Bertanyalah aku,
pada sekelebat kilat di puncak pinus
Mengusung nyali,
ditegur maha guntur
Jelas kudengar,
kulihat kasat amuk badai
Sebab ber-ulah,
tingkah manusia membuatNya murka
Mungkin aku sama,
insan yang lupa
@Primanata
Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa
Saturday, September 21, 2013 -
Puisi religi,
Syair
0
komentar
Puisi religi,
Syair
0
komentar
Puisi renungan-Bagi kaum yang berfikir
Kata-kata bijak-Keuntungan dari setelah rugi
Untung dari kerugian itu adalah pembelajaran menuju sukses.
@primanata
@primanata
Kata-kata bijak-berbagi pintu rezeki
Padahal banyak pintu,
dilorong jalan buntu
Mungkin karena gelap,
hidup seakan pengap
Ubah haluan kemudi hati
Berbagi membuka pintu rejeki
@primanata
dilorong jalan buntu
Mungkin karena gelap,
hidup seakan pengap
Ubah haluan kemudi hati
Berbagi membuka pintu rejeki
@primanata
Sajak sosial-busana wanita
"MULUS"
Mungkin masih ada harapan
jika setelah ada noda luka
atau parises menampakkan dirinya
paha mulus halusmu kan kau tutupi
Semua tabu,
tiada lagi malus
singkatnya nafsu
sesingkat balutan kain ketat
di atas betis bulat
mungkin untuk di pertontonkan
Atau sekedar tonjolkan keindahan
Ya betina...
tawarkan kami
Batam,20/09/13
PRIMANATA DIAN ISA
Mungkin masih ada harapan
jika setelah ada noda luka
atau parises menampakkan dirinya
paha mulus halusmu kan kau tutupi
Semua tabu,
tiada lagi malus
singkatnya nafsu
sesingkat balutan kain ketat
di atas betis bulat
mungkin untuk di pertontonkan
Atau sekedar tonjolkan keindahan
Ya betina...
tawarkan kami
Batam,20/09/13
PRIMANATA DIAN ISA
Puisi singkat-Pemandangan selat malaka
Bulan
berwajah kuning langsat
memanah lamunnya pada teluk-teluk tenang semenanjung malaka.
Hamparan bakau,
dan karang samudera,
seakan betah bersandar dibelai mesra sang bayu.
Sepertinya malam ini mega-mega sudah salah tingkah...
Sebab purnama begitu menggoda
Batam,22-09-2013
Primanata Dian Isa
memanah lamunnya pada teluk-teluk tenang semenanjung malaka.
Hamparan bakau,
dan karang samudera,
seakan betah bersandar dibelai mesra sang bayu.
Sepertinya malam ini mega-mega sudah salah tingkah...
Sebab purnama begitu menggoda
Batam,22-09-2013
Primanata Dian Isa
Sajak di pemerintahan
"PEMBUNUHAN KARAKTER"
Bagaimana aku bisa menelanjangimu?
Sedang di kiri kananmu binatang buas
Bagaimana aku bisa mencabik-cabik manis mulutmu?
Sementara mata-matamu mengantongi butiran timah
Aku diam di balik tirai emosi
Memilih bicara atau
mati !
@primanata
Bagaimana aku bisa menelanjangimu?
Sedang di kiri kananmu binatang buas
Bagaimana aku bisa mencabik-cabik manis mulutmu?
Sementara mata-matamu mengantongi butiran timah
Aku diam di balik tirai emosi
Memilih bicara atau
mati !
@primanata
Friday, September 6, 2013 -
Puisi untuk Kota Batam
0
komentar
Puisi untuk Kota Batam
0
komentar
Puisi untuk kota Batam:Tak Berubah
"TAK BERUBAH"
Batu besar dari langit
Aku datang...
Itu deru mesin di rinai hujan
Di bawah muka langit yang penuh sesal
Wajahnya murung,
mendung...
Bertarunglah anak burung gereja di negri ini
Itu tiada cerah
Entah kemana sembunyi langit biru
Di kepala mereka kacau balau
Dua tiga kalinya harus kembali merantau
Itu simata sipit atau sihidung bengkok
Siperut buncit atau nyonya ber-rok
Yang menjadi raja
Lalu aku ini sekedar penguntit kecil
Itu Nagoya atau Jodoh
Sarang kumpul kebo
Tiada berubah dikau nona
Aku di Batam
Hindari kelam
Batam,o6/09.2013
Primanata Dian Isa
Batu besar dari langit
Aku datang...
Itu deru mesin di rinai hujan
Di bawah muka langit yang penuh sesal
Wajahnya murung,
mendung...
Bertarunglah anak burung gereja di negri ini
Itu tiada cerah
Entah kemana sembunyi langit biru
Di kepala mereka kacau balau
Dua tiga kalinya harus kembali merantau
Itu simata sipit atau sihidung bengkok
Siperut buncit atau nyonya ber-rok
Yang menjadi raja
Lalu aku ini sekedar penguntit kecil
Itu Nagoya atau Jodoh
Sarang kumpul kebo
Tiada berubah dikau nona
Aku di Batam
Hindari kelam
Batam,o6/09.2013
Primanata Dian Isa
Subscribe to:
Posts (Atom)