Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi religi. Show all posts
Showing posts with label Puisi religi. Show all posts
Thursday, October 1, 2015 - , , 0 komentar

Puisi Religi Rekaman Akhir

REKAMAN AKHIR
Jika kelak tiba masanya di kejadian
Di sekeliling kita kan berselimut kengerian
Maka jangan kita mundur kawan
Mari kita lepas semua geram yang tertawan
Tuhan pasti sudah merekam
Ketika di kegelapan kita pernah ditikam
Yah benarmu dulu yang ditenggelamkan
Hak-hak yang dirampas oleh ketamakan
Segala tipu daya kala kau tak berdaya
Semua yang sudah menganiaya
Tuhan pasti sudah merekam
Ketika di kegelapan kita pernah ditikam
Jika kelak tiba masanya di kejadian
Kau tak akan sendirian
Ada aku kawan...
Maka jangan kau mundur walau sekilan
Sebab Tuhan sudah merekam
Segala dosa yang lama mendekam
Bengkulu,01/10/2015
@Primanata D.
Saturday, September 19, 2015 - , , 0 komentar

DAMAI

" DAMAI"
Mungkin ada,
di dalam bening bulir embun
Mungkin ada,
Di hujung ribuan pucuk-pucuk ilalang
Mungkin ada,
Di sayupnya kicauan burung nun jauh di sana
Mungkin ada,
Di pangkal air terjun yang menjadikan buih putih
Mungkin ada,
Di riak-riak jernihnya air sungai yang tertawa
Mungkin ada,
Di pada waktu rembulan begitu kuning tua
Dan malam dengan segala suara,
seekor pungguk jua
Mungkin ada,
kedamaian yang kasat terlihat
@Primanata D.
Sunday, October 5, 2014 - , , 0 komentar

Puisi bimbang

"Kalimat yang lari"

Ku pasung kata melawan hening
Diantara selempang kuning warna langit
Senja tadi tiada ubah memang...
Hanya nyiur dan angin berkepak bimbang


Ku rantai kata dalam gulana
Di sana,
di hampar samuderaMu nan gelap
Malam ini tiada ubah memang...
Hanya secerca cahaya rembulan remang

Lalu apa lagi nak ku sulap ?
Sedang di kata aku silap
Satu duanya entah kemana lari
Tinggalkan ku seorang diri

Hari ke hari tiada ubah memang..
Secarik puisi kupajang gamang

@primanata d.
Monday, December 23, 2013 - , , 0 komentar

puisi kehidupan-persidangan hati

"Persidangan hati"

Orang-orang selalu bertengkar,
mempersalahkan kebutuhan hidup,
kelayakan,dan kesejahteraan,
mengapa harus demikian??..
bukankah tuhan sudah menyuratkan di garis tangan?,

Kita terus menuntut,
dengan hati yang semakin kalut,
bukankah sebaiknya kita mengikuti waktu?,
menemukan masa yang sudah menunggu?.

Akhirnya terus bertengkar,
hidup serasa di semak belukar,
memperjuangkan hidup dengan terpaksa,
halal haram tak diidah.

Bukankan rezki sudah diatur??,
dalam tatanan rencana sang pengatur?,
kita bisa saja mempercepat,
tapi jika ia berkehendak tak mampu dicegat.

Bukankah kita percaya jika dunia berputar,
lalu mengapa kita mesti gusar ketika lapar??

@primanata d.
Monday, December 9, 2013 - , , 0 komentar

Puisi renungan-kehidupan

"Benang bening"

Seutas benang bening panjang
Tiadalah dia kusut hebat
Namun kita carut marut
Dalam lingkar pikiran hidup
Ketika gelap mengunyah warna
Benang bening panjang sembunyi
Maka kita meraba-raba arah
Mencari dian dalam gulita
Meniti benang bening panjang
Dalam keyakinan, keraguan,atau ketakutan
Sebagian lain memilih menunggu datangnya bayangan
Dan yang lainnya memilih melepas genggaman
Lari pucat lalu tersesat

Bengkulu,13/11/13
Primanata D.
Saturday, September 21, 2013 - , 0 komentar

Puisi renungan-Bagi kaum yang berfikir

Bertanyalah aku,
pada sekelebat kilat di puncak pinus
Mengusung nyali,
ditegur maha guntur
Jelas kudengar,
kulihat kasat amuk badai
Sebab ber-ulah,
tingkah manusia membuatNya murka
Mungkin aku sama,
insan yang lupa

@Primanata
Sunday, July 7, 2013 - , , 0 komentar

BUKAN AKU TEGA-puisi

"BUKAN AKU TEGA"

Bukan aku tega
menyiram dengan air raksa
menyemprot aroma comberan di tubuhmu
yang kala itu wangi

Sedari dulu
sudah kukatakan akan ada banyak pasir
bahkan batu gunung kan menggelinding turun
sungai-sungai pun kan dangkal
riwayat terkubur

Mungkin kau murka
kau rundung aku dengan hujan lumpur
seribu gempa susul menyusul
riuh unggas cemas dikejar abu panas
entah kapan sudah

Jelas aku sengaja
meniup bara magma
agar kau mengerti
masa depan mu lebih berarti

Bengkulu,07/07/2013
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Nur-puisi renungan

"NUR"

NuuuR...!
Hayok nur kita ke sorga
Dunia kita muda belia nur
Mari kita nikmati ini
Sebelum kita mati

NuuuR....!
Hayok kita buka baju,buka celana
Karena tubuh kita memang seksi
Mumpung belum tua :NuR !

NuuuR....!
Hitam sudah yang kita lalui
Sepanjang jalan usia,itu menghantui
Dan rambutku telah memutih nuR !
Dosa serasa abadi...

Bkl,07/07/2013
Primanata Dian Isa
Saturday, June 29, 2013 - , 0 komentar

HITAM-MASA LALU-PUISI SOSIAL

"HITAM"

Lengkung bumi bertudung bintang
Cahaya purnama bermain tanpa angin
Ikat aku,sekaplah daku
Pasung kedua kaki pengukur jalan ini !
Aku memang jaguar liar
Bermain di semak belukar

Tubuh ini sewarna hitam
Hitam wujud,hitam jalan
Menyatu dipekat malam
Kelam sudah separuh yang keruh
Masa lalu


BKL,29/06/13
Primanata Dian Isa
Wednesday, June 5, 2013 - , 0 komentar

Puisi renungan-Menampung rinai hujan


"MENAMPUNG RINAI HUJAN"

Bilamana ombak membenak-kan tubuhku
ku terguling buta di dasar samudera
dan Jemari ini meraih seutas tali
maka tali itu adalah kau

Manakala ku pijak dada sahara
fatamorgana keringkan dahagaku
aku terkulai di bibir telaga gurun
maka oase itu adalah dirimu

Aku hanyalah insan yang menaiki tangga angan-angan
behalusinasi bahwa dunia ini dapat ku beli
membusungkan dada,angkuh memanah kata
lupa diri bahwa hari terus berganti

Yaah..bertambah usia

Waktu memang tak mau menunggu
kita harus menepati janji
mememulai menampung rinai hujan
tuk wujudkan semua impian

Bengkulu,05/06/2013
Primanata Dian Isa
Monday, April 29, 2013 - , 0 komentar

Puisi-tak ada yang abadi

"TAK ADA YANG ABADI"

Detik jam dinding dalam hening
Kretek terbakar terdengar
Tawa-nya tlah hilang ditelan sang waktu
Aku,kamu,dan dia dirantai sunyi

Jelas duka masih terlihat di pelupuk mata
Ketika tegur sapa tak lagi mengisi hari
Aku memecahkan lamunanmu...
Mencoba mencairkan suasana beku pilu

Dia telah di panggil...
Kau merasakan belenggu rindu mengikat sekujur tubuh
Air mata mu deras tumpah di dinding batin
Berkali-kali hati bergumam
; "Ini hanya mimpi"...

Ya..cinta...
Ada hikmah dari besarnya musibah yang menimpa
Dia telah pergi meninggalkan satu bukti
; "Tak ada yang abadi'...

Bengkulu,29/04/2013
Primanata Dian Isa
Friday, April 12, 2013 - 0 komentar

Puisi tentang kesabaran

"BUAH KESABARAN"

Aku seperti jati di musim kemarau
daunnya berguguran jatuh
tinggi bagai mati
kian kokoh berdiri

Aku seperti kelapa tua
terbuang sia-sia
menunggu perintah waktu
tunas tumbuh

Aku seperti pohon pisang
ditebang tumbang
pelepah tandan tergeletak
akarku beranak pinak

Aku seperti genangan air hujan
di lapangan di jalanan
di bawah terik mentari
maka langitkan ber-pelangi

Aku imbalan
dari kesabaran

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
Tuesday, April 9, 2013 - 0 komentar

Puisi religi-Tentang kiamat

"PETUNJUK MIMPI"

Pada mimpi
aku melihat langit memberi tanda
awan membentuk teropong bintang
cakrawala serupa pusara

Pada mimpi
aku melihat benda angkasa
dan mereka berkata padaku
; "kami akan jatuh"

Pada mimpi
aku melihat langit terbuka
satu titik di sana merah menyala
seperti pertempuran sedang terjadi

Pada mimpi
aku bertanya apakah itu nyata
langit menjawab
; "ya itu sesaat lagi"..

Banjarmasin,13' Mimpi yang sama
Primanata Dian Isa
Tuesday, April 2, 2013 - , 0 komentar

Puisi religi-Dendam

"DENDAM"

Belum tengah malam
nafas waspada berjaga
Kacau belum tenggelam
tungku bara menyala

Belati disarungi
resah selimuti pembaringan
Hati menenangkan diri
sidang pertimbangan dalam ingatan

Bayangan seram mencengkam
menghantui mengintai nyawa
Iblis berwujud dendam
menyelesaikan perkara di atas darah

Ya Robbi..
kepada Mu kami kembali
berikan sebutir kekuatan
untuk meredam permusuhan

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
Saturday, March 23, 2013 - 0 komentar

Puisi religi-Bunuh diri

"PENAWARAN SETAN"

Nalar genting menjerit nyaring
Bisik-bisik setan pada satu penawaran
Kau di ketinggian...
Mereka berkata : "Kemarilah"..

Asin bening tangisan pusing
Rayu-rayu setan luluhkan iman
Kau di belai angin
Mereka berkata : "Kesinilah"...

Mata lemah menatap kebawah
Belai-belai setan di bahu dan pundak
Kau tuli tak perduli
Mereka berkata : "Cepatlah"...

Kaki gemetar hati ragu
Lambai-lambai tangan setan memberi penawaran
Kau jauh dari Tuhan mu
Mereka berkata : "Lompatlah"...

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
Friday, March 22, 2013 - , 0 komentar

Puisi edukatif-Akibat dari rasa takut

"KEKUATAN DARI RASA TAKUT"

Aku berbagi pada mu tentang rasa takut
Ketika kemelut menyulut
Darah mengalir di wajah tersumbat
Kharisma wajah kuning pucat

Entah problema apa yang menimpa
Tubuh serasa di injak raksasa
Di sekitar curiga memburu
Fikir waspada jitu

Akal bermain jauh di ujung jalan
Nafas dan detak jantung rusuh melawan
Keputusan di ujung mata belati
Hidup atau mati

Aku bicara pada mu tentang ketakutan
Wajah mengisyaratkan tindakan
Dalam diam dirantai kusut
Takut menjelma..
Menjadi malaikat maut !

Dua keputusan di kepala insan yang di Dzalimi
Hidup atau Mati !


Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi edukatif-Pengetahuan tentang lapisan lagit

"TENTANG LANGIT"

Air di darat terbang tak terlihat
tergalang di kelopak "Troposfir"
Ini bumi...
menunggu tunas merintih haus
maka air kan kembali jatuh
Hujan...

Sinar sejuta penyakit
terpental di tameng "Ozon"
Ini bumi...
menunggu langit runtuh
maka batu akan jatuh
Hancur...

Sinyal dan kerumunan gelombang
terpantul di kaca "Lonosfir"
Ini bumi...
aku berkomunikasi dengan mu
tanpa tali,tanpa kabel
Hebat...

Matahari bintang kentut
ditiup "Lapisan magnet"
Ini bumi..
kita aman
entah sampai kapan
Harapan...

Tanah liat dan satu ruh
masuk hidup bernafas
Ini aku...
kan kembali padamu
yang merajai langit
Tuhan semesta alam...

Banjarmasin,22/03/2013
Primanata Dian Isa
Monday, March 11, 2013 - 0 komentar

Puisi religi-Teriak perang


"TERIAK PERANG"

Ada di hatiku
beranak tujuh puluh ribu
terlaknat dunia akherat
bersemayam sitaring babi

Ada di kulitku
anaknya pelaksana tihta
mengencingi telinga,ditiupnya mata
menggula-i lidah,membuat lupa

Ada di jantungku
mengalir dalam darah
meracuni syaraf sekujur badan
durjana berjenggot tujuh helai

Ada di fikiranku
ada,nyata,dapat dirasa
iblis biang petaka
menjalankan satu strategi
Iman..hilang
takwa...sirna

Nurani suci murni berteriak
; perangilah !


BANJARMASIN,12/13/2013
Primanata Dian Isa
Saturday, March 9, 2013 - 0 komentar

Puisi ketenangan jiwa-Aku lumut batu



"AKU LUMUT BATU"

Tanggul di pematang perkara
menahan tekanan lumpur lara
membendung tingginya nafsu
aku di uji...

Pada Mu...
yang memberikan angin kehidupan
yang melapangkan jalan urusan
Kokohkanlah...
tanggul kesabaran hamba

Danau tertutup teratai rawa
sejuta harap tumbuh abadi
aku bagai lumut batu didasar airnya
yang merindukan hangat belaian mentari

Pada Mu...
sinarilah derap langkah
menembus tebalnya kabut problema
berikanlah nafas sabar
pada jurang tak berpagar

Belukar berduri menusuki
hati ini luka perih
ya..Illahi...
tenangkanlah
relung jiwa


Di request oleh :
Ainin Najib

BANJARMASIN,09/03/2013
Primanata Dian Isa
Saturday, February 23, 2013 - 0 komentar

Puisi religi-Kepergian sang nafsu


"KEPERGIAN SANG NAFSU"

Nyata petunjuk kitab suci
Tak kala nafsu datang singgahi
Pandangmu satu tertuju
Pada goyah iman mu

Api diri membakar birahi
Ciptakan asap putih di ujung jari
Menyelubungi syaraf dan darah
Sekejap sirna diantara udara

Gelap,sangat gelap,teramat gelap
Sekitar sunyi senyap
Seakan dunia dalam genggaman
Coretan dosa terbiarkan

Satu petuah terkirim dari langit
Otak dan benak cicipi pahit
Kau sadar,kau salah,kau terpaku bisu
Dalam keheningan kau mengadu

Pandang mu satu tertuju
Pada iman lemah goyah
Di sisa ukiran dosa


BANJARMASIN,02/24/2013
PRIMANATA.D

Followers