Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi rindu. Show all posts
Showing posts with label Puisi rindu. Show all posts
Monday, October 5, 2015 - , , , 0 komentar

Puisi di musim kemarau 2015

LUMUT DALAM GENTONG
"Kapan kami dikeluarkan ?"
"Disini begitu panas"
"Ini seperti di Alcatraz tuan"
"Kapan kami dapat bebas ?"
"Disini begitu hampa"
"Ini adalah Bangker anti rudal tuan"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Bayolan para kodok"
"Hentakan kaki hujan"
"Cekikikan daun dan ranting"
"Gelak angin"
"Riuh guntur"
"Dan kilat yang sibuk memotret-motret bumi"
"Kapan tuan ?"
"Kapan?"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Sawah tergenang,sungai meluap"
"Jalan menyungai,sungai menyeringai"
"Dan kalimat dari tuan" :
"BOR..."
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Ilalang menari,bunga liar bersemi"
"Belukar dan burung-burung bernyanyi"
"Hujan kalahkan api"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Tinggi air di waduk meningkat"
"Pintu air dibuka"
"Atau"
"Eksploitasi batu dan pasir"
"Penebangan hutan lindung"
"Kapan kami dapat dengar lagi..."
"Desing jetpump dan kejaran buih"
Bengkulu,06/10/15
@Primanata D.
Saturday, September 19, 2015 - , , 0 komentar

DAMAI

" DAMAI"
Mungkin ada,
di dalam bening bulir embun
Mungkin ada,
Di hujung ribuan pucuk-pucuk ilalang
Mungkin ada,
Di sayupnya kicauan burung nun jauh di sana
Mungkin ada,
Di pangkal air terjun yang menjadikan buih putih
Mungkin ada,
Di riak-riak jernihnya air sungai yang tertawa
Mungkin ada,
Di pada waktu rembulan begitu kuning tua
Dan malam dengan segala suara,
seekor pungguk jua
Mungkin ada,
kedamaian yang kasat terlihat
@Primanata D.
Wednesday, May 27, 2015 - , , , , 0 komentar

Bualan Rembulan

Bualan Rembulan
Sungguh ada kesal yang membeku
di dada, di hati dan di gumamku
Mengapa semua sombong ?
apa aku sendiri

yang mengepompongkan diri ?
Bidukku lama tak lepas sauh
di samudera dan angin yang bertabuh
tepian tak nampak
awan tiada berarak
apalagi para camar ?....
Yang dapat kupahami adalah arah mentari
Timur dan barat bintang utara
Sementara remboelan teman dengan segala bualan
@Primanata D.
Bengkulu,27/05/2015
Monday, December 9, 2013 - , 0 komentar

Puisi cinta-aku lupa

"Akoe loepa"

Akoe loepa akan roepa
Bentoek radjoetan panah hati
Patah djaroem benang poetoes
Hati tertoesoek harapan poen poepoes

Mana wangi aroma khas ?..
Mentjioem sedjoeta warna hanya memboeat pening
Akoe bertanya pada dinding
Yang kakoe tanpa geming

Akoe djoega loepa woedjoet ramboet
Kemilaoe hitam mendjamah boentoet
Olehnya akoe loeloeh lantak
Terpakoe menatap tak bergerak

Akoe loepa serak soeara memandja
Memanggil koe di batas kota
Kamoelah boenga di loerong sempit
Rindoe menggamit sakit menggigit

Bengkulu,26/11/13
Primanata.D
Wednesday, October 9, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Setengah jadi

"Setengah Jadi"

Ku dengar,
bagai gemerincing lari kereta kencana
berputar-putar beri kabar
Ku pejam mata,
sesaat suara kian getarkan jiwa
Dingin..ku dibasuh basah peluh

Entah dari mana arah datang angin,
mengusik bulu roma di peraduan malam
Aku terjaga di hantui satu potret wajah
rasa pilu iris kalbu

Apalah upayaku di bait ketiga ini,
kata-kataku buntung diujung puntung
Celoteh kita tak sedikitpun mengobati,
diam kita serupa beban punggung rembulan

Itulah kemana lari cernamu,
dari sebaris puisi setengah jadi
Kuterjebak malam ini,
rindu


@primanata
Saturday, September 21, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-sekilas kau lewat

Musim lalu ku tumpuk rindu
Bertalu talu dalam mimpi
Aku di hamparan bunga-bunga ungu
Sekilas wajahmu pergi

Ini di musim yang lain
Siapa sangka kenari kembali singgah
Pada ranting-ranting rapuh hayalan
Ku cabut tunggul kisah
Kita...

@Primanata
- 0 komentar

Puisi rindu-rindu di ujung senja

Aku berkata rindu seribu kali
Tapi semua tak kan terbayar
Aku memimpikanmu setiap tidur
Tapi ku rasa belum puas

Senja turun
Ku hanyut dalam lamun
Di hamparan pasir putih
Ku tanam satu janji 

tanpa bukti

@Primanata
Monday, June 10, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Rindu berkarat

"'RINDU BERKARAT"

Apa yang difikirkannya tak dapat lagi kubaca
Hanya mimpi lama,binal tertawa
Diantara batang hidung,dan mata itu
Setangkup rindu terbang bak butiran debu

Aku melayang di ayunan roman
Kau rantai berkarat,
ku genggam erat...

Primanata Dian Isa
Sunday, June 2, 2013 - , 0 komentar

Puisi cinta-Kerang dan karang


"KERANG DAN KARANG"

Seribu raja gundah diqolbu
Dua kali lipatnya selir merayu pilu
Wahai penasehat batin !
Lidi jiwa ini terpilin

Satu bakau menantang ombak
Biduk tua hampir retak
Lari kemana ?, sembunyi dimana ?
Sedang aku di genggam samudera

Cinta itu laksana kerang
Dihempas ombak ke-karang
Asin pekat...
Kerang kian kuat melekat

Dan kita laksana karang
Tubi menubi badai gelombang menyerang
Kita tak bodoh...
Oleh sebab itu kita kokoh

Wahai pemilik hati pembuka mimpi...!
Daratan belum tenggelam
Risauku menghujam

Bengkulu,02/06/2013
Primanata Dian Isa
Wednesday, May 29, 2013 - , 0 komentar

AKU ANAK BURUNG GEREJA

Kembali nyawa tergantung di puncak pinang
Angan-angan lari mendahului rencana
Aku setengah gila mendengar letusan bedil
Berlari setelah pedih bergaris di punggungku

Siapa perduli dengan batang badanku
Melangkah tak mampu diterka
Tujuan adalah arah angin
Lalu aku berdoa
; "Yaa Tuhan..
Hidup mati hamba di rantauan

Cambuk atau lecutan terserah !
Keduanya membuatku berani mati
Bahkan gunjinganmu tentang penderitaan
Membuatku bernyali bertahan hidup sendiri

Aku anak burung gereja
Bukan anak pipit padi
Memisahkan diri dari kumpulanku
Terbang jauh...
tinggalkan rindu

Bengkulu,30/05/2013

Sunday, May 12, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Diatas bangku rindu

"DI ATAS BANGKU RINDU"

Dalam beberapa ketukan,
kereta kuda itu kian jauh
Dua rodanya semakin mengecil,
hilang ditelan ujung jalan

Wajahmu diantara tembok tua,
mendekap sudut dinding
Kau lempar senyum..,
terpatrilah sudah sunggingan indah

Aroma wewangianmu dibawa angin,
berjalan mengelilingi dagu serta bahu
Bukan di kotamu
Bukan pula dirimu

Dia duduk manis tanpa sapa,
kerlingannya menarik biji mata
Dia bukan dirimu,
jelas bukan dirimu
aku menunduk rindu

Bengkulu,13'
Primanata Dian Isa
Thursday, April 25, 2013 - 1 komentar

Puisi rindu terpisah jarak dan waktu

"BINTANG TIMUR & BULAN"

Punggung gedung nampak terang
Tudung lampu jalanan murung
Satu bola nun jauh disana berbagi sinarnya
Seribu titik-titik cahaya di muka langit,
malam ini...

Hening..
Nyiur diam berdiri kaku
Pungguk di pucuk menunduk sendu
Angin tak datang rindu menjulang
Mengundang deru laju kenangan,
bersama mu...

Masih..
Sesekali kelip lampu tower memberi tanda
Bagai dulu kau hentak-kan lamunku
Di bawah sinar purnama muda
Laras hati berkeluh,
jauh....

Jarak..
Laksana Markurius dan Pluto
Jika kau bulan,akulah kejora
Menemanimu di ujung petang
Tenggelam bersama,

di jenjang fajar...

Banjarmasin,25/04/13
Primanata Dian Is
Monday, April 1, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Landasan tak berujung


"LANDASAN TAK BERUJUNG"

Apa yang hendak ku tulis...
jika setiap sisi di muka ku cermin
dan fikirku seperti jembatan gantung
panjang lurus rapuh lapuk

Apa yang hendak ku sampaikan...
bila secarik kertas tanpa aksara
terbentang lugu diam menunggu
sementara kata tertimbun gundukan debu

Apa yang hendak ku ungkapkan...
jika suara melayang di bawa angin
aba-aba bisu tak kau pahami
dan isyarat mata seperti ujung jarum

Apa yang hendak aku curahkan...
ini nama mu tak jua luntur
malam menjadi landasan tak berujung
kehadiran mu..
mendaratkan rindu yang tak terbendung


Banjarmasin 13'
Primanata Dian Isa
Friday, March 29, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Kebersamaan dan keluarga

"IKAN LELE DAN SAMBAL"

Saut menyaut sang pengingat menyerukan Ibadah Sahur di pagi buta...
Sambung menyambung jua,riuh kokok ayam jantan memecah suasana...
Teringat tak kala masa ayah dan bunda turut serta bersila di bentang tikar...
Dan para saudara yang berebut tua dengan tingkah serta kelakar
Adalah lukisan kenangan dalam canvas kehidupan
Aku dalam lamunan…

Kini ku rindukan canda kalian
Fikirku berlari mundur ke pangkalan
Bagaikan corak warna pelangi di sudut cakrawala
Yang hanya sekeping film hitam putih belaka…

Sepinggan nasi,secangkir air putih ku ratap pilu
Terhenyak lara hati menahan rindu
Aku dalam kesedihan
Bulan suci di perantauan

Sebatang racun dengan abu-abu sampah sesal ku hisap perlahan
Emosi dalam kepulan asap candu sebagai teman
Seketika turut sirna..
Pudar diantara melekul-melekul udara

Tidak ada yang special
Hanya sepotong ikan lele dan sambal
Air mata ku jatuh
Menghitung jarak yang semakin jauh

Batam 12' Dalam catatan.
Primanata Dian Isa
Thursday, March 21, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Kau luar biasa

"KAU LUAR BIASA"

Sepertinya ada yang kurang
Di setiap hariku,disetiap waktuku
Kau memanggilku "sayang"
Lama tak kudengar...

Sepertinya ada yang tak cukup
Di bangunku,di tidurku
Kau memberiku "perhatian"
Kini ku kesepian

Sepertinya ini berlebihan
Di ungkapanku,di baris kata-kataku
Kau bertanya "mengapa demikian"
Aku dalam keseorangan

Sepertinya ini tak biasa
Di yang sudah dan yang pernah ada
Kau menutup pintu
Aku di pasung rindu

Sepertinya aku baru merasa
Jika kau sangat " Luar Biasa"

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
Monday, March 18, 2013 - , , 0 komentar

Puisi sosial-Untuk anak kapal

"DI BURITAN KAPAL LAUT"

Di buritan kapal ini
aku melihat satu bias cinta
tenggelam di ujung samudera
seberkas cahaya emas
hilang tanpa bekas

Jejak jalan kapal masih membelah putih buih
aku melihat satu rindu bertalu
mengejar-ngejar para camar
dan mercusuar
mulai terlihat samar

Kau awak kapal penghuni bentang samudra lepas
Kita akan pulang !
Kita akan kembali ke ladang
mencari cinta yang hilang

Kau awak kapal hantu belau
Kita akan mendarati kaki
Kita akan mencumbui putik melati
memeluk sang bunga hati

Anak mu..
Istrimu..
menunggu...



Didedikasikan untuk pelaut
Banjarmasin,18.03.13
Primanata Dian Isa
Saturday, March 16, 2013 - , 0 komentar

Puisi cinta-Risau

"RISAU"

Raja gulana datang tak di undang
Duduk di singasana jiwa
Bersemayam menunggu fajar
Diri ini risau

Hoi ! malaikat atmosfer berkerudung hitam !
mengapa senyap kau hujam ?
Hoi ! dewa penjaga hati !
mangapa gundah tak pergi ?

Malam tanpa rasi bintang
Bulan mandi ditutup tirai awan
Telinga ku berdenging nyaring
Diri ini risau

Hoi ! mata langit !
mengapa sepi sakit ?
Hoi ! pramupintu hati nan pilu !
mengapa tumbuh rindu ?

Tentara gulana menyerang
Cinta ku meradang

Banjarmasin 13'
Primanata Dian Isa
- , , 2 komentar

Puisi sosial-Buyar keluar

"BUYAR KELUAR"

Manakala cinta bergelora di dada insan
seperti bunga-bunga bermekaran
bagaikan tikus dan kecoa di gorong-gorong
yang banjir lantaran tersumpal botol plastik kosong
buyar keluar

Dan rindu melekat pilu
umpama semut menunggu tetesan madu
bagaikan belatung di perut bangkai
yang tergolek di selokan jalan
buyar keluar

Juga jiwa-jiwa sosial meneropong
laksana kecepek pejuang tua menodong
bagaikan penghuni isi rimba
yang kocar kacir karena amukan merapi
buyar keluar

Perang aksara tumpang tindih
bergelimpangan seperti mayat-mayat
berserakan dibiarkan terombang ambing
diatas kertas kusam lusuh
setelah buyar keluar
hilang...
lalu hadir kembali

Banjarmasin,16,03.2013
Primanata Dian Isa
Wednesday, March 6, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Simpul Temali Hati

"SIMPUL TEMALI HATI"

Tali pengikat kalbu
ini rinduku berjuta plankton
yang menjadi alas karang dan kerang
tebal menyelimuti dasar samudera

Gelombang angin gusar di permukaan
mengiringi tubian debur ombak
dan cadas bukit terjal pembatas
adalah pelampiasan atas lecutan rindu

Simpul temali hati
ini rinduku para unggas laut
yang menari-nari di panggung langit
riuh mencari tumpuan berpijak

Gelombang angin meninggi
menggeser tebalnya jubah awan
dan daratan gersang menunggu
adalah kau tepian rindu

Pasir putih padu buih
aku padamu
setia



BANJARMASIN,06/13/2013
PRIMANATA.D
Monday, March 4, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Kereta Khayal


"KERETA KHAYAL"

Mata ku menangkap seberkas cahaya
raga jiwa hampa,senyap menggeluti
Semilir angin membawa paras wajah mu
seketika berlalu..
bersama awan malam

Lilin kecil ini kian mencair
sang kalbu terbakar rindu
dan kereta khayal ini telah tiba disana
dimana dulu pena mengukir cinta

Malam ini galaksi serta merta mengetahui
aku bercerita pada sejagad bintang
tentang mu,tentang kita,tanpa kabar
Sirna...
bersama purnama di ujung bumi

Kisah usang ku kini berdebu
naskah ini sama di lakoni insan berbeda
Senyum mu,getar suara mu,gelak canda mu
Hilang...
bersama pergantian musim

Pijar lentera padam
hati berpinta dalam sepi
kau hadir dalam buai mimpi


BANJARMASIN,04/04/2013
Primanata Dian Isa

Followers