Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Showing posts with label Puisi untuk Bengkulu. Show all posts
Showing posts with label Puisi untuk Bengkulu. Show all posts

Penyair tanah air

Aku patah,
pada puisi-puisiku
Aku mati kering,
pada syair-syairku
Aku tumbang,
pada sajak-sajakku
Itu kelak,
Jika bumi sudah muak
Kutitip puisi,
di keremangan malam
beratap ribuan gemerlap bintang
tanda aku ingat
Kuselip syair-syair,
di lengkung pelangi
cakrawala nusa
tanda aku cinta
Kusimpan sajak-sajakku,
di setiap butiran hujan
tanda aku perduli


@primanata d.

Wajah Sumatera dalam puisi

"ALS"

Akoe diserang sekoempoelan deboe
Jang melontjat lintjah menjerboe
Di djalanan lintas soematra
Jang tak ter-oeroes roepa


Bisik-bisik Kerintji Seblat
Belantara dibabat
Amoek-amoek ombak laoet
Tepian tebing sakit akoet

Andalas kian panas
Seroepa minjak goreng panas
Terbakar atau dibakar
Boenga sawit kian mekar

Akoe diterdjang deboe koening
Jang melompati bangkai kering
Dari djalanan lintas soematra
Jang tak ter-oeroes roepa

Bengkulu 2014
@Primanata d
Friday, June 14, 2013 - , , , 0 komentar

Sajak sosial-Potret kotaku,bengkulu

Sajak ;Sosial-Pendidikan

"BONI BERTANGAN BUNTUNG"

Pada tembok tinggi
Yang bersolek kawat berduri
Berperhiasan pecahan beling-beling tajam
Membelakangi diri
Berdiri,
Dan diam !
Seribu bahasa

Boni bertangan buntung...
Bermain dengan ingus sahabat sebaya
Berlari mengejar bokong montok sekolah dasar
Yang para pendidiknya memang bukan tetangga
Dan suara gaduh mengeja kata itu...
Menjadi teman tak nampak muka

Boni bertangan buntung...
Bermain monopoli melempar dadu
Di muka bangunan berlipstik putih biru
Yang kepala sekolahnya memang bukan lurah
Dan para guru yang ramah
Melempar senyum di balik gundah

Boni bertangan buntung,

Dan enam sahabat sebaya
Melompat-lompat di atas empat puluh negara
Menggenggam uang monopoli
Menerka abjad
Di bawah gambar sangsaka merah putih

Seragam putih abu-abu membanjiri jalan
Para guru berlalu menutup kaca kendaraan
Gerbang itu memandang risih lorong gang
Yang beraroma amis kencing di tembok usang

Boni tangannya memang buntung
Dan sahabat sebaya berbaju bekas Korea
Buta aksara...
Di apit selangkangan berdaki
Tiga gedung tinggi

Bengkulu,potretpinggirankota,13'
Primanata Dian Isa
Tuesday, March 12, 2013 - 0 komentar

Puisi tentang kota Bengkulu


Judul :
Bumi persada Bengkulu

Di bumi persada Rafflesia
air ku minum
di tanah ratu samban
aku di lahirkan...
; aku bangga

Aku bangga di balut sehelai kain Basurek
aksara kaligrafi lima kelopak bunga
di tubuh ku,di ikatan kepala
satu tanda cinta,satu tanda setia
satu tempat kembali pulang
Bengkulu ku tersayang...

Lihatlah ke sana !
di mana aku menapaki kaki
sembilan puluh sembilan bukit berbaris rapi
tinggi silih berganti
mencakar langit dalam pandang mata
Taba penanjung...
aku tersanjung

Berlarilah ke sana !
di mana aku menari riang
seribu batang cemara mendayu
satu daratan tak pernah tenggelam
pulau tikus di tepian raja samudra
aku terlena di pasir nala

Dan pergilah ke sana !
di mana aku bertahan hidup
di antara cadas dan birunya kuku
angin beku menggoyang bunga padi
tangga seribu menantang diri
satu wajah menunggu
Bukit kaba aku merindu...

Datang lah...
mendekatlah kesini...
di mana hembusan angin lirih berbunyi
membelai wajah benteng
MARLBOROUGH 
mematri lamunanmu pada setiap sisi
Tapak padri...

Kemarilah...
Inilah tempatku di lahirkan
tempatku menangis dan tertawa
tempatku di belai mesra tangan bunda
tempatku mengenang satu kisah
abadi,sampai mati
bumi persada Rafflesia
Bengkulu
; ku cintai…


BANJARMASIN,12/03/2013
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi untuk kota Bengkulu


'TANAH KELAHIRAN KU"

Esphandora...
sekolahmu tinggi di puncak langit
sekarung ilmu di gudang onak mu
setimbun pribahasa
segunung budi pekerti
dalam tempaan pendidikan

Abdi negara muda bersemangat
kau mengukir kehidupan di nadi bangsa
pada departemen non departemen
pada lembaga-lembaga pemerintahan
pada instansi terkait
berisikan kaum tanpa wawasan
sepertimu...
; maaf..

Esphandora...
Apa yang kau kerjakan?
di balik meja cantik mu
yang setiap minggunya ke salon mewah ?
Apa yang kau kerjakan?
di atas kursi jelita mu
yang di akhir bulannya menunggu tawa?
; Apakah ada perubahan untuk tanah kelahiranku?

Tempat di mana aku dibesarkan
satu kota lamban pada perkembangan
kepegawaian menjadi incaran
; Adakah perubahan?
aku memperbaiki kosa katamu
yang binal
tanpa etika
kesopanan...



BANJARMASIN,10/03.2013
Primanata Dian Isa
Tuesday, February 19, 2013 - 0 komentar

Puisi-Bunga Raflesia Arnoldi


"RAFFLESIA ARNOLDI"

Sepanjang belantara sumatera
Menjulang tinggi bukit barisan
Flora langka tampak di mata
Menggoda pandang warna menawan

Aduhai raksasa bunga dunia
Mekar tanpa daun tanpa tangkai
Tanpa kabar,tanpa tanda
Tanpa wangi,aromamu bangkai

Raflesia tumbuh di kaki rimba
Arnoldi namamu abadi
Menjadi satu cerita bangsa
Negeri nan subur tak tertandingi

Aduhai anak-anak nusa
Di pangkuan ibu pertiwi
Humus ini menjadi saksi
Raflesia arnoldi masih kita miliki

Lestarilah floraku
Jayalah Indonesiaku


Tikungan9,Bencolen
PRIMANATA.D

Followers