Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Monday, November 26, 2012 - , , 0 komentar

Puisi sosial-Camar di dua warna


"CAMAR DI DUA WARNA"

Aku seperti Camar yang tersesat di langit samudera luas
Melayang terbang di dua warna yang sama
Menantang angin laut yang keringkan paruh ku
Mengejar Bola merah yang padam di antara garis Samudera

Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas
Sayapku lelah mengepakan laju
Ayuh ku berat bak dayung batu
Dan desir-desir angin mendawaikan irama sendu,
berbisik syahdu di telingaku

Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas
Ingin kembali ku mengulang setiap waktu
Menyusun rapi kata dan tingkah dari setiap ulah yang penuh dosa
Menjaga hati dari tikaman-tikaman dusta yang membuat luka

Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas
Adakah satu petujuk arah dimana ku dapat pulang..?
Dapatkah ku lihat satu titik daratan yang biru,
seperti langit dan samudra ini..?

; "Aku ingin kembali ke kumpulanku seperti dulu"...

Antara kita dan mereka...
Antara kau dan aku..

; "Aku seperti camar yang tersesat di langit samudera luas"...



DEPOK,19/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi untuk ayah ibu


"PELITA JIWA"

Ibu adalah penerang jiwaku
Ibu adalah penyejuk laraku
Ibu adalah rindu sendiriku
Ibu adalah semangat perjuanganku

Ayah adalah petunjuk arah langkahku
Ayah adalah pedoman tindakanku
Ayah adalah contoh yang ingin ku tiru
dan Ayah kaulah pribadiku

Sungguh hampa hidup anakmu tanpa dirimu
Sungguh buta setiap jalanku tanpa iringan kasihmu
Sungguh tiada tempat untuk diriku mengadu
Sungguh dirimu pelita hidupku

Ceritakanlah masa lalu mu agar ku tahu masa depanku
Ungkapkanlah peristiwa agar dapat kubaca peristiwa di depanku
Beritahulah apa yang kau ketahui dimana aku tak mengetahui
Agar ku perbaiki kekuranganmu tuk generasi mu setelah ku nanti



DEPOK,19/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Terminal pulau Jawa


"TERMINAL PULAU JAWA"

Lewat jalan-jalan besar
Belah gedung-gedung besar
Tubuh-tubuh besar menawar
Jiwa-jiwa besar menunggu
Terminal Lebak Bulus

Langkah-langkah kecil
Pada loket-loket kecil
Jari-jari kecil amblop-amplop kecil
Irama beras-beras kecil dalam botol-botol kecil
Terminal panggung peristiwa

Uang kecil dalam jumlah besar
Di tangan orang-orang kecil
Tanpa wajah sangar
Diantara hangar bingar
Terminal jantung kota

Doa-doa kecil
Untuk harapan-harapan besar
Dalam lensa kamera
Terminal pulau jawa


LEBAK BULUS,21/11/12
PRIMANATA.D
- , 0 komentar

Puisi sosial-Tentang banjir

''ALAM UNTUK GENERASI"

Sinar mentari berpijar sambut pagi,
buka lentera bumi persada
Rumput hijau berseri dan berjanji,
tuk tumbuh subur di tanah nusa

Luas membentang sawah dan ladang,
anugerah dari Yang Maha Esa
Pak tani datang menyambut riang,
udara segar penuh ramah tamah

Sungai jernih di lembah hijau,
dinding ngarai lukisan tuhan
Butir embun di pohon berkilau,
flora fauna terlestarikan
....................................................

Kini sungai ku ganas beringas,
menerjang terjang tak tentu arah
Menghakimi umat manusia,
yang serakah akan isi dunia

Kini bukit ku lemah tak berdaya,
jatuh tersungkur ulah manusia
Pohon muda tak lagi bertenaga,
lindungi kita dari amarahnya

Hujan yang turun tiada mengerti,
doa yang susah minta berhenti
Salah siapa ini kan terjadi,
jika pondasi beton sana-sini
resapan air sudah di aspali
bukit hijau di gunduli
dataran tinggi tanah di kavlingi
sampah limbah penuhi kali

Tak di pungkiri banjir slalu terjadi......
Bagaimana nasib generasi kita nanti..?



"Salam Lestari"


DEPOK,20/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Hikayat tentang Nama Kerajaan Samudera Pasai

Hikayat; tentang nama kerajaan SAMUDERA PASAI

"NEGERI DIATAS ANGIN"

“…pada suatu hari Merah Silu pergi berburu...
Maka ada seekor anjing dibawanya akan perburuan Merah Silu itu bernama si Pasai.
Maka dilepaskannya anjing itu,
lalu menjalak di atas tanah tinggi itu.
Maka dilihatnya ada seekor semut besarnya seperti kucing
Maka ditangkapnya oleh Merah Silu itu lalu dimakannya


Maka tanah tinggi itupun disuruh Merah Silu tebas pada segala orang yang sertanya itu.
Maka setelah itu diperbuatnya akan istananya.
Setelah sudah maka Merah Silupun duduklah ia di sana dengan segala hulubalangnya,
dan segala rakyatnya diam ia di sana.
Maka dinamai oleh Merah Silu negeri Samudera, (artinya semut yang amat besar)

“…setelah sudah jadi negeri itu,

Maka anjing perburuan yang bernama si Pasai itupun matilah pada tempat itu.
Maka disuruh sultan tanamkan dia di sana juga.
Maka dinamai baginda akan nama anjing nama negeri itu.

............................................................................

“…pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama,
tatkala lagi hajat hadhrat jang maha mulja itu,
maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah,
demikian sabda baginda
: “Bahwa ada sepeninggalku itu ada sebuah NEGERI DI ATAS ANGIN, "Samudera" namanja.

Apabila ada didengar kabar negeri itu maka kami suruh kamu sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa ia orang dalam negeri masuk agama Islam serta mengutjapkan dua kalimah sjahadat.
Sjahdan lagi akan didjadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanjak daripada segala wali Allah djadi dalam negeri itu”.
.............................................................................
dari keterangan kedua hikayat yang mithologis tersebut, maka nama "SAMUDERA" berasal dari nama seekor semut besar dan nama Pasai berasal dari nama anjing piaraan Raja merah Sillu, yaitu si "PASAI".
Sementara Penyebar islam/pedagang pada masa itu menyebut negeri Samudera Pasai adalah "NEGERI DI ATAS ANGIN".

Di kutip dari ; Hikayat Melayu dan Hikayat Raja-raja Pasai
Tentang kerajaan Samudera Pasai sekarang Nangroeh Aceh Darussalam (NAD)
- 0 komentar

Ejaan Huruf Alfabet Dalam Penggunaan Radio

Mengeja Alfabet Versi Dunia Telekomunikasi Radio
STANDARD INTERNASIONAL

A = Alpha
B = Bravo/Beta
C = Charlie
D = Delta
E = Echo
F = Foxtrot/Fanta
G = Golf
H = Hotel
I = India
J = Juliet
K = Kilo
L = London
M = Mike/Mama
N = November
O = Oscar
P = Papa
Q = Quebec
R = Romeo
S = Sierra
T = Tango
U = Uniform
V = Victor
W = Whiskey
X = Xray
Y = Yankee
Z = Zulu/Zero
- 0 komentar

Puisi cinta-Muak


"MUAK"

Ini aku duduk disini,
masih mengingat tentang mu
Kini aku masih disini,
sudah jauh meninggalkan mu

Saat ini mungkin tak sama seperti dahulu
Detik ini aku tak mampu menghapus kenangan itu
......................................................................................

Ada rahasia yang di jaga,
karena hati tlah terluka
Mengapa menyembunyikan wajah,
namun kata terus tumpah
Kau bertanya,"mengapa..?"
Aku diam saja

Terkadang aku murung,
saat bayangmu menghantui
Aku masih menyimpan rasa,
tapi kau tak pernah mengetahui
Mencari penggantimu, "itu mudah"
Namun yang seperti mu, "susah"

Aku mual dan muak menyusun kata cinta
Disana-sini ku lihat sama saja
Luka,sedih,kecewa,tanya,bingung
Selalu menjadi topik utama
; "Dan Kau !!"
Tua,muda,kecil,besar,sama saja

; "Sekarang kau..!"
Telah ku maki kertas maya ini
Ku hujamkan kata-kata konyol yang mengelitik hati
Entah bodoh atau tidak
Rasa ini belum pergi...
Kau masih di hati

; "Apa kau mengerti !"



SIDOARJO,23/11/12
PRIMANATA.D

Followers