
pandangku buta karna cinta tlah sirna

Aku haus dan lapar,
langkah ku semakin gemetar
Aku mencari beragam gambar,
mewarnai hariku agar tak pudar

Dimana kutemukan kekasih yang setia,
kekasih pelipur hati yang lara
Aku yang terperangkap di kesunyian,
mencari secerca harapan

Telinga ini tuli,lidah tak mampu berkata,
mata ku buta
Hanya kulit ari yang masih meraba,
menanti pujaan menuntun langkah

Aku masih diruang hampa



Depok,06/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi cinta-Awal yang sama

"AWAL YANG SAMA"

Kau ajak aku ke Q,ef.ci,
aku tak mau...
Kau ajak aku ke Mek,do,del,
dan aku enggan...

Kau ajak aku ke TMII,
aku tak sudi...
Kau ajak aku ke Pub dan Diskotik,
aku cuma geleng-geleng...

Aku ajak kau ke WARTEG,
kau tak mau...
Aku ajak kau minum es cendol di perempatan,
kau bilang malu...

Aku ajak kau mendaki gunung,
kau bilang kurang kerjaan
Aku ajak kau ke pasar tradisional
kau bilang Mall aja bang
................................................................................

Ayam yang kau suka,
banyak bibit penyakitnya
Ayam yang kau idolakan,
kita bisa membuatnya

Es krim yang kau pegang,
mungkin nikmat
Tapi berbagi nikmat,
akan lebih nikmat

Hiburan yang kau suka,
tidak berguna,
gelap-gelapan,
lihat manusia gila

Hiburan yang ku tawarkan,
pastinya akan melelahkan
Namun demikian,
kita akan mengerti arti kehidupan

Pasar yang ku katakan,
tak semewah Mall yang ber Excalator
Ku ingin agar kau menyadari,
bahwa hidup tak selamanya senang

.............................................................
Mengertilah...

Kita di lahirkan tanpa busana,
dan kita pada situasi yang sama


Depok,/08/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Syair kehidupan-Benalu


"BENALU MUDA DI POHON TUA"

Benalu kau di pohon rapuh,
berpangku di batang yang kau tunggu
Tak ingkar kau terus menjalar,
sandarkan harapan di satu nyawa kehidupan

Seiring waktu terus berlalu,
tak jemu merambat akar mu
Manja dan lupa jasa pohon tua,
yang tak kuat lagi ditelan usia

Oh benalu sadarkah akan dirimu,
berlahan melumpuhkan kehidupan tempat kau makan
Tiada malu kau harapkan untuk bertahan,
disatu akar kokoh yang berlahan mulai roboh

Dan waktu terus berlalu,
pohon tua kini tumbang dan rapuh
Adakah kau temukan lagi harapan,
bertahan di kerasnya kehidupan

Depok,05.11.12
PRIMANATA.D.
- 0 komentar

Puisi cinta-Demi mu

"DEMI MU"

Mata ku sayup menahan kantuk,
tepat di hadapanku siaran televisi masih setia menemani
Kabel-kabel berserakan seperti benang yang kusut,
aku tak perduli,aku beranjak pergi


Langkah ku gontai,
melihat lantai seperti diterpa badai
Ku jamah pintu yang menunggu,
memanggilku untuk melihat dunia baru

Kini mentari sudah meninggi,
sebatang kamboja baru saja jatuhkan bunganya
Tergeletak di tanah,
menggoda ku untuk memungutnya
Aku tak perduli,
aku beranjak pergi

Jalan yang kulihat panjang
Lurus dan berlobang
di ujung jalan kau tlah menunggu
Mengajak ku untuk melepas rindu

Depok,04/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi untuk kota Yogyakarta

"UBUN-UBUN JOGJA"

Senja hilang,malam tiba
Yogyakarta menyapa

Pohon-pohon tak bersuara

daun-daun lelah
ranting-ranting tak bergeming
beristirahat pada peraduannya

Tiang lampu jalanan
dengan mata yang bersinar-sinar
masih berdiri tegap
diantara suasana gelap
sepanjang jalan Malioboro

Bunga layu di pasar kembang
tanpa warna,wangi menggoda
terombang-ambing ditiup angin
namun tangkai tetap kuat
meski akar telah hianat

Mortir-mortir bangsa
peluru penjuru negeri
berjaga-jaga di sisa pertempuran
sudut perempatan panggung pengorbanan
menjadi bukti sebuah keperdulian

Senja hilang,malam tiba
Yogyakarta,aku disana

Depoek,04/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi sosial politik-Cicak Vs buaya

"CICAK DI POHON BAKAU,BUAYA CARI MUARA"

Buaya santai berjalan di sela hutan bakau
busungnya buncit kekenyangan
buntutnya berlenggang pelan mirip-mirip ekor bebek
merayap di pasir kecoklatan tempat ia mencari makan

kulitnya coklat,tebal,dan merasa kebal

Beberapa menit kemudian buaya risih
badannya yang besar sangar
tiba-tiba seperti patung monumen di SURABAYA
mendengar para cicak yang bertanya-tanya
"Apa sih yang ada di perutnya"?

Cicak masih di pangkuan pohon bakau
pohon bakau saksi bisu dari aksi buaya
yang melumat burung bangau rawa
tapi cicak sampai saat ini masih makan nyamuk
kebiasaan cicak merayap diam-diam itulah yang tidak disukai buaya

Diskusi para cicak semakin panas
bagaimana buaya bisa makan bangau..?
seperti apa caranya...?
padahal bangau punya sayap..?
padahal buaya tidak punya lidah seperti kita?
padahal buaya tidak bisa merayap..?

Kura-kura,umang-umang masuk ke cangkangnya secepat kilat
si kura dan si umang gak mau ambil bicara
sebetulnya mereka setiap hari melihat bulu bangau ber-terbangan
bangau hilang,bulunya yang putih kini terendam lumpur
tingkah kura dan umang bikin cicak tambah penasaran

Buaya ingin pergi
tapi pohon bakau di mana-mana
Cicak masih saja mengikuti
meski sampai matahari terbenam cicak belum menemukan jawaban

Cicak tak takut berhadapan dengan buaya
karna cicak tau buaya tak bisa menjamahnya
sementara buaya kebinggungan mencari muara sungai
berharap menemukan biawak yang mirip dengannya
agar cicak beralih cerita


Didedikasikan untuk ; Bafana Dewa

DEPOK,03 Nov12'
PRIMANATA
- , 0 komentar

Fabel-Kisah dalam rimba


Fabel adalah puisi yang berisi cerita kehidupan binatang untuk menyindir manusia.
'"KISAH DALAM RIMBA'"

Celoteh murai muda di dahan bambu kuning
berkata-kata jika jangrik itu nikmat dan lezat
lalu kicaunya semakin merdu saja
karna jangrik mengelitik di tengorokan murai

sementara ibu murai di ombang ambing angin di pucuk bambu

Tokek tua sesekali tertawa
Kecoa lebih lezat katanya
tubuh tokek tua pun lamban berjalan karna kekenyangan
matanya melotot sambil nyengir
sementara anak tokek harus cari makan sendiri

Dua ekor tupai cengengesan unjuk gigi
Kejar-kejaran di iringi tepuk tangan ranting dan dedaunan
setelah satu tupai mendapati satu diantaranya
tupai nego bagi hasil yang didapat
kerumunan semut merah dapat sisanya

Lebah pekerja mondar mandir kebingungan berkeluh
''mana sari bunga?,mana sari bunga?....susah''...
raja dan ratu sibuk bikin anak
sementara asap di bawah sudah mengepul
madu yang dikumpul kini habis dengan mudah

Murai muda celotehnya tambah ngawur
simpang siur gosip jika tupai kerjanya cuma nganggur
kebanyakan tidur
Tokek tua tiap 10 menit tertawa
cekikikan melihat lebah kembali bekerja

Catatan kaki:
"Yang kenyang tertawa"
"Yang susah tambah susah"




Depok,2 Nov12'
Primanata.D
- , , 0 komentar

Syair sosial-Cerita CPNS

"CERITA CPNS"

Bikin aku tertawa
mendengar kisah nyata
dari calon pelamar
pegawai negeri sipil

yang katanya ;
"jadi pns itu mudah"

Bagaimana caranya
sungguh tiada ku duga
adalah sebuah bencana untuk bangsa kita
jika dengan rupiah kau dapatkan
......................................................
Ingin jadi PNS itu mudah
cukup dengan 1 unit AVANZA
mau jadi polisi bisa-bisa saja
siap kan uang 200 JUTA
atau anda mau jadi guru..?
kirim uang ke BANGKU
pasti anda ku bantu"!
.....................................................
Katanya...
Katanya....
Ceritanya...
Ceritanya....

Aku percaya itu yang terjadi
Sudah jadi eh sombong sekali
Bukan karna ilmu yang kau andali
Tapi sekebat uang yang kau beri


Depok,01/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Nasehat pahlawan perang

Nasehat dari pahlawan perang

''LIMA PESAN YA'I TANGGO BUNTUNG''


YA'i berusia 145 tahun masih terlihat gagah di dalam badan tua nya
Sebatang CERUTU belanda masih berada di sela bibirnya
Hingga aksi gilanya yang paling mencengangkan saya ;
ketika ia melipat kedua kakinya di antara lehernya
; "Luar biasa sakti mandraguna..."

Garam satu minggu satu sendok rahasianya
"katanya....."

Ya'i bertanya apa yang kau pinta?
SORGA AKHERAT..?
SORGA DUNIA..?
..........................................................................
Pesan I;
SORGA APA DUNIA ?

Jika sorga akherat yang kau inginkan,
jangan berharap dapatkan sorga dunia.
Jika sorga dunia yang kau inginkan,
jangan berharap mendapatkan sorga akherat.
..................................................................
Pesan II ;
MAU SUKSES ?

ini kamu tau apa?
saya jawab ; "air Ya'i"
kalo ini apa?
saya jawab ; "balsem YA'i"

"Bikin ini atau ini lalu jual kamu pasti sukses"...
..................................................................
Pesan III
MAU DISEGANI,DIHORMATI..?

Kalian bawa apa kesini..?
saya jawab ; Rokok,kopi,gula,roti,sirup Ya'i?
Apa itu buat saya..?
saya jawab ; "ya buat YA'i"
Ikhlas...?
saya jawab ; "Ikhlas YA'i"

"Bagus...sekarang saya jadi segan dan sungkan sama kalian.."
.............................................................................
Pesan IV
MAU PELET...?

Kalian kesini naik apa..?
Saya jawab ; "Motor YA'i"
Motor apa..?
Saya jawab ; "Honda supra YA'i"

"Bagus....usahakan ganti NINJA..."
.............................................................................
pesan V
MAU TERKENAL..?

Rambut mu GUNDULIN
Cat warna MERAHPUTIH
Buka baju tapi tetap pke CELANA
Bawa bendera NEGARA
Lari 100 kali bolak balik jembatan AMPERA
Sambil berteriak MERDEKA...!!!
.............................................................

Tanggo buntung,Palembang,11'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak-Jika aku masuk tv


''JIKA AKU MASUK TV"

Di hadapan ku ramai manusia
sejuta mata terpaku di layar kaca
menga-nga mulutnya
dan terpingkal-pingkal gelak tawanya

Jika aku masuk TV
mungkin dikau kan mencari ku
kau berkata-kata;
"kau gila,kau gila,dan kau gila..."
lalu aku tertawa girang
seperti jin bergolak ijo yang masuk TV

Lalu gadis-gadis genit menggoda ku;
tak ubah bagai bangkai ayam yang di makan belatung
bikin aku geli

Dan pemuda-pemuda semakin gila saja dengan aksinya
seperti lalat yang lapar di atas tumpukan ikan asin
menari-nari

Jika aku masuk TV
ku pandang mata kamera dengan tatapan kosong
seperti cengcorang di pucuk ilalang
Lalu aku berkata-kata;
''AKU MASUK TV,AKU MASUK TV,AKU MASUK TV"...
dari awal sampai akhir
hingga capek kameramennya

Lalu kau disana berkata-kata;
"dia gila,dia gila,dia gila"

Depok,31 oct12
Primananata.D
- , 0 komentar

Puisi sosial-Biang Permusuhan


''BISIKAN IBLIS"

Sampai saat ini nafas mu masih berhembus
Memutuskan tali silahturahmi
mudahnya bagai menggunting pita kehormatan

Sementara membangun silahturami dari hubungan yang terputus,
bagaikan membangun gedung tinggi
dengan batu bata buatan sendiri

Terkadang emosi menjerumuskan diri pada liang-liang kenistaan
menyelimuti hati nurani yang suci
yang takut akan kuasaNya
yang berdoa kepadaNya
yang mengucapkan Allhamdullilah,Astagfirullah
hingga sembah sujud pada akhirnya menjadi sia-sia
karna mengikuti Ego semata

Mata batin ini mau menjerit
Mata hati seakan berteriak putus pita suara
itulah iblis membisikan di dada manusia
untuk sebuah pertengkaran,dendam,dan permusuhan

Membenci seseorang yang kita benci
mungkin karena 10 kesalahan yang ia perbuat
Tapi ingatlah 100 kebaikan yang telah ia berikan
rasanya tidak adil jika semua harus berakhir


Depok,13/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Kesetiaan


"MATA PANAH BUSUR CINTA"

Satu yang ku tunggu,
dua yang ku takutkan
Satu yang ku mau,
dua tak ku harapkan

Mata panah anak dewa asmara,
menancap tepat di hati ini
Dimana pun aku berada,
ku tetap kau miliki

Busur cinta anak dewa asmara,
telah memaksa ku tuk berjanji
Walau jarak memisahkan kita,
ku harap kau tetap menanti

Rasa yang terpelihara,
semakin tinggi bagai rumput ilalang
Semilir angin yang menggoyang,
adalah cinta mu slalu ku damba

Tiada yang lain tanpa mu,
di sini aku setia
Jaga janji pertama dulu,
ku tak ingin kau mendua


Depok,14/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Perempuan malam

"JALAN KITA HITAM"

Getar rindu di alur malam
Getar pilu di relung hati
Getar cinta mencekam jagad
Getar kasih merintih sepi


Oh malam tanpa seruling merdu tidurkan jaga ku
Adakah engkau mendengar risau hatiku,
yang ingat akan hitam gelap bayang langkahnya.?

Duhai lirih angin pengalun mesra bisik telinga
Tahukah engkau akan bantahku,
atas semua derita yang kan terkecap
pada akhir cerita yang di lakoninya.?

.............................................................................

Taburan bintang di jagadraya,
tak mampu membuatku terpaku
Rembulan purnama dengan terang sinarnya
takkan bisa membuat mata ku terpana

Atas nama langit dan bumi
buka kanlah pintu hati
untuk bangunkan jati diri yang terbelenggu tali hitam
menjerat leher-leher insan di sesatnya gelap kehidupan

Dan awan gelap yang bergulung di langit-langit derita
nantilah hembusan angin utara
yang pasti kan datang menggiring mu ke titik tertinggi disana
kemudian mengikatmu di cadas-cadas runcing
bagaikan selimut tidur raja gunung biru

Kau yang terindah,
jalan mu hitam

DEPOK,15/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta segitiga


"AKU,KAU,DAN DIA"

Mungkin kasihmu padanya begitu tulus
Mungkin cintamu padanya begitu luas
Mungkin harapmu padanya begitu besar
Mungkin juga yakinmu padanya sangatlah tinggi

Mungkin kasihnya padamu begitu sempurna
Mungkin cintanya untukmu adalah segalanya
Mungkin inginnya milikimu sangatlah jujur apa adanya
Dan mungkin juga yakinnya padamu sangatlah sempurna

Ku tahu semua itu hanyalah mungkin
Dia tahu semuanya juga baru mungkin
Dan Kau pun tahu saat ini itu pun juga mungkin

Ku tahu kau tahu cintaku padamu sangatlah besar
Ku tahu kau tahu sayangku padamu begitu ikhlas
Ku tahu kau tahu jujurku padamu tiada batas
Ku tahu kau pun tahu setia ku pada mu tak hanya di ungkap

Aku mengerti Kau paham
Dia tak tahu apa yang kita tahu
Ini rahasia kita...



Depok,16/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Sajak-Di balik putih abu-abu


"DIBALIK SERAGAM SEKOLAH"

Mah..
aku ingat waktu SMA
bangun ku tak pernah pagi
selalu saja mentari sudah membumbung tinggi
Budy naik keranjang sesukanya
paksa aku buat pergi sekolah
Hmm...
berat rasanya...

Mah...
dulu tak pernah ada sarapan
karna waktu tidak mengijinkan
aku selalu terburu-buru
takut tak di absen guru

Pah...
uang jajan selalu ku trima
meski pas-pasan tapi ku coba tuk mengerti
meski harus jalan kaki tuk sisipkan uang seribu
buat makan di kantin dan sebatang rokok ku

Pah...
Pulang sekolah tengah hari
kadang hujan kadang panas sekali
baju ku tak pernah rapi
meski nahan lapar tapi semangat ku tak pernah pudar

Mah...Pah...
kadang-kadang aku iri
lihat pemuda-pemudi naik motor naik mobil
mereka tak jalan kaki
bajunya bersih-bersih

Pah..mah...
ini celana ku pantatnya sobek
ku tempel dengan handiplass koyo cabe
sepatuku juga ada AC nya
jempol kaki ku jadi kelihatan
......................................................................
Pah..Mah...
Aku tatap tajam sang surya
peluhku basah di punggung
kerah bajuku hitam legam
sorot mataku buas menakutkan

Di pinggiran jalan aku berjanji
jika nanti kumbang-kumbang itu pasti ku tunggangi
di bawah rintik hujan aku bersumpah
jika aku kan menjadi manusia yang berguna
"Bagi nusa dan bangsa"

Pah..Mah...
ini tak sekedar ilmu yang ku gali
yang kulihat di jalan ini tak bisa di beli
aku bersyukur bisa sekolah
sementara mereka kepanasan kehujanan
cari uang buat makan
...........................................................................
Pah...Mah...
sekarang aku sadar...
jika di atas langit masih ada langit
demikian juga dengan tanah
jika di bawah tanah masih ada tanah

Pah mah...
aku masih berjuang
doa kan


Depok,/16/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Syair-Arti keseriusan


"ARTI KESERIUSAN"

Jangan kau bicara keseriusan...!
Jika waktunya tiba kau enggan menanggung resikonya
Tak perlu bicara keseriusan...
Bila kau takut jikalau nanti akan begitu begini.

Mari bicara keseriusan...
Pabila kau siap mendayuh gayung ini bersama-sama
Mari bicara keseriusan...
Jika kau tak takut dilanda badai kecewa

............................................................................................

Kau bicara keseriusan...
karna bagiku kau takut di permainkan
Kau bicara keseriusan..
Karna kau inginkan kebahagiaan

Ku bicara keseriusan padamu..
Agar kau tak takut didustai
Ku bicara kesungguhan..
Agar kau sadar dan mengerti

...........................................................................................

Ini serius...
Kau harus berani menjalani
Kau serius,aku serius
Hapus semua ini itu

Jangan ada kata jikalau
jangan ada seumpama
Tak perlu ada kata andai
tak perlu ada bila nanti

Mari hadapi bersama berdua,
inilah makna keseriusan yang sesungguhnya
Atau tutup mulut mu,
lupakan saja


Depok,17/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Syair cinta-Dua sejoli


"DUA SEJOLI"

Dua sejoli di siram indahnya benih kasih insan dunia,
jalinan sayang jelas harmonis di dua pandang mata
satu langkah seiring diantara debur ombak

Tangan bergandengan,
betapa mesra kisah cerita cintanya
pasir putih menjadi saksi perjalanan sang pemeran cerita

Karang tak takhluk meski dihantam kerasnya ombak,
buih tak surut datang dan hilang sekejap mata
surya terbenam menyimpan makna lakon drama

....................................................................................
Untuk mu dua sejoli dilanda asmara...
tanamkanlah janji setia mu
tidakkah kau lihat sang surya
selalu menepati janjinya dikala senja datang diufuk barat...?

Padamu dua sejoli...
pertahankanlah jalinan kasih mu
sebagaimana karang
yang bertahan di hampas ganas gelombang samudra

Engkau dua sejoli...
jangan pernah berhenti tuk saling memberi
sebagaimana ombak putih
yang silih berganti datang menepi
...............................................................................................

Sungguh semuanya pertanda bagimu...
sungguh damai se isi dunia

Untuk mu dua sejoli..
adakah kau temukan bukti...??


Depok,16/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Setan santai

"SETAN SANTAI"

Aku duduk di kursi eksekusi
tangan dan kaki di rantai besi
mahkota listrik 2000 volt di kepala
aku tak tahu harus berbuat apa
saat ini ku pasrah

Aku duduk di balik jeruji
tubuh ini sebelah mati

dinding jadi teman setia
aku tak berdaya
lemah rasanya

Aku diantara 2 gedung tinggi
di belakang ku laras senapan memaki
mereka bertanya-tanya
aku tertawa
aku santai saja

Aku bawa motor kecepatan tinggi
sepanjang jalanan basah usai hujan
tiba-tiba motor di depan putar arah
aku konsentrasi tak hilang kendali
tapi kutahu yang akan terjadi

Pandang ku gelap
telinga ku tuli
suara sayup-sayup ku dengar
aku lemah pasrah
tapi ruh ku berkata
; "AKU HARUS BANGKIT"

DEPOK,17/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi-sosial-Warisan dungu pintar

"WARISAN SI DUNGU,CERITA SI PINTAR"

Sepoi angin mengacak-acak rambut si dungu
si dungu keningnya berkerut telat mikir
suka lupa,biar ingat kata-kata slalu di ukir
maklum si dungu juga tuli

Kata mereka siaran televisi itu menghibur
Kata mereka lagu-lagu itu indah
si dungu tertawa-tawa saja

lihat mulut buka tutup tanpa suara

Tiba-tiba datang si pintar
si pintar keningnya berkerut sambil cemberut
tak pernah lupa,bahkan sejarah pun ingat semua
maklum si pintar IQ nya diatas rata-rata

Si pintar menghapal skenario diluar kepala
menyanyikan lagu tanpa membaca
katanya kertas itu tiada guna
Otak saya mampu menampung semua

...........................................................................................

Si dungu dan si pintar kini sudah tua
tidak hanya keningnya yang berkerut
tapi semua kulit sudah keriput
betis,pinggang,paha pun sudah cenat-cenut

Si dungu punya warisan buku
Si pintar punya warisan piagam dan piala
Si dungu memberi ilmu
Si pintar hanya bercerita

DEPOK,17/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Ingin bertemu


"PEMUJA MAYA"

Apa yang tersimpan di benakmu kurasa sama
Apa yang terpendam di relung hatimu tak jauh berbeda
Biar kuterjunkan sebaris kata untuk mu wahai juwita
Tentang siapa,bagaimana,dimana,

dan seperti apa rupa pemuja dalam bayang gulitanya

Dengarkanlah rintik hujan yang berbisik merdu di telinga mu
Resapi pula belai angin malam yang menyentuh kulit halus mu

Aku akan menjelma bagai angin tenggara,mengusir gudah dan lara
Aku akan bersuara seperti hujam hujan di tanah yang basah

Dan tentang aku yang bersemayam jauh di angan-angan mu
Kan mengajakmu membuka pintu rindu,
yang kan hadir disaat nanti kita bertemu

DEPOK,19/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Syair-Duka sahabat


"DIRI MU DAN DUKA MU"

Mentari fajar kembali bersinar,
hati mu luka di cambuk cinta
Butir embun kembali jatuh,
akhir cerita rindu kini berujung sendu

Dengar lah dengar
cerita yang ku papar,
walau sekilas saja singgahi jiwa yang lara
Bacalah sejenak sempatkanlah waktu mu,
ku rangkul kau disana meski dengan kata-kata

........................................................................
Sepi mengisi relung hati,
tawa canda terdengar namun tak perduli
Duduk di sudut ruang yang kau rasa hampa,
ingat mu ke sana yang pernah ada

Kau pandangi sekitar dengan mata yang layu
bulir-bulir bening di celah matamu
Sesekali menepis duka kau tampar udara
kau hela nafas panjang balut luka di dada
........................................................................

Kan datang hujan,jika hadir badai
Kan muncul terang,pelangi pasti hiasi
Menghilang yang disayang,pastilah kau tangisi
Dunia luas terbentang,haruslah kau hadapi

Indahnya senja tak kalah indah fajar menyingsing
Taburan bintang tiada sempurna tanpa bintang jatuh
Jemur luka mu agar sembuh dan mengering
Lanjutkan langkah temukan bahagia di lain cerita


DEPOK,18/11/12
PRIMANATA.D
- , , 0 komentar

Puisi sosial-Camar di dua warna


"CAMAR DI DUA WARNA"

Aku seperti Camar yang tersesat di langit samudera luas
Melayang terbang di dua warna yang sama
Menantang angin laut yang keringkan paruh ku
Mengejar Bola merah yang padam di antara garis Samudera

Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas
Sayapku lelah mengepakan laju
Ayuh ku berat bak dayung batu
Dan desir-desir angin mendawaikan irama sendu,
berbisik syahdu di telingaku

Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas
Ingin kembali ku mengulang setiap waktu
Menyusun rapi kata dan tingkah dari setiap ulah yang penuh dosa
Menjaga hati dari tikaman-tikaman dusta yang membuat luka

Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas
Adakah satu petujuk arah dimana ku dapat pulang..?
Dapatkah ku lihat satu titik daratan yang biru,
seperti langit dan samudra ini..?

; "Aku ingin kembali ke kumpulanku seperti dulu"...

Antara kita dan mereka...
Antara kau dan aku..

; "Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas"...



DEPOK,19/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi untuk ayah ibu


"PELITA JIWA"

Ibu adalah penerang jiwaku
Ibu adalah penyejuk laraku
Ibu adalah rindu sendiriku
Ibu adalah semangat perjuanganku

Ayah adalah petunjuk arah langkahku
Ayah adalah pedoman tindakanku
Ayah adalah contoh yang ingin ku tiru
dan Ayah kaulah pribadiku

Sungguh hampa hidup anakmu tanpa dirimu
Sungguh buta setiap jalanku tanpa iringan kasihmu
Sungguh tiada tempat untuk diriku mengadu
Sungguh dirimu pelita hidupku

Ceritakanlah masa lalu mu agar ku tahu masa depanku
Ungkapkanlah peristiwa agar dapat kubaca peristiwa di depanku
Beritahulah apa yang kau ketahui dimana aku tak mengetahui
Agar ku perbaiki kekuranganmu tuk generasi mu setelah ku nanti



DEPOK,19/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Terminal pulau Jawa


"TERMINAL PULAU JAWA"

Lewat jalan-jalan besar
Belah gedung-gedung besar
Tubuh-tubuh besar menawar
Jiwa-jiwa besar menunggu
Terminal Lebak Bulus

Langkah-langkah kecil
Pada loket-loket kecil
Jari-jari kecil amblop-amplop kecil
Irama beras-beras kecil dalam botol-botol kecil
Terminal panggung peristiwa

Uang kecil dalam jumlah besar
Di tangan orang-orang kecil
Tanpa wajah sangar
Diantara hangar bingar
Terminal jantung kota

Doa-doa kecil
Untuk harapan-harapan besar
Dalam lensa kamera
Terminal pulau jawa


LEBAK BULUS,21/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi sosial-Tentang banjir

''ALAM UNTUK GENERASI"

Sinar mentari berpijar sambut pagi,
buka lentera bumi persada
Rumput hijau berseri dan berjanji,
tuk tumbuh subur di tanah nusa

Luas membentang sawah dan ladang,
anugerah dari Yang Maha Esa
Pak tani datang menyambut riang,
udara segar penuh ramah tamah

Sungai jernih di lembah hijau,
dinding ngarai lukisan tuhan
Butir embun di pohon berkilau,
flora fauna terlestarikan
....................................................

Kini sungai ku ganas beringas,
menerjang terjang tak tentu arah
Menghakimi umat manusia,
yang serakah akan isi dunia

Kini bukit ku lemah tak berdaya,
jatuh tersungkur ulah manusia
Pohon muda tak lagi bertenaga,
lindungi kita dari amarahnya

Hujan yang turun tiada mengerti,
doa yang susah minta berhenti
Salah siapa ini kan terjadi,
jika pondasi beton sana-sini
resapan air sudah di aspali
bukit hijau di gunduli
dataran tinggi tanah di kavlingi
sampah limbah penuhi kali

Tak di pungkiri banjir slalu terjadi......
Bagaimana nasib generasi kita nanti..?



"Salam Lestari"


DEPOK,20/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Hikayat tentang Nama Kerajaan Samudera Pasai

Hikayat; tentang nama kerajaan SAMUDERA PASAI

"NEGERI DIATAS ANGIN"

“…pada suatu hari Merah Silu pergi berburu...
Maka ada seekor anjing dibawanya akan perburuan Merah Silu itu bernama si Pasai.
Maka dilepaskannya anjing itu,
lalu menjalak di atas tanah tinggi itu.
Maka dilihatnya ada seekor semut besarnya seperti kucing
Maka ditangkapnya oleh Merah Silu itu lalu dimakannya


Maka tanah tinggi itupun disuruh Merah Silu tebas pada segala orang yang sertanya itu.
Maka setelah itu diperbuatnya akan istananya.
Setelah sudah maka Merah Silupun duduklah ia di sana dengan segala hulubalangnya,
dan segala rakyatnya diam ia di sana.
Maka dinamai oleh Merah Silu negeri Samudera, (artinya semut yang amat besar)

“…setelah sudah jadi negeri itu,

Maka anjing perburuan yang bernama si Pasai itupun matilah pada tempat itu.
Maka disuruh sultan tanamkan dia di sana juga.
Maka dinamai baginda akan nama anjing nama negeri itu.

............................................................................

“…pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama,
tatkala lagi hajat hadhrat jang maha mulja itu,
maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah,
demikian sabda baginda
: “Bahwa ada sepeninggalku itu ada sebuah NEGERI DI ATAS ANGIN, "Samudera" namanja.

Apabila ada didengar kabar negeri itu maka kami suruh kamu sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa ia orang dalam negeri masuk agama Islam serta mengutjapkan dua kalimah sjahadat.
Sjahdan lagi akan didjadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanjak daripada segala wali Allah djadi dalam negeri itu”.
.............................................................................
dari keterangan kedua hikayat yang mithologis tersebut, maka nama "SAMUDERA" berasal dari nama seekor semut besar dan nama Pasai berasal dari nama anjing piaraan Raja merah Sillu, yaitu si "PASAI".
Sementara Penyebar islam/pedagang pada masa itu menyebut negeri Samudera Pasai adalah "NEGERI DI ATAS ANGIN".

Di kutip dari ; Hikayat Melayu dan Hikayat Raja-raja Pasai
Tentang kerajaan Samudera Pasai sekarang Nangroeh Aceh Darussalam (NAD)
- 0 komentar

Ejaan Huruf Alfabet Dalam Penggunaan Radio

Mengeja Alfabet Versi Dunia Telekomunikasi Radio
STANDARD INTERNASIONAL

A = Alpha
B = Bravo/Beta
C = Charlie
D = Delta
E = Echo
F = Foxtrot/Fanta
G = Golf
H = Hotel
I = India
J = Juliet
K = Kilo
L = London
M = Mike/Mama
N = November
O = Oscar
P = Papa
Q = Quebec
R = Romeo
S = Sierra
T = Tango
U = Uniform
V = Victor
W = Whiskey
X = Xray
Y = Yankee
Z = Zulu/Zero
- 0 komentar

Puisi cinta-Muak


"MUAK"

Ini aku duduk disini,
masih mengingat tentang mu
Kini aku masih disini,
sudah jauh meninggalkan mu

Saat ini mungkin tak sama seperti dahulu
Detik ini aku tak mampu menghapus kenangan itu
......................................................................................

Ada rahasia yang di jaga,
karena hati tlah terluka
Mengapa menyembunyikan wajah,
namun kata terus tumpah
Kau bertanya,"mengapa..?"
Aku diam saja

Terkadang aku murung,
saat bayangmu menghantui
Aku masih menyimpan rasa,
tapi kau tak pernah mengetahui
Mencari penggantimu, "itu mudah"
Namun yang seperti mu, "susah"

Aku mual dan muak menyusun kata cinta
Disana-sini ku lihat sama saja
Luka,sedih,kecewa,tanya,bingung
Selalu menjadi topik utama
; "Dan Kau !!"
Tua,muda,kecil,besar,sama saja

; "Sekarang kau..!"
Telah ku maki kertas maya ini
Ku hujamkan kata-kata konyol yang mengelitik hati
Entah bodoh atau tidak
Rasa ini belum pergi...
Kau masih di hati

; "Apa kau mengerti !"



SIDOARJO,23/11/12
PRIMANATA.D

Followers

Ikuti saya di Google +