Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi bapak. Show all posts
Showing posts with label Puisi bapak. Show all posts
Tuesday, July 23, 2013 - , , , 3 komentar

Puisi sosial-Corong lampu minyak

"CORONG LAMPU MINYAK"

Banyak yang harus dihidupkan
Dari gelap setelah terang benderang
Corong-corong lampu minyak hitam
Satu dian bertahan di kegelapan

Lalu siapa yang masih mampu berlari kencang ?
Yang sanggup melompati palang rintang ?

Langkahmu gemetar
Air di cangkir kalengpun bergetar
Tangan-tangan tanah seolah menjamah
menarik injak goyah kaki kau tua renta

Ku rasa cukup...
Nikmatilah cahaya kuning dibilik kayu kamarmu
Corong-corong lampu minyak legam
: "Itu kami"
Tameng nyalamu di sepanjang malam
Menjagamu hingga kau padam

Aku pundakmu
Aku bahumu
: "Pak tua !"

Baturaja,23/07/2013
Primanata Dian Isa
Thursday, June 20, 2013 - , , 0 komentar

FAJAR MENYINGSING DAN SENJA MERAH KESUMBA

"FAJAR MENYINGSING & SENJA MERAH KESUMBA"

Istriku...
perutmu tambah buncit
sudah sering sakit-sakit
kamu bilang dia suka nendang
dan kita sependapat jika kelak keluar
ia adalah lanang

Istriku...
jika teriaknya memecah subuh
sebelum atau sesudah adzan
kita tak perlu pening-pening
dia kan ku berinama
; "fajar menyingsing"

Betul...
memang itu cakrawala muda
hangat menyinari penjuru bumi
bahkan gunung tinggi pun ditembusnya
ia akan bertarung menyingkirkan para kabut
yang berselimut keserakahan

Kini kau bertanya..
jika tangisnya menyambut petang
dikala semua burung kembali kesarang
nama apa untuknya??

kuberi nama dia
; "senja merah kesumba"
dia akan bertarung melawan gelap
hingga tetes darah penghabisan

Bengkulu,20/06/2013
Primanata Dian Isa
Sunday, June 16, 2013 - , 0 komentar

Puisi untuk sebuah kematian

"BAPAKNYA TELAH PERGI"

Bapaknya telah mati....
Ketika hujan panas siang tadi
Malaikat maut menjemput ajal
Tiada kita yang kekal

Ramai kerumunan

Bapaknya pergi...
Sudah naik kereta kencana illahi
Terbang tak terlihat
Masuk ke-liang lahat

Bunga bertaburan

Bapaknya telah ditanam...
Meninggalkan duka yang mendalam
Dia lunglai terluka
Tak sempat bertatap muka

Air mata bercucuran

Dia dihempas badai gurun
Bergumam dalam lamun
; "Bapak...Aku tak bisa pulang"


BENGKULU,JUNE13'.
Primanata Dian Isa
Tuesday, June 11, 2013 - , , 0 komentar

Puisi untuk kedua orang tua

"PUISI MALAM INI"

Senada gemericik rintik hujan,
Dihempas angin ke dedaunan
Selarik puisiku malam ini,
Terdengar sendu,getarkan kalbu

Langkah ini kian jauh penuh liku,ayah...
Hadiah apa ?,bahagia apa yang dapat kuberikan ?
Kawat berduri halang melintang didepan
Aku masih di medan pertempuran

Senja tenggelam,dan..
Sudahlah fajar menyingsing selama sewindu
Kejutan terindah apa yang dapat ku berikan untukmu ibu..
Hingga detik ini,
Aku masih berjalan tanpa sepatu

Yaa langit...yaa bumi
Yaa Illahi,engkaulah yang memiliki
Setapak jalan berbatu,kering,dan tandus
Aku bersimpuh haru meminta
Panjangkanlah usia
orangtua,
hamba..

Bengkulu,10/05.2013
Primanata Dian Isa

Sunday, January 13, 2013 - , 0 komentar

Puisi sosial-Dari bapak untuk anak


"DARI BAPAK"

Anak ku !
Embanlah ransel di pundak muda mu
Lalu berangkat dan injaklah kaki mu di negri sebrang
Sebelum kau mengemban tugas yang lebih berat
Maka belajarlah bertahan hidup di alam bebas

Anak ku !
Pikul lah baju yang sudah di gosok rapi ibu mu
Kemudian segeralah kau bulatkan tekad serta niat
Sebelum kau memikul beban yang lebih berat
Maka telusurilah langkahmu di kehidupan yang keras

Anak ku !
Kau berdiri di cadas runcing
Diantara gumpalan awan dan desir angin
Jangan kau cari harta duniawi
Tapi ilmu dan kemandirianlah agar kau dapat kembali

Anak ku !
Lihatlah dunia
Ketahuilah jika manusia sangat kecil
Tak perlu kau takut pada mereka yang berpangkat
Karena illahi menjaga dan melihat


Banjarmasin,13/01/2013
PRIMANATA.D
Monday, December 24, 2012 - , , , 0 komentar

Puisi cinta-Pasai dalam Nurjanah

"PASAI DALAM NURJANAH"

Pasai apa kabarmu nak
Ampuni salah bapak dan ibu mu
Pasai bapak merindukan mu nak
Bapak ingin bertemu

Pasai bapak telah kehilanganmu nak
Bapak menyesali kejadian itu
Pasai bapak sangat mencintaimu nak
Bapak gagal menjaga mu dan ibu mu

Pasai nanti bapak akan menjenggukmu nak
Bapak akan bawa air dan bunga
Pasai malam ini bapak tak bisa tidur nak
Bapak tak sabar kita berjumpa

Pasai katakan pada ibumu nak
Bapak sangat mencintainya
Pasai mintakan pada tuhan nak
Agar kita bertiga bersatu lagi di sorga



Didedikasikan untuk : S.Pasai & T.Nurjanah


BANJARMASIN,25/12/12
PRIMANATA.D

Followers