Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Sajak sosial. Show all posts
Showing posts with label Sajak sosial. Show all posts
Thursday, December 4, 2025 - , , , 0 komentar

Tesso Nilo puisi

TESSO NILO

Ingin kau sebut dia apa ?

Tesso Nilo yang dulu riuh kicau kucica hutan.

Sahutan siamang menggema di setiap lereng bukit.

Dan anak gajah yang bergelut riang di bentang savana.


Tesso Nilo dengan jubah berat di lantai berhumus

Kian tandus oleh akar - akar sawit yang rakus

Kotornya ketamakan, mengalir serupa warna sungai Indragiri.

Kini ? Ingin kau sebut dia apa?


Primanata D.I

Bengkulu, 05 Des 2025

Tuesday, August 6, 2024 - 0 komentar

Sajak JAHIL

Aku melihat realitas yang jatuh di titik malam

Pada temaram lampu remang

di latar club - club malam

di hotel - hotel tempat iblis bersemayam

Perempuan - perempuan muda kurang akal

Bersolek ayu telanjang dada

Pemuda pacat itu menjajakannya ! 

Benar - benar idiot, menurutku.


Aku melempar tanya pada gedung - gedung sekolah yang kian kokoh ini

Inikah hasilnya ? 

Para pendidik honorer sibuk memikirkan masalah dapur

Kepala - kepala pendidik yang berbisnis buku, seragam serta iuran yang katanya  Uang Bangunan

Hah bedebah !

Dan pemudi - pemudi itu akhirnya seperti sendal japit di kamar hotel

Jahiliyah !


Ojek online berlabuh sebelum tabuh subuh

Istrinya membukakan pintu dan bertanya 

 ; "Cukup untuk sayur dan uang saku anakku" ?



Bengkulu, 07/08/2024

Primanata D.

- 0 komentar

Sajak DIPERKOSA BAJINGAN

Keadilan hanya untuk orang yang berada.. 

Rakyat kecil seperti kerikil tumpul

Tersingkir dan berceceran di drainase yang berbau limbah deterjen

Siapa perduli ?


Aght....(Menghembus nafas panjang)


Wakil rakyat berlenggang dengan penampilan parlentenya

Matanya  bersembunyi di balik kaca mata hitam

Bukalah bukalah lihatlah lihatlah matanya di balik kaca mata impor itu !

Mereka seperti tikus - tikus yang rakus melahap aspal

Bajingan !


Wahai Pahlawan ku...


Di hari kemerdekaan ini, kami mengibarkan bendera  Merah Putih yang telah usang.

Meski dengan tonggak pipa sapu lantai yang patah

Sebab bendera - bendera Ibu Pertiwi mahal !

Sebab pipa - pipa besi hanya milik Pejabat !

Sebab bambu - bambu dikuasai Cukong !

Maka maafkanlah kami Ibu Pertiwi. 


Apa itu keadilan ?  


Dewi Keadilan terikat matanya, dan diperkosa oleh institusi yang bobrok

Dewi Keadilan melahirkan anak - anak durhaka, cabul

Yang menindas, memperkosa hak - hak keadilan rakyat jelata

Yang dijejali oleh kebodohan mutlak


Sajak ku ! dihalau anjing - anjing Birokrat dan Elite Politik yang mengangkang

dan mereka berkata : "kita adalah Kafilah"

Bajingan memang.


Novriansyah.

Bengkulu, 06/08/2024

Tuesday, December 27, 2016 - 0 komentar

Sajak sosial Komplit Dah

KOMPLIT DAH

Aku gendut dari jalan jalan
Perutku buncit karna jembatan jembatan
Rumahku mewah dari bantuan bantuan
Mobilku lima hasil potongan potongan


Aku suka kekeluargaan
Proyek ada lempar ponakan
Hukum aturan boleh saweran
Tumbuh gedung dapet kenalan

Aku di awal duit duit
Aku di jalan pelit pelit
Hidup di atas yang sakit sakit
Agar terhindar dari pailit

Owh aku darmawan pada simpanan
Senyum menawan di spanduk prapatan
Hambur janji di koran koran
Atur jabatan jadi warisan

Aaah sudahlah sudah
Main santai jangan gegabah
Ikut terjerat tetep sumringah
Masuk penjara harta berlimpah
Komplit dah

Primanata.D.
Bengkulu 10/09/16
Monday, October 19, 2015 - , 0 komentar

Sepenggal Celoteh Puisi


...sedang aku tersia-sia?
: Apa aku tiada menawan setelah kau goreskan?,
Sudahlah tak pula ku hiraukan itu,
sebab aku darimu adalah pelampiasan
Aku laksana bara di tungku,
setelah kau berdiang,
aku menjadi abu.

Jambi,20/10/15
@Primanata Dianisa
Sunday, October 18, 2015 - 0 komentar

Abu-abu

Sajak : Abu-abu
Biniku oi biniku
Dikau molek montok ayu biniku
Dikau nyit nyit pitaloka kesepuluh
Putri bidadari langit ketujuh
Yang patah sayapnya lalu jatuh
Tepat menghujam di ha ti ku
Biniku o biniku
Dikau pemalu diam bisu
Suka mengorek-ngorek yang ada di tubuhku
Rahasia,tai telinga bahkan jerawat di jidatku
Kamu korek abis-abisan sambil menggerutu
Loh aku cuek aja bilang ; sak karep mu
Biniku oi biniku
Ojo ngumpet-ngumpet koyo kecoa gitu
Tak lindes pake sendal jepit baru tau
Artis itu jagone selingkuh
Loh dirimu itu sopo??
Biniku to ??
Biniku o biniku
Hayo kita cumbu cumbu di balik batu
Seperti telenovela berjudul alasan palsu
Atau pejabat koruptor yang ngeles dituduh
Maling duit rakyat dari proyek abu-abu
Dan berkata ; "rejeki ku"
Sambil nyegir tanpa malu
Biniku o biniku...
Mana kopiku!
Bengkulu,18/10/13
Primanata D.
- , 0 komentar

Sajak Tenaga kerja Wanita

"SAJAK TKW"
Sekepulan asap mencumbui muka lonjong
Tuminah dituduh garong
Hancor minah,minah di fitnah
Hatinya meletus banjir nanah
Minah minta tolong pada tuhan
Tuhan bilang itu ujian
Minah minta tolong pada duta besar
Duta besar bilang sabar
Minah memohon pada langit dan bumi
Sambar aku petir berapi !!
Kalut bergelut
Lemas di sendi sikut lutut
Luka dihati dapat diobati
Noda di wajah hitam putih
Bengkulu,15/10/13
Primanata D
Monday, October 12, 2015 - , 0 komentar

Puisi sosial - Guru Tarno

"Guru Tarno"

No..
Sembilan bulan lagi kamu keluar nak
dari sekolah merah putih samping bengkel motor bapak 
yang gurunya rajin nitip catatan sama ketua kelasmu
lalu pergi entah kemana ujar satpam ragu

No...
Obeng ceper kok g ada ya?
kunci lapan sembilan serasa lupa naronya
tapi sudahlah tak apa nak
besok bapak beli peti biar bisa dikunci
jadi alat bapak g ilang lagi

No...
Barusan bapak nonton tipi nak
kata suara yang keluar itu tarno
anak sd yang maling motor buat bisa ikutan balap liar
loh jadi gurumu kemana no?
loh jadi obeng ceper sama kunci sembilan sepuluh sama kamu to!
itu barang bukti masuk tipi no

No...
Keluar penjara mau jadi apa kamu nak?
No..no..
gurumu kemana no...??!

12/10/2013
@primanata
Friday, October 9, 2015 - , , , 0 komentar

Puisi untuk Jambi

Jambi pada Oktober2015
Kami adalah perisai di langit Jambi
Menolak burung-burung raksasa menyentuh bumi Batanghari
Kami adalah ibunya Kelambu 
Yang diakui oleh api dan abu
Kami terperangkap dan terjebak
Tersesat diantara nafas manusia yang sesak
Kami adalah korban pemerkosaan
Dari mereka penguasa lahan
Kami kabarkan mereka yang bebal
Dengan muka yang makin tebal
Entah apa mereka sudah buta?
Menilai bumi tua masih balita ?
Kami kunjungi langit ketujuh
Memohon agar rintik air jatuh
Dan kepada angin musim kedua kami berpinta
Jauhkanlah Jambi dari air mata
Wahai Kumolonimbus !
Murkalah di tubuh kami yang menghangus !
Jambi.08/10/2015
@Primanata D.
Monday, October 5, 2015 - , , , 0 komentar

Puisi di musim kemarau 2015

LUMUT DALAM GENTONG
"Kapan kami dikeluarkan ?"
"Disini begitu panas"
"Ini seperti di Alcatraz tuan"
"Kapan kami dapat bebas ?"
"Disini begitu hampa"
"Ini adalah Bangker anti rudal tuan"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Bayolan para kodok"
"Hentakan kaki hujan"
"Cekikikan daun dan ranting"
"Gelak angin"
"Riuh guntur"
"Dan kilat yang sibuk memotret-motret bumi"
"Kapan tuan ?"
"Kapan?"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Sawah tergenang,sungai meluap"
"Jalan menyungai,sungai menyeringai"
"Dan kalimat dari tuan" :
"BOR..."
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Ilalang menari,bunga liar bersemi"
"Belukar dan burung-burung bernyanyi"
"Hujan kalahkan api"
"Kapan kami dapat dengar lagi?"
"Tinggi air di waduk meningkat"
"Pintu air dibuka"
"Atau"
"Eksploitasi batu dan pasir"
"Penebangan hutan lindung"
"Kapan kami dapat dengar lagi..."
"Desing jetpump dan kejaran buih"
Bengkulu,06/10/15
@Primanata D.
Thursday, October 1, 2015 - , , , , 0 komentar

POTRET JODOH

POTRET JODOH
Ibu pulanglah..
Anakmu tiada yang jaga
Ia sendiri di kamar itu
Lelap dengan mimpi jadi lelaki sejati
Ibu pulanglah
Waktu nak subuh pula
Bukan hangat yang kan membalut
Namun dingin makin menggulut
Ibu pulanglah bu..
Sebelum tabuh berbunyi
Tubuhmu tutupi

BATAM,20/09/2015
Primanata Dianisa
Thursday, May 28, 2015 - , , 0 komentar

Puisiku berjudul HAGH...

"HAGH"
Hagh...
untuk yang kutulis
mau kuhadiahi buat siapa?
atau kutitipkan saja
atau kulempar saja
Hagh...
menyedihkan sekali aku ini
mempecundangi diri sendiri
Hagh...
buku-buku itu pohon yang dikuliti
aku tak tega ikut menguliti
bumi ini sudah keriput tua
memang..
tulisanku masih kencang dan muda
Hagh...
buat siapa tulisan ini
mau diapakan
dipampang di toko buku berkelas?
atau sekedar dokumentasi berdebu tuk anak cucu?
Hagh...
buntu pula kantongku
bapakku bukan pengusaha kaya
makku ibu rumah tangga
mau kulempar kemana tulisanku ini
Hagh...
gila juga lama-lama
Hagh...
aku menyindir
mereka tak tersindir
padahal majas-majasku jelas
Hagh...
mereka cuma baca koran
buku buku berkelas
impor
soal bisnis
trik
dan intrik
Hagh...
sudahlah..
@Primanata D.
Bengkulu.28/05/2015
Wednesday, May 27, 2015 - , , , , 0 komentar

Bualan Rembulan

Bualan Rembulan
Sungguh ada kesal yang membeku
di dada, di hati dan di gumamku
Mengapa semua sombong ?
apa aku sendiri

yang mengepompongkan diri ?
Bidukku lama tak lepas sauh
di samudera dan angin yang bertabuh
tepian tak nampak
awan tiada berarak
apalagi para camar ?....
Yang dapat kupahami adalah arah mentari
Timur dan barat bintang utara
Sementara remboelan teman dengan segala bualan
@Primanata D.
Bengkulu,27/05/2015
Sunday, April 19, 2015 - , , 0 komentar

POTRET BUKU BACAAN

Potret buku dalam gelap
Nasibnya..
Disekap di ruang gelap
Di toko tuannya itu...
Bertahun-tahun lamanya
Dirantai bandrol harga
Setara tiga cupak beras
Akue menaruh iba...
Pada mereka
Dan para perangkai kata
Bengkulu,hari ini
@Primanata D.
- 0 komentar

Pengusaha kayu tanpa HPH

Dan ramboetkoe ombak samoedra
Ngarai dan boekit soengai dan parit
Dan akoe pendjaga pantai
Dan akoe poelisi hoetan
Dan ketombe adalah sampah laoet
Dan koetoe adalah
; Pengoesaha kajoe tanpa HPH
Dan akoe enggan pangkas
@Primanata D.
- , , 0 komentar

Sajak sosial Kata Di Peti Mati


Akoe taroeh kata di peti mati
Tidak didengar tidak poela dibatja
Orang-orang berdjidat mengkilat
Orang-orang tanpa beban kehidoepan
Di peti mati
Keloeh kesah sesal lara
Bergoelat hebat dalam dada
Oo Toehan ...
; mengapa air keroeh
Sedang hidoep mesti bertaroeh
Kata di peti mati
Tjeloteh penolakan kebidjakan
Ramboe-ramboe ketimpangan
Sepatoe kulit ringan di timbangan
Lengang bordjoeis di lorong mardjinal
Todong ! Tikam ! Mangsa ! Djagal
Terakhir..
Ku sakoe kata di peti mati
Dia tahoe dia lihat
Tapi atjoeh tak atjoeh
Asik mencoemboe lemboe
Berselimoet kelamboe
Oleh : Primanata D.
Kota Bengkoeloe 09-11-2014

POTRET INDONESIA 2014

Di bawah tanah ada minyak
Tungkuku puntung kayu
Di bukit ada emas
Berasku berkutu-kutu
Di sungai ada pasir
Lantaiku tanah merah
Di gunung banyak batu
Rumahku berkaki bambu
Dan telaga-telaga jernih
Jauh memusuhi
Manakala hujan tak tandang
Ladangku kering kerontang
Lalu sapi-sapi busung lapar
Kambing-kambing ceking
Di tudung sayurku
Tiwul...
@Primanata D.
Potret Tanah Tumpah Darah
- 0 komentar

POTRET POLISI PAMONG PRAJA

Sepuluh polpp versus dua emak emak
Suasana ramai disekap tirai hening
Tawar menawar bisu bermata buta
Emak digiring
Krupuk kering garing
Berhamburan tak bertuan
Penertiban
Atau...
Penindasan
@Primanata D.
- , , 0 komentar

BALADA MARJINAL

Balada Mardjinal di Pasar Tradisional
Boekan mendoeng tapi terang
Mahoni toea di bawah Desember
Berkata langit pada boemi
Hari ini awan meradjoek mendjaoeh
Dan mereka memendam lara
Dari lapak-lapak membentang djala
Hasil samoedera dari sisa badai
Dan dia...
Dia jang membisikan pesan ke telinga boemi
O sampaikan pada Toehan
Pada malaikat
Pada oemat moe jang melihat
Dengan segala endapan piloe
Membatoe
Satoe persatoe boetiran beras
Di bawah tatapan moe
Dipoengoetnja
Bengkoeloe,26/12/14
Primanata D.
- , , 0 komentar

Sajak Gelenjit=Genit

GELENDJIT
Menjakit ladjang betina lanang
Baik keripoet atau kentjang
Bila betina badjoenja setengah telandjang
Bila lanang hidoengnja belang
Mata terpakoe di boerit
Akal tertoedjoe di doeit
Ta' perdoeli manis pahit
Gelendjit itoe penjakit
Lihatlah gadis tonggeng berlenggang
Gelendjit boekan kepalang
Merah bibirnja njala terang
Perangainja sedikit djalang
O..oo menjimpang
Lihatlah boedjang djelalatan memandang
Lidahnja toeroet bergoejang
Goda bertaboeh macam genderang
Sioel menjeroe bak boeroeng elang
O..oo benar benar ; gelendjit
Bengkoeloe,hari ini
@Primanata D.

Followers