"TANDU PERJUANGAN"
Tandu-tandu bisu berbicara
Tentang perjuangan nusa bangsa
Tentang tubuh kaku di tembus peluru
Dalam sejarah tanah tumpah darah ku
Tandu-tandu bisu berbicara
Tentang perjuangan martabat bangsa
Tentang sepatu serdadu sangar menyerbu
Dalam sejarah Indonesia ku
Tandu-tandu bisu berbicara
Tentang perjuangan generasi bangsa
Tentang pemuda-pemudi hilang kendali
Dalam kontaminasi arus modernisasi
Tandu-tandu bisu berbicara
Tentang perjuangan mengapai cita
Tentang pupusnya semangat juang
Dalam persatuan yang mulai hilang
BANJARMASIN,08/02/2013
PRIMANATA.D
Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa
Friday, February 8, 2013 -
Puisi tanah air
0
komentar
Puisi tanah air
0
komentar
Puisi tanah air-Tandu perjuangan
Puisi rindu-Guntur Rindu
"GUNTUR RINDU"
Sudut mataku menyatu di ujung langit kalabu
Jiwa ini meraga sukma
Dan nada-nada rindu bisikmu
Mengajak ku terbang merengkuh cinta
Baris kedua dari aksara yang ku tata
Adalah kata-kata hati iringi naluri
Padamu,untukmu aku berfatwa
Rona wajah pujaan terpatri di benak diri
Mendung berbondong-bondong di atas kepalaku
Dan gersangnya tanah bumi menanti butiran air
Seperti aku terbelenggu rindu
Cintaku deras mengalir
Senjakala tanpa warna jingga
Guntur bergema getarkan dada
Dalam sandarku,ku ingin kau tau
Jalan hidup ini,ku dedikasikan untuk mu
Banjarmasin 07/02/2012
Primanata Dian Isa
Sudut mataku menyatu di ujung langit kalabu
Jiwa ini meraga sukma
Dan nada-nada rindu bisikmu
Mengajak ku terbang merengkuh cinta
Baris kedua dari aksara yang ku tata
Adalah kata-kata hati iringi naluri
Padamu,untukmu aku berfatwa
Rona wajah pujaan terpatri di benak diri
Mendung berbondong-bondong di atas kepalaku
Dan gersangnya tanah bumi menanti butiran air
Seperti aku terbelenggu rindu
Cintaku deras mengalir
Senjakala tanpa warna jingga
Guntur bergema getarkan dada
Dalam sandarku,ku ingin kau tau
Jalan hidup ini,ku dedikasikan untuk mu
Banjarmasin 07/02/2012
Primanata Dian Isa
Wednesday, February 6, 2013 -
Puisi sosial
0
komentar
Puisi sosial
0
komentar
Puisi sosial-Jalan yang datar
"JALAN YANG DATAR"
Angan jauh di awang-awang
Berlari lunglai mengejar mimpi
Mencari kunci membuka lawang
Gerbang tinggi hendak ku lompati
Aku di kejar-kejar
Oleh janji pernah ku ujar
Bagai akar liar menjalar
Menggantungku di kehidupan yang datar
Aku lari kalangkabut pucat pasi
Diantara sikut menyikut lengan berdasi
Yang iri berwajah dengki mencaci
Menakuti kemampuan diri,sabar menguji
Ratap ku tinggi di awang-awang
Membuang cemas meski hati was-was
Ku pandangi langit tak bertiang
Ber-khayal bebas,terbang di awan kapas
Jalan ini datar tanpa ujung
Langkah ku bingung
BANJARMASIN,07/02/2013
PRIMANATA.D
Angan jauh di awang-awang
Berlari lunglai mengejar mimpi
Mencari kunci membuka lawang
Gerbang tinggi hendak ku lompati
Aku di kejar-kejar
Oleh janji pernah ku ujar
Bagai akar liar menjalar
Menggantungku di kehidupan yang datar
Aku lari kalangkabut pucat pasi
Diantara sikut menyikut lengan berdasi
Yang iri berwajah dengki mencaci
Menakuti kemampuan diri,sabar menguji
Ratap ku tinggi di awang-awang
Membuang cemas meski hati was-was
Ku pandangi langit tak bertiang
Ber-khayal bebas,terbang di awan kapas
Jalan ini datar tanpa ujung
Langkah ku bingung
BANJARMASIN,07/02/2013
PRIMANATA.D
Sajak sosial-Tentang keadilan
“PERINTAH AJUDAN pada KEADILAN”
Semut-semut hitam dedaunan
Berkeluh kesah tentang keadilan
Sementara pangkat jabatan para tuan
Menjadi tarian angin kesewenangan
Diantara kebenaran dan kepalsuan
Diantara kesungguhan dan kelicikan
Diantara bukti nyata di mata
Kebodohan menjadi piala kemenangan
Putra-putri bangsa tanah air
Berlomba-lomba meraih mimpi
Dasar-dasar suci memajukan negri tertanam
Di pondasi beton tak berbesi
Aku melihat ke tidakadilan terjadi
Aku melihat kepalsuan tertutupi
Aku melihat kebenaran disingkirkan
Aku melihat kejujuran dibungkam
Aku mendengar yang salah dibenarkan
Aku mendengar yang gigih dipindah tugaskan
Aku mendengar kasus yang misterius
Seperti layang-layang yang nyangkut di dahan batang
Semut-semut hitam menjerit tak terdengar
Telinga sang raja tinggi di puncak menara
Pion-pion pembela tak mampu melangkah
Dan para ajudan berkata
; “Hentikan jangan di teruskan !"
"Mereka tak dekat maka perlambat"
Kebenaran mengantung neraca diam
Bagai bendera setengah tiang dan awan hitam
BANJARMASIN,29/01/2013
PRIMANATA.D
Semut-semut hitam dedaunan
Berkeluh kesah tentang keadilan
Sementara pangkat jabatan para tuan
Menjadi tarian angin kesewenangan
Diantara kebenaran dan kepalsuan
Diantara kesungguhan dan kelicikan
Diantara bukti nyata di mata
Kebodohan menjadi piala kemenangan
Putra-putri bangsa tanah air
Berlomba-lomba meraih mimpi
Dasar-dasar suci memajukan negri tertanam
Di pondasi beton tak berbesi
Aku melihat ke tidakadilan terjadi
Aku melihat kepalsuan tertutupi
Aku melihat kebenaran disingkirkan
Aku melihat kejujuran dibungkam
Aku mendengar yang salah dibenarkan
Aku mendengar yang gigih dipindah tugaskan
Aku mendengar kasus yang misterius
Seperti layang-layang yang nyangkut di dahan batang
Semut-semut hitam menjerit tak terdengar
Telinga sang raja tinggi di puncak menara
Pion-pion pembela tak mampu melangkah
Dan para ajudan berkata
; “Hentikan jangan di teruskan !"
"Mereka tak dekat maka perlambat"
Kebenaran mengantung neraca diam
Bagai bendera setengah tiang dan awan hitam
BANJARMASIN,29/01/2013
PRIMANATA.D
Sajak sosial-Kesenjangan dan ketimpangan
"SEPASANG SANDAL JEPIT"
Sepasang sandal jepit
Di antara jerit ocehan masa sulit
Injak sombong produk impor luar negeri
Menjilat harga diri gengsi manusiawi
Kita diperbudak
Pada kualitas dan harga
Tangga-tangga berjalan
Pintu naik turun perpelanjaan
Menjadi perbedaan kehidupan
Antara perut kenyang dan kelaparan
Kulit mu tak berdaki kawan !
Kau hindari sengatan dan jilatan
Panas sang surya tak kau inginkan
Kaca mata hitammu kau banggakan
............
Aku berdiri bersama sepasang sendal jepit
Di antara tawar menawar harga komoditi melejit
Perniagaan kini menjadi busana perbedaan
Kesombongan,keangkuhan barang dan bahan
Menjadikan produk anak negri dianak tirikan
Bangsa kita adalah bangsa bergengsi
Bangsa kita menjunjung tinggi harga diri
Bangsa kita buta
Pada karya anak bangsa
BANJARMASIN,27/01/2013
PRIMANATA.D
Sepasang sandal jepit
Di antara jerit ocehan masa sulit
Injak sombong produk impor luar negeri
Menjilat harga diri gengsi manusiawi
Kita diperbudak
Pada kualitas dan harga
Tangga-tangga berjalan
Pintu naik turun perpelanjaan
Menjadi perbedaan kehidupan
Antara perut kenyang dan kelaparan
Kulit mu tak berdaki kawan !
Kau hindari sengatan dan jilatan
Panas sang surya tak kau inginkan
Kaca mata hitammu kau banggakan
............
Aku berdiri bersama sepasang sendal jepit
Di antara tawar menawar harga komoditi melejit
Perniagaan kini menjadi busana perbedaan
Kesombongan,keangkuhan barang dan bahan
Menjadikan produk anak negri dianak tirikan
Bangsa kita adalah bangsa bergengsi
Bangsa kita menjunjung tinggi harga diri
Bangsa kita buta
Pada karya anak bangsa
BANJARMASIN,27/01/2013
PRIMANATA.D
Puisi cinta-Tanda dari ku
"TANDA DARI KU"
Sebentar saja ku rangkai kata-kata ini
Karena kuota data sudah tak memadai
Langit mendung,gerimis mengundang
Namun kau buat hatiku terang benderang
Detak jantung bertabuh bak gederang perang
Risau hati hilang,kala dirimu datang
Lama tak kurasakan hati ini bagai bunga bermekaran
Aku jatuh cinta padamu,aku kasmaran
Kita hidup hanya sementara
Menapaki kaki di dunia mengetahui suka dan duka
Jika sedih dan tawa hadir merayu
Sesungguhnya itu ingin ku rasakan bersama mu
Adik aku tak pandai bercerita
Aku pun tak pandai merayu serta menggoda
Setangkai bunga mawar merah dari ku
Sebagai tanda bahwa aku sangat ingin memiliki mu
Didedikasikan untuk ; Fanny Arda Weeping Fig
BANJARMASIN,27/01/2012
PRIMANATA.D
Sebentar saja ku rangkai kata-kata ini
Karena kuota data sudah tak memadai
Langit mendung,gerimis mengundang
Namun kau buat hatiku terang benderang
Detak jantung bertabuh bak gederang perang
Risau hati hilang,kala dirimu datang
Lama tak kurasakan hati ini bagai bunga bermekaran
Aku jatuh cinta padamu,aku kasmaran
Kita hidup hanya sementara
Menapaki kaki di dunia mengetahui suka dan duka
Jika sedih dan tawa hadir merayu
Sesungguhnya itu ingin ku rasakan bersama mu
Adik aku tak pandai bercerita
Aku pun tak pandai merayu serta menggoda
Setangkai bunga mawar merah dari ku
Sebagai tanda bahwa aku sangat ingin memiliki mu
Didedikasikan untuk ; Fanny Arda Weeping Fig
BANJARMASIN,27/01/2012
PRIMANATA.D
Puisi sosial-Mata Hati
"MATA HATI"
Dan kau berkata kaya
Dan kau berkata jaya
Dan kau berkata mahir
Dan kau kikir menyindir
Dan kau berkata indah
Dan kau berkata bahagia
Dan kau berkata tak tertandingi
Dan kau lupa kuasa Illahi
Apa yang kau miliki
mungkin saja di lebihi
apa yang kau punya
bisa saja sementara
Kau berkata cinta putih
tapi adakah kau cinta mulia pada sesama mu ?
yang nyata dihadapan mata
terlunta-lunta karna tak punya...
Maka tutuplah mata mu
lihat dan rasa melalui hati
sesungguhnya kita sama
dan kau pasti mengerti
BANJARMASIN,02/06/2013
PRIMANATA.D
Dan kau berkata kaya
Dan kau berkata jaya
Dan kau berkata mahir
Dan kau kikir menyindir
Dan kau berkata indah
Dan kau berkata bahagia
Dan kau berkata tak tertandingi
Dan kau lupa kuasa Illahi
Apa yang kau miliki
mungkin saja di lebihi
apa yang kau punya
bisa saja sementara
Kau berkata cinta putih
tapi adakah kau cinta mulia pada sesama mu ?
yang nyata dihadapan mata
terlunta-lunta karna tak punya...
Maka tutuplah mata mu
lihat dan rasa melalui hati
sesungguhnya kita sama
dan kau pasti mengerti
BANJARMASIN,02/06/2013
PRIMANATA.D
Subscribe to:
Posts (Atom)