Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi ibu. Show all posts
Showing posts with label Puisi ibu. Show all posts
Thursday, October 1, 2015 - , , , , 0 komentar

POTRET JODOH

POTRET JODOH
Ibu pulanglah..
Anakmu tiada yang jaga
Ia sendiri di kamar itu
Lelap dengan mimpi jadi lelaki sejati
Ibu pulanglah
Waktu nak subuh pula
Bukan hangat yang kan membalut
Namun dingin makin menggulut
Ibu pulanglah bu..
Sebelum tabuh berbunyi
Tubuhmu tutupi

BATAM,20/09/2015
Primanata Dianisa
Sunday, April 19, 2015 - , , 0 komentar

Puisi Ibu

TOEHAN dan IBOE
Hendak kau bersampan awan
Berdajoeng angin mengelilingi boemi ini
Jang separoeh isinja merasa koeat
Besar hebat namoen tiada ingat
Toehan...
Hendak kau ketjap gelap
Pengap di rahim
Hendak kau kenang
Kala toeroen kau telandjang
Hendak kau tjitjip asi
Agar tahoe diri
Hendak kau ingat
Iboemoe...
@Primanata D.
Tuesday, July 23, 2013 - , , , 3 komentar

Puisi sosial-Corong lampu minyak

"CORONG LAMPU MINYAK"

Banyak yang harus dihidupkan
Dari gelap setelah terang benderang
Corong-corong lampu minyak hitam
Satu dian bertahan di kegelapan

Lalu siapa yang masih mampu berlari kencang ?
Yang sanggup melompati palang rintang ?

Langkahmu gemetar
Air di cangkir kalengpun bergetar
Tangan-tangan tanah seolah menjamah
menarik injak goyah kaki kau tua renta

Ku rasa cukup...
Nikmatilah cahaya kuning dibilik kayu kamarmu
Corong-corong lampu minyak legam
: "Itu kami"
Tameng nyalamu di sepanjang malam
Menjagamu hingga kau padam

Aku pundakmu
Aku bahumu
: "Pak tua !"

Baturaja,23/07/2013
Primanata Dian Isa
Tuesday, June 11, 2013 - , , 0 komentar

Puisi untuk kedua orang tua

"PUISI MALAM INI"

Senada gemericik rintik hujan,
Dihempas angin ke dedaunan
Selarik puisiku malam ini,
Terdengar sendu,getarkan kalbu

Langkah ini kian jauh penuh liku,ayah...
Hadiah apa ?,bahagia apa yang dapat kuberikan ?
Kawat berduri halang melintang didepan
Aku masih di medan pertempuran

Senja tenggelam,dan..
Sudahlah fajar menyingsing selama sewindu
Kejutan terindah apa yang dapat ku berikan untukmu ibu..
Hingga detik ini,
Aku masih berjalan tanpa sepatu

Yaa langit...yaa bumi
Yaa Illahi,engkaulah yang memiliki
Setapak jalan berbatu,kering,dan tandus
Aku bersimpuh haru meminta
Panjangkanlah usia
orangtua,
hamba..

Bengkulu,10/05.2013
Primanata Dian Isa

Wednesday, March 13, 2013 - 0 komentar

Puisi ibu-Sebelum subuh tanpa mu

"SEBELUM SUBUH TANPA MU"

Gerimis bawa sayu sayu sandar ku
hayal terbuai
mimpi dalam rencana
aku masih terjaga
hening
bisu
tanpa gemuruh

sorot mata memecah kaca
bulir air menyisa
tawa rintik berbisik
; tidur lah nak,..
  tidur lah sayang

kecoa-kecoa gelisah
tokek tertawa
nyamuk beraksi iri
melihat jari dalam tari
dalam sepi
sendiri

Ujung cerobong suara berbunyi
melantunkan ayat-ayat suci
berpadu nada
pada satu suasana
di pangkal subuh
aku tanpa mu
ibu


Banjarmasin,14,03,13
Primanata Dian Isa
Monday, December 24, 2012 - 0 komentar

Puisi-Untuk hari ibu


"IBU"

Lebur sudah kebekuan ego
Dedas desus kabar anakmu di telinga
Cair sudah endapan kata di jiwa
Lima bait untuk mu bunda

Hari ini adalah hari mu
Tanggal ini adalah tanggal mu
Bulan ini adalah penghujung rindu
Tahun kan berubah dan berlalu

Titian telah kau lalui
Riak jeram kau jumpai
Puntung kayu kau pikul di kepala
Agar dapur mengepul tuk kami semua

Merajang bawang perih kau tahan
Tudung nasi mu ku rindukan
Merajut benang di atas tilam
Kidung merdu mu dalam ingatan

Bunda hari ini untuk mu
Apalah arti kata yang kucipta
Sementara tanggal sudah di beri nama
Ini harimu...
Untuk mu..
bunda



Di request oleh ; Mati Rasa Full
BANJARMASIN,22/12/12
PRIMANATA.D
Wednesday, December 5, 2012 - , 0 komentar

Puisi ibu-Langit-langit kamar

"LANGIT-LANGIT KAMAR"

Beribu-ribu garis marka di tengah aspal hitam,
telah ku lewati satu per satu
Berkilo-kilo nisan tanda di pinggir jalan,
menggiringku ke tanah rantauan

; "Aku telah jauh..."

.................................................................
Dalam renung bersandar kasur tak berkaki
Ku pandangi langit-langit kamar yang setia menemani
Sudut-sudutnya,garis-garisnya,dan pijar lampu yang menyinari
Seakan berbicara menyabarkan hati

Seringkali hati ini sendu kala malam menjelma
Lamunan mengirimku terbang ke muka pintu rumah
Di sana ada tawa dan canda keluarga
Ada ciuman dan pelukan handai taulan tercinta

Langit-langit kamar masih setia menemani
Mengajak ku mengenang awal keberangkatanKu
Kala lambayan tangan semakin jauh ku tinggalkan
Hati ku terenyuh pilu...
Batin ini teramat nyilu...

Dalam renung bersandar kasur tak berkaki
Aku menghitung waktu hari ke hari
Sungguh telah lama nian...
Ku tak pulang ke kampung halaman

Di setiap malam kau ku rindukan
Belaian jemari tua yang tak lagi muda
Ibu...kita terpisah jarak dan waktu
Disini aku sangat merindukan mu

Langit-langit kamar ku pandangi
Ibu...wajah mu kian menghantui


BANJARMASIN,4/12/12
PRIMANATA.D
Monday, November 26, 2012 - 0 komentar

Puisi untuk ayah ibu


"PELITA JIWA"

Ibu adalah penerang jiwaku
Ibu adalah penyejuk laraku
Ibu adalah rindu sendiriku
Ibu adalah semangat perjuanganku

Ayah adalah petunjuk arah langkahku
Ayah adalah pedoman tindakanku
Ayah adalah contoh yang ingin ku tiru
dan Ayah kaulah pribadiku

Sungguh hampa hidup anakmu tanpa dirimu
Sungguh buta setiap jalanku tanpa iringan kasihmu
Sungguh tiada tempat untuk diriku mengadu
Sungguh dirimu pelita hidupku

Ceritakanlah masa lalu mu agar ku tahu masa depanku
Ungkapkanlah peristiwa agar dapat kubaca peristiwa di depanku
Beritahulah apa yang kau ketahui dimana aku tak mengetahui
Agar ku perbaiki kekuranganmu tuk generasi mu setelah ku nanti



DEPOK,19/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi untuk ibu


"AKU ADA KAU TIADA"

Mata ku masih terpejam
Jerit ku menggema menggetarkan dada
Aku tanpa mu
Ibu...

Memori ku kosong
Belum mampu merekam
Wajahmu kala itu
Ibu...

Telinga ku tuli
Kulit ku kaku
Tanpa suara mu
Tanpa sentuh kasih mu
Ibu...

...............................................................

Ia menghembuskan ruh ke tubuhku
Ia menghandirkanku ke dunia fana
Namun ia mengambil ruh mu
Yang ku tahu kau begitu berarti
Karna kau sangat ku cintai
Ibu...

Aku bertanya-tanya pada seisi jagad raya
Tentang cerita yang putus dari memori yang terisi
Aku menjawab-jawab sejuta tanya di dada
Tentang dirimu yang sangat ku cintai
Ibu...

........................................................................

Hanya belai jemari di busung mu yang ku dengar
Hanya sari makanan di tali pusat ketika ku lapar
Hanya kata cinta menembus selaput ari
Hanya doa mu selama 9 bulan untuk ku si buah hati

Ibu...
Kini aku sangat merindukan mu
Gambaran wajah usang pandang tak jemu
Belai jemari kasar pada kertas tak berparas
Cinta ku pada mu tak berbatas

Ku cium telapak kaki mu dalam mimpi
Doa ku sepanjang masa menyertai
Kepada yang Esa aku meminta
Agar sorga pertemukan kita

Ibu...
Aku ada..
Kau tlah tiada...
Mata ku berkaca-kaca



SIDOARJO,25/11/12
PRIMANATA.D

Followers