Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label Puisi cinta. Show all posts
Thursday, October 1, 2015 - , , , , 0 komentar

POTRET JODOH

POTRET JODOH
Ibu pulanglah..
Anakmu tiada yang jaga
Ia sendiri di kamar itu
Lelap dengan mimpi jadi lelaki sejati
Ibu pulanglah
Waktu nak subuh pula
Bukan hangat yang kan membalut
Namun dingin makin menggulut
Ibu pulanglah bu..
Sebelum tabuh berbunyi
Tubuhmu tutupi

BATAM,20/09/2015
Primanata Dianisa
Saturday, September 19, 2015 - , , , 0 komentar

TANJUNG PINANG

Hanja kepalamoe sadja jang nampak
Bak bidadari jang menjemboel dari teloek
Namoen hanja kepala sadja
Dikau Tandjoeng Pinang, itoelah dikau
Trikora jang mengoendang datang
Lagoi bersoeara, Bintan memboedjoek
Akoe masih terdoedoek
Hilang sajap, hilang sayap wahai raja
Esuk koe andoen Poelau Penjengat
Soedjoetkoe tanda ingat
Tandjoeng Pinang
Kota 1000 pantun
@Primanata D..
Sunday, October 5, 2014 - , , 0 komentar

Puisi bimbang

"Kalimat yang lari"

Ku pasung kata melawan hening
Diantara selempang kuning warna langit
Senja tadi tiada ubah memang...
Hanya nyiur dan angin berkepak bimbang


Ku rantai kata dalam gulana
Di sana,
di hampar samuderaMu nan gelap
Malam ini tiada ubah memang...
Hanya secerca cahaya rembulan remang

Lalu apa lagi nak ku sulap ?
Sedang di kata aku silap
Satu duanya entah kemana lari
Tinggalkan ku seorang diri

Hari ke hari tiada ubah memang..
Secarik puisi kupajang gamang

@primanata d.
Monday, December 16, 2013 - 0 komentar

Puisi cinta-Aku dan malam

Puisi cinta ; "Aku dan malam"

Sayang yang tersayang..
ku bilang kamu itulah mega-mega
dunia bermuka mendung
diammu marah tak terbendung
kamu murung

Gerangan itu adalah masa lalu
komplotan-komplotan setan mengusik
berbisik-bisik jika aku ini pelacur lanang
yang jalang

Sayang yang tersayang...
aku dulu anjing aku dulu babi
aku kera yang tamak hati
aku binatang hina semena-mena
yang tidur mendengkur dan tak pernah bersyukur

Perempuanku bidadari
cemburu apa yang mengusik asmaramu padaku?
kenangan-kenangan berbau bangkai?
atau kisah-kisah romansa lama?
jika aku dulu manusia hina
apakah hatimu kan tetap terbuka

Aku melihat mendung petang tadi
angin di ketinggian empat ribu meter diatas kepala
menggiring awan hitam pekat hebat
berlalu saja tiada singgah
lalu hilang
seiring bulan beri benderang

Sayang yang tersayang...
jika dulu petang tadi
maka sekarang aku malam ini

@primanata d.
Monday, December 9, 2013 - , 0 komentar

Puisi cinta-aku lupa

"Akoe loepa"

Akoe loepa akan roepa
Bentoek radjoetan panah hati
Patah djaroem benang poetoes
Hati tertoesoek harapan poen poepoes

Mana wangi aroma khas ?..
Mentjioem sedjoeta warna hanya memboeat pening
Akoe bertanya pada dinding
Yang kakoe tanpa geming

Akoe djoega loepa woedjoet ramboet
Kemilaoe hitam mendjamah boentoet
Olehnya akoe loeloeh lantak
Terpakoe menatap tak bergerak

Akoe loepa serak soeara memandja
Memanggil koe di batas kota
Kamoelah boenga di loerong sempit
Rindoe menggamit sakit menggigit

Bengkulu,26/11/13
Primanata.D
Wednesday, October 9, 2013 - , 0 komentar

Puisi untuk kota bandung-Telaga bodas

"Malam di Telaga Bodas"

Lepas senja di telaga bodas
langit parahyangan menangis pilu
mendengar kabar hati dicambuk cemeti
dan air matanya adalah gerimis

Terlalu banyak kebisuan dalam senyum
itu selaksa tumpukan boneka jalanan
peduli apa akan gerimis
bahwa derita menggunung tangis

Malam di telaga bodas
kotamu tuli,

berlalu tak perduli
secangkir moka nyaris tak berasap
beku direndam dendam

@primanata
Saturday, September 21, 2013 - , 0 komentar

Puisi singkat-Pemandangan selat malaka

Bulan berwajah kuning langsat 
memanah lamunnya pada teluk-teluk tenang semenanjung malaka.
Hamparan bakau,
dan karang samudera,
seakan betah bersandar dibelai mesra sang bayu.
Sepertinya malam ini mega-mega sudah salah tingkah...
Sebab purnama begitu menggoda


Batam,22-09-2013

Primanata Dian Isa
Sunday, July 7, 2013 - , , 0 komentar

BUKAN AKU TEGA-puisi

"BUKAN AKU TEGA"

Bukan aku tega
menyiram dengan air raksa
menyemprot aroma comberan di tubuhmu
yang kala itu wangi

Sedari dulu
sudah kukatakan akan ada banyak pasir
bahkan batu gunung kan menggelinding turun
sungai-sungai pun kan dangkal
riwayat terkubur

Mungkin kau murka
kau rundung aku dengan hujan lumpur
seribu gempa susul menyusul
riuh unggas cemas dikejar abu panas
entah kapan sudah

Jelas aku sengaja
meniup bara magma
agar kau mengerti
masa depan mu lebih berarti

Bengkulu,07/07/2013
Primanata Dian Isa
Saturday, July 6, 2013 - 0 komentar

Puisi kertas kusam

"PUISI KERTAS KUSAM"

Kita melamun
dikepala mengantri sejuta kata
yang menunggu giliran tuk dipajang
namun itu seperti keran tersumbat

Nada-nada mengacaukan alur
mata pena lesu
mungkin kita malu hati
sebab itu tak terbukti

Ini lamban jadi
masih ku gores kelok-kelok kata di kertas kusam
meniti malam
penuh kecurigaan


Bengkulu,06/07/13
Primanata Dian Isa
Friday, July 5, 2013 - 0 komentar

Puisi untuk kekasih yang bukan jodoh

"SEMOGA BAHAGIA"

Dibumi kita kalah
terpisah sudah oleh belah jurang menganga
kita nyaris tak terlihat
puing rindu sesekali jatuh ke tenggorokan bumi
dan itu adalah sisa cinta

Dibumi kita usai bertarung
samudera kian meninggi
mengikis karang,pasir,tanah melawan arus sungai
dan semua angan dan cita
tak lagi bermuara

Dibumi tiada jerambah tuk kita berdamai
namun jauh hari
ku sudah memaafkanmu
: "Semoga bahagia"

Bengkulu,05/07/13
Primanata Dian Isa
Thursday, July 4, 2013 - 0 komentar

Aku keruh-Puisi cinta

"DAN AKU KERUH"

Air di belanga nampak bening diam
: Dasar memendam,debu tidur tenang
Kau bentur meja dimabuk malam
Aku keruh goyang terguncang

Tak kutoleh bayangan liarmu di belakangku
Yang mencumbui tembok celah bata merah
Ada bunga sewarna ungu
Kupikir : Kau di dua rasa

Aku keruh dikacau risau
Hatiku rusuh ribut sendiri
Dia di belakang berkicau
Main hati : sembunyi





Bkl,04/07/13
Primanata D.
Thursday, June 27, 2013 - 0 komentar

Dari hati ke hati-Puisi-cinta



Puisi cinta
Dari hati ke hati

Kita bisa saja bertanya kepada angin
dari delapan titik penjuru
Tapi angin bisa saja menipu
isi setiap lembar melayangnya kabar
 

Kita bisa saja bertanya kepada malam
dari dua belas bulan dalam setahun
Tapi malam tak selalu penuh bintang
dan bayang-bayang itu muncul hilang
 

Kita bisa saja bertanya kepada waktu
dari setiap pacuan detiknya
Tapi waktu tak kan pernah berbicara
apakah masih ada cinta atau tidak
 

Kita bisa saja bertanya kepada hati
dari hati ke hati
Dan hati tak akan pernah bisa berdusta
jika rasa itu nyata
masih ada



Bengkulu,22/06/13
Primanata Dian Isa



Thursday, June 20, 2013 - , , 0 komentar

FAJAR MENYINGSING DAN SENJA MERAH KESUMBA

"FAJAR MENYINGSING & SENJA MERAH KESUMBA"

Istriku...
perutmu tambah buncit
sudah sering sakit-sakit
kamu bilang dia suka nendang
dan kita sependapat jika kelak keluar
ia adalah lanang

Istriku...
jika teriaknya memecah subuh
sebelum atau sesudah adzan
kita tak perlu pening-pening
dia kan ku berinama
; "fajar menyingsing"

Betul...
memang itu cakrawala muda
hangat menyinari penjuru bumi
bahkan gunung tinggi pun ditembusnya
ia akan bertarung menyingkirkan para kabut
yang berselimut keserakahan

Kini kau bertanya..
jika tangisnya menyambut petang
dikala semua burung kembali kesarang
nama apa untuknya??

kuberi nama dia
; "senja merah kesumba"
dia akan bertarung melawan gelap
hingga tetes darah penghabisan

Bengkulu,20/06/2013
Primanata Dian Isa
Sunday, June 16, 2013 - 0 komentar

BERCUMBU DARI JAUH

''BERCUMBU DARI JAUH"

Api cintamu merembet disumbu cumbu
menyala-nyala dikejar abu rindu
larinya antara cepat dan lambat
lalu meledak begitu hebat
Jelas saja gemuruh angin ricuh
iri melihat kita mandi peluh
karna kita memang tak dekat
dan tak telanjang bulat

Bencolen,June,13'
Primanata Dian Isa
Monday, June 10, 2013 - 0 komentar

Puisi untuk sebuah pernikahan

"HIDUPLAH BERSAMAKU"

Cukuplah sarung dan mukena
Dua sejadah,tasbih kopiah
Hati keras kebal,mengijak krikil hidup
Kening mu nak ku kecup
Kita menikah...

Saat ini tiada harta benda
Angan terpancang ditanah lapang
Bukan pasrah,aku ber-upaya
Menangkap udara,menyimpannya disaku rencana
Dewiku antara bumi dan langit
Kilat digumpal awan pecah
Kita sah...

Bkl,June13'
Primanata Dian Isa
Friday, June 7, 2013 - 0 komentar

Puisi cinta-Sang hawa


"Untuk Sang Hawa"

Deru air jatuh damaikan lara jiwa
Embunnya adalah cinta,membasuh luka
Aku tak perduli tentang mata telaga
Tentang asal muasal sianak jeram

Seperti arusnya...
Membentur cadas,rapuhkan bangkai kayu
Mengikis batu,kemudian berlalu
Tenang tinggalkan muka tebing

Itulah dirimu wahai sang hawa
Laksana curug dipusara rimba belantara
Damai bersamamu,
maka hiduplah bersamaku


Bengkulu,June13'
Primanata Dian Isa
Sunday, June 2, 2013 - , 0 komentar

Puisi cinta-Kerang dan karang


"KERANG DAN KARANG"

Seribu raja gundah diqolbu
Dua kali lipatnya selir merayu pilu
Wahai penasehat batin !
Lidi jiwa ini terpilin

Satu bakau menantang ombak
Biduk tua hampir retak
Lari kemana ?, sembunyi dimana ?
Sedang aku di genggam samudera

Cinta itu laksana kerang
Dihempas ombak ke-karang
Asin pekat...
Kerang kian kuat melekat

Dan kita laksana karang
Tubi menubi badai gelombang menyerang
Kita tak bodoh...
Oleh sebab itu kita kokoh

Wahai pemilik hati pembuka mimpi...!
Daratan belum tenggelam
Risauku menghujam

Bengkulu,02/06/2013
Primanata Dian Isa
Saturday, May 11, 2013 - 0 komentar

Puisi cinta-Nona aku...

"NONA AKU.."

Nona aku bukan rentenir
Yang memberimu cinta lalu menagih sayang
Nona aku bukan penggadai
Yang menawarkan diri lalu berlalu pergi

Nona aku bukan penjual obat
Yang panjang lebar bercerita agar kau percaya
Nona aku bukan ahli hipnotis
Yang mampu membuatmu tunduk atas perkataanku

Nona aku hanya merpati tak bersarang
Yang tak tahu tempat pulang
Nona aku seperti badak jantan bercula dua
Yang lelah mencari betina di padang stepa

Nona mengertilah...
Aku sudah menembus waktu untukmu
Dan kepercayaan itu tak dijual
Kejujuran itu...
Mahal

Bengkulu,Mei 13'
Primanata Dian Isa
Thursday, May 9, 2013 - 0 komentar

Puisi cinta-Sendiri

"SENDIRI"

Air laut pasang
Ada badai di samudera hindia
Dan hatiku tak tenang
Bak gemulung ombak kacau arah

Sekilan bola api dari jengkalku
Bersarung awan kuning perunggu
Pulau itu sendiri...
Angin berhembus lirih

Jangan pernah berhenti mencintaiku !
Lihatlah debur dan buih..
Ulang mengulang menepi
Meski keras karang menghadang
Bukan penghalang..

Kau tak ubah matahari di ujung sana !
Menemaniku meski sejenak
Di pantai ini
Sendiri...

@Bengkulu,09/05/2013
Primanata Dian Isa
Thursday, May 2, 2013 - 0 komentar

Puisi tentang rintangan cinta

"SEPERTI PANTURA"

Cinta kita seperti Nagreg
Penuh rintangan
Tikungan dan tanjakan
Entah apakah kita di persatukan

Cinta kita seperti Pantura
Menguji kesabaran
Truk gandeng angin patas libas menghempas
Kita mesti bertahan

Cinta kita seperti Merak- Bakauheni
Terpisah selat sunda
Mengapa dulu kau tinggalkan ?
Aku seperti orang gila

Cinta kita seperti Dempo atau Galunggung
Tinggi menjulang kokoh
Mampu ku daki
Tapi tak tahu...
Apakah kau bisa ku miliki ?

Bengkulu,02/05/2013
Primanata Dian Isa

Followers