Aku patah,
pada puisi-puisiku
Aku mati kering,
pada syair-syairku
Aku tumbang,
pada sajak-sajakku
Itu kelak,
Jika bumi sudah muak
Kutitip puisi,
di keremangan malam
beratap ribuan gemerlap bintang
tanda aku ingat
Kuselip syair-syair,
di lengkung pelangi
cakrawala nusa
tanda aku cinta
Kusimpan sajak-sajakku,
di setiap butiran hujan
tanda aku perduli
@primanata d.
Mengapa mesti tersipoe maloe
Bersemboenji di balik selendang poetih biroe
Dakoe bertanja pada dirimoe doehai Rindjani?
Sebab wadjah Gili tiada seri
Riak ombak tiadalah djoea ganas
Rompoet laoet beserta karang merias paras
Goenoeng Agoeng menggoda Trawangan
Namoen mengapa dirimoe bersemboenji Rindjani?
Akoe di bawah kepak camar
Berharap engkaoe memboeka tjadar
Apa akoe haroes mendekat ?
Menemboes kaboet jang kian pekat?
@Primanata d.
Mataram-NTB