Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Wednesday, March 6, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Simpul Temali Hati

"SIMPUL TEMALI HATI"

Tali pengikat kalbu
ini rinduku berjuta plankton
yang menjadi alas karang dan kerang
tebal menyelimuti dasar samudera

Gelombang angin gusar di permukaan
mengiringi tubian debur ombak
dan cadas bukit terjal pembatas
adalah pelampiasan atas lecutan rindu

Simpul temali hati
ini rinduku para unggas laut
yang menari-nari di panggung langit
riuh mencari tumpuan berpijak

Gelombang angin meninggi
menggeser tebalnya jubah awan
dan daratan gersang menunggu
adalah kau tepian rindu

Pasir putih padu buih
aku padamu
setia



BANJARMASIN,06/13/2013
PRIMANATA.D
Tuesday, March 5, 2013 - 0 komentar

Puisi sosial-Suara Di Belakang Suara


"SUARA DI BELAKANG SUARA"

Kabar angin hinggap tanpa diduga
menggetarkan selaput gendang telinga
kaca-kaca pecah,
dinding-dinding retak
emosi di jiwa panas mengeleggak

Mulut-mulut ketololan mempecundangi dirinya sendiri
bisik-bisik persepsi melenceng
suara di belakang suara menyumpal satu sugesti
kejujuran dan kepercayaan tercoreng

Aku bertanya pada risau angin
tentang dusta,tentang gunjingan
tentang kebenaran,tentang kepalsuan
tentang tiada dikatakan ada

Aku bertanya pada detik waktu
tentang keuntungan dari menyebar isu
tentang tipu muslihat,tentang kelicikan
yang kutemui pada liku kehidupan


BANJARMASIN,05/03/2013
Primanata Dian Isa
Monday, March 4, 2013 - 0 komentar

Puisi sosial-Alberto dan adiknya

"ALBERTO DAN ADIKNYA"

Beralas tikar duduk lanang tenang
Betina berparas juwita berat gelang

Segunung tanya di benak mereka
tentang Alberto dan adiknya
kakinya telanjang
bibir kering
rambut gersang
kedua telapak tangan dalam,di bentang

Kemana mereka pulang ?
dimana ayah
kemana bunda ?
adakah kasut tuk tidur ?
sementara malam telah larut...

Dawai gitar samar terdengar
nyanyian jalanan berpadu pada laju kendaraan
lanang tenang diam bisu
betina bergelang adu menggerutu

Alberto kecil halus berkata
Ibu...
Ibu..Ibu...
Matanya berbinar menahan lapar
memecahkan satu konsep cerita cinta
kesedihan tanpa air mata
namun pilu di dada

Alberto berlalu
pergi menjauh...


BANJARMASIN,05/03/2013
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa

"AKSARA PELANGI NYANYIAN JIWA"

Tak kala gundah membalut jiwa
Tak kala resah mengikat mata hati
Tak kala bingung memukul diri
Tak kala murung mengurung sepi
Jari aksara kian lincah menari
Bergoyang mengisi kekosongan pada secarik kertas
Menghiasi dinding-dinding maya,indah bernuansa

Sahabat ku Aksara Pelangi Nyanyian Jiwa
Pancangkanlah bendera warna pada bait dan rima
Tariklah temalinya ke puncak tertinggi
Kibarkan sastra untuk ibu pertiwi

PRIMANATA.D. 2013'

- 0 komentar

Puisi rindu-Kereta Khayal


"KERETA KHAYAL"

Mata ku menangkap seberkas cahaya
raga jiwa hampa,senyap menggeluti
Semilir angin membawa paras wajah mu
seketika berlalu..
bersama awan malam

Lilin kecil ini kian mencair
sang kalbu terbakar rindu
dan kereta khayal ini telah tiba disana
dimana dulu pena mengukir cinta

Malam ini galaksi serta merta mengetahui
aku bercerita pada sejagad bintang
tentang mu,tentang kita,tanpa kabar
Sirna...
bersama purnama di ujung bumi

Kisah usang ku kini berdebu
naskah ini sama di lakoni insan berbeda
Senyum mu,getar suara mu,gelak canda mu
Hilang...
bersama pergantian musim

Pijar lentera padam
hati berpinta dalam sepi
kau hadir dalam buai mimpi


BANJARMASIN,04/04/2013
Primanata Dian Isa
Saturday, March 2, 2013 - 0 komentar

Puisi sosial-OMBUDSMAN

"OMBUDSMAN"

Kala kekalutan problema datang
Keluhan di depan meja berseragam terhadang
Diskriminasi terjadi
Ketimpangan menikam nurani

Kala pertolongan di ukur materi
Permohonan terhalang pagar tinggi berduri
Kaum awam terpojok di sudut perbedaan
Tersisih di ujung antrian tak berjalan

Kala peradilan tebang pilih
Pemerkosaan harga diri oleh kaum berdasi
Rupiah di agungkan sebagai jalan keluar
Jelata pinggiran terpasung terkapar

Kala kemurnian melenceng pada sistem
Jalan yang benar di persulit
Mulut-mulut di bawah naungan pemerintahan berkelit
Pada mu aku mengadu
; OMBUDSMAN !



BANJARMASIN,03,03,13
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi sosial-Kejar Jaguar


"SEPERTI DI KEJAR JAGUAR"

Tergopoh-gopoh menorobos ranting
Tersesak-sesak mengendus nafas genting
Pontang-panting di ikuti bayangan samar
Kalang-kabut dikejar jaguar

Anak manis jangan takut
Waktu masih lapang
Anak baik jangan takut
Lakukan dengan tenang

Tiada toleh lagi,terus berlari
Pagar tinggi di lompati,parit besar di lalui
Tak terkendali dalam sadar
Seperti di kejar jaguar

Anak manis pelan-pelan
Waktu mu masih panjang
Anak baik pengores kerinduan
Bermainlah riang



BANJARMASIN,03/03/2013
PRIMANATA.D

Followers