Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Saturday, February 23, 2013 - 0 komentar

Puisi religi-Kepergian sang nafsu


"KEPERGIAN SANG NAFSU"

Nyata petunjuk kitab suci
Tak kala nafsu datang singgahi
Pandangmu satu tertuju
Pada goyah iman mu

Api diri membakar birahi
Ciptakan asap putih di ujung jari
Menyelubungi syaraf dan darah
Sekejap sirna diantara udara

Gelap,sangat gelap,teramat gelap
Sekitar sunyi senyap
Seakan dunia dalam genggaman
Coretan dosa terbiarkan

Satu petuah terkirim dari langit
Otak dan benak cicipi pahit
Kau sadar,kau salah,kau terpaku bisu
Dalam keheningan kau mengadu

Pandang mu satu tertuju
Pada iman lemah goyah
Di sisa ukiran dosa


BANJARMASIN,02/24/2013
PRIMANATA.D
Friday, February 22, 2013 - 0 komentar

Puisi religi-Mak kapan naik haji

"MAK KAPAN NAIK HAJI"

Mak...

kapan naik haji
usia mu tak muda lagi
Mak...

jemari mu keriput tak lentik
wajahmu sudah tak cantik

Mak... 

kapan naik haji
anak mu belum mampu penuhi
Mak... 

kiblat tak kan pernah berubah
anak janji mak dapat ke mekah

Mak...

kapan naik haji
ingin mu hanya sekali
Mak...

kata orang kesana impian  
tapi itu belum terwujudkan

Mak...

kapan naik haji
Mak...

Ka'bah masih kokoh berdiri
Mak...

anak mu masih tunggang langgang
Tuhan...
berikan jalan agar lapang

PAGARALAM,22/202/2013
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Garis haluan


"GARIS HALUAN"

Mari bicara rencana kedepan
memilah kenyataan dan angan
ingin maju kita sependapat
saat ini kita jalan ditempat

Mari bahas garis haluan
memprediksi kekuatan dan kelemahan
lumpur duri halang melintang
langkah misi maju menantang

Mari jujur berani transparan
membuat janji buang ratapan
dasar ini kain kasa
banyak warna akan menjadi noda

Mari obati luka perasaan
mengisi hari jaga pergaulan
perangai ini putih bersih
hidup ini hanya sekali

Berdirilah di titik tertinggi
kau akan mengerti
makna persahabatan
makna kehidupan

Mount Dempo 3159Mdpl.South Sumatera
PRIMANATA.D
Tuesday, February 19, 2013 - 0 komentar

Puisi-Bunga Raflesia Arnoldi


"RAFFLESIA ARNOLDI"

Sepanjang belantara sumatera
Menjulang tinggi bukit barisan
Flora langka tampak di mata
Menggoda pandang warna menawan

Aduhai raksasa bunga dunia
Mekar tanpa daun tanpa tangkai
Tanpa kabar,tanpa tanda
Tanpa wangi,aromamu bangkai

Raflesia tumbuh di kaki rimba
Arnoldi namamu abadi
Menjadi satu cerita bangsa
Negeri nan subur tak tertandingi

Aduhai anak-anak nusa
Di pangkuan ibu pertiwi
Humus ini menjadi saksi
Raflesia arnoldi masih kita miliki

Lestarilah floraku
Jayalah Indonesiaku


Tikungan9,Bencolen
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi tanah air-Kupu-kupu muda tunas bangsa

"KUPU-KUPU MUDA TUNAS BANGSA"

Sisa embun dan fajar buta
Ujung timur sinar menyala
Kau di balik surya muda
Jiwa menyala hangat meraba

Dunia ini penuh warna
Kaligrafi di balik hitam dan jingga
Kepak mu henti sejenak
Nikmati mentari pagi merangkak

Aku berkata-kata tentang masa lalu mu sobat
Yang dulu tak ubah bagai ulat bulu
Kemudian terkurung dalam kepompong
Terbelenggu di dunia yang sombong

Kini kebebasan di depan mata
Keindahan nyata hadir menjelma
Bunga-bunga senantiasa merayu
Berpadu keindahan bersama sosok mu

Sobat muda tunas bangsa
Mari bersama warnai dunia


BANJARMASIN,10/02/2013
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Cermin kucing jantan


"CERMIN KUCING JANTAN"

Ocehan kucing jantan jalanan
Tentang kesetiaan dan keterbukaan
Pada dua ekor anjing tak bertuan
Yang memasang wajah manis kepalsuan

Kucing lidahnya lincah menari
Mencakar dinding-dinding hati
Membuat luka yang perih
Menyinggung pribadi sendiri

Katanya kesetiaan itu senang sama-sama
Katanya kesetiaan itu duka sama-sama
Tapi kemarin kucing dapat ikan
Kucing malah makan sendirian

Katanya keterbukaan itu jujur
Katanya keterbukaan itu terus terang
Tapi kemaren kucing maling ikan dua
Ia berkata padaku cuma dapat satu saja

Anjing mengelap kaca rias
Oceh kucing semakin buas
Ketika kucing meninggalkan anjing
Anjing melong long nyaring
Dan itu bertanda bahwa
Kucing penuh tipu daya
Sementara anjing tak pandai menjaga rahasia


BANJARMASIN,19/02/2013
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-di dalam botol


"PUISI DI DALAM BOTOL"

Kala tengah waktu kunjungi
Rinai hujan mengusik hati
Angin syahdu menyulam sepi
; Aku masih terjaga

Sayang bukan untuk dikatakan
Tapi untuk dirasakan
Cinta lahir dari pandangan itu dusta
Cinta hadir dari kebersamaan itu nyata

Aku hanya pembual tolol
Yang bagai tulisan kertas di dalam botol
Aku terombang ambing di riak samudra
Yang berulang-ulang berkata rindu dan cinta

Kini hari telah berganti
Rintik hujan mengusik imaji
Angin syahdu menopang kantuk ku
; Aku masih memikirkan mu


Banjarmasin,18-02-2013
PRIMANATA.D

Followers