Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi untuk Bandung. Show all posts
Showing posts with label Puisi untuk Bandung. Show all posts

Penyair tanah air

Aku patah,
pada puisi-puisiku
Aku mati kering,
pada syair-syairku
Aku tumbang,
pada sajak-sajakku
Itu kelak,
Jika bumi sudah muak
Kutitip puisi,
di keremangan malam
beratap ribuan gemerlap bintang
tanda aku ingat
Kuselip syair-syair,
di lengkung pelangi
cakrawala nusa
tanda aku cinta
Kusimpan sajak-sajakku,
di setiap butiran hujan
tanda aku perduli


@primanata d.
Wednesday, October 9, 2013 - , 0 komentar

Puisi untuk kota bandung-Telaga bodas

"Malam di Telaga Bodas"

Lepas senja di telaga bodas
langit parahyangan menangis pilu
mendengar kabar hati dicambuk cemeti
dan air matanya adalah gerimis

Terlalu banyak kebisuan dalam senyum
itu selaksa tumpukan boneka jalanan
peduli apa akan gerimis
bahwa derita menggunung tangis

Malam di telaga bodas
kotamu tuli,

berlalu tak perduli
secangkir moka nyaris tak berasap
beku direndam dendam

@primanata
Sunday, January 6, 2013 - , , 0 komentar

Puisi untuk Bandung-Pergantian tahun


“2012-2013”

Malam mega mega terang benderang
Gelegar nada riuh suasana tanpa bintang
Langit penuh warna
Aku termangu bisu diantara suasana

Dentum suara silih berganti berbunyi
Ujung Desember menjadi saksi
Tahun telah berlalu
Sekilas ku kenang saat bersama mu
…………………………………………………………………………..
Cinta kita bagai kembang api berpijar
Meluncur kencang dari pangkal daratan
Menggapai langit hitam memancar sinar
Pecah terang diantara kilauan

Indah memang indah walau sekejap
Mengalahkan lampu kota gemerlap
Ujung tahun berakhir sudah

Angka tak terasa berubah

Kenang ku pada mu diantara keramaian
Di sudut bandara kota padjajaran
Langit pesta warna
Kini ku lamun jauh pada cakrawala

Padamu duhai relung hati
Tahun telah berganti
Aku berselimut resah
Semoga kau kenang kisah


BANJARMASIN,PADA PERGANTIAN TAHUN
PRIMANATA.D
Monday, November 26, 2012 - , , 1 komentar

Puisi tentang kota bandung-Lorong waktu


"LORONG WAKTU"

Menyusuri setapak jalan di kota mu
diantara keramaian kota namun hening di telinga ku
ada satu yang tak pernah akan ku lupa
kau datang padaku saat gerimis dengan setangkai payung cinta

Menyusuri sepanjang jalan di kota mu
neon Box,spanduk,billboard raksasa bisu tak bersuara
ada kata yang selalu ter-ngiang
erat peluk mu pada kecepatan 99Km/Jam
dan kau bisikan
; "Aku akan mati bersama mu"

Menyusuri ladang Strawbery di kota mu
sungai,Villa,dan Strawbery merah menyapa ramah
ada tingkah yang hingga saat ini buat ku tertawa sendiri
ketika berbagi rata buah diantara bibir kita

Menyusuri malam dengan dinginnya di kota mu
temaram lampu kota seakan mengintip dan bertanya dalam hatinya
mengapa kau kembali ke jalan ini ?
dimana senyum,canda,tawa,yang kau miliki dulu ?

; "Kini kau sendiri"......

DEPOK,10/11/12
PRIMANATA.D
- , , 0 komentar

Syair-Untuk kota Bandung


"ANGIN DARI TANGKUBAN"

Semilir angin malam menikam
menembus jaket ku yang kusam
berhembus datang dari tangkuban
membuka lembar kenangan

Hamparan kilau lampu
ku pandang dengan tak jemu
disini kau dan aku datang
di DAGO bukit bintang
...........................................

Dengar dengarkanlah kasih
dendang lagu cinta
yang dulu mereka nyanyikan
meski tak merdu,namun penuh makna

Ingat-ingatkah dirimu kasih
Kedai tua dengan kopinya
berdua kita berkasih mesra
dan disekitar,mereka pun sama
......................................................

Jangan kau lupakan
kenangan yang kuceritakan
Ini bukti untuk mu
jika kau masih ku rindu....


DEPOK,20/11/12
PRIMANATA.D
- , , 0 komentar

Puisi cinta-Gerbong 13'


"GERBONG TIGA BELAS"

Kala itu November menyapa
Pagi masih sangat muda
Kiaracondong membuka kisah
Kita di cengkam gundah

Gerbong tiga belas

Lorong ke lorong berpalang bimbang
Ratusan mata seratus tujuan
Genggaman tangan mu masih di ingatan
Bersama kita lalui rintangan

Gerbong tiga belas

Satu bangku hanya untuk mu
Satu cinta ku berikan pada mu
Dan pada setiap mata-mata yang ada
Kita tunjukan arti cinta yang sesungguhnya

Gerbong tiga belas

Hening suasana pecah oleh asmara
Tawa dan rayu lepas tanpa malu
Kaki-kaki berdiri mulai cemburu
Ketika kau dan aku duduk di satu bangku

Gerbong tiga belas

Kini November menyapa
Pagi masih sangat muda
Sendiri ku di bangku lama
Kenang kisah kita berdua

Gerbong tiga belas saksi bisu
Memori masa lalu



Kiaracondong,11/11/12
PRIMANATA.D

Followers