Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Sunday, October 5, 2014 - 0 komentar

Pelatih Terbaik

Aku baru menyadari,dua lawan terberat dalam pertarungan yang paling sulit dikalahkan itu adalah emosi dan nafsu.Dimana dua pelatihnya adalah sabar dan tenang.
@primanata d.
- 0 komentar

Karakter

Hei kamu mau kemana !
: Mau kesitu
Hei jangan kesana
: Mengapa !
Sungai itu terlalu tenang
Sedang kau tak pandai berenang
Lihat ia melenggang
Ujungnya tak terpandang


Demikian sifat manusia yang tenang,terkadang sulit di pahami watak dan pemikirannya.
@primanata d.
- , , 0 komentar

Arti fanatisme dalam puisi

"Fanatisme"

Bilamana engkau tak berkibar benderaku...
Akupun serupa bunga layu kering
Tanpa angin,
Tanpa hujan

Dan separuh langit urung gelap
Aku mati terkulai terbengkalai
Dan panji-panji penuh warna
Terpancang tanpa makna


Wohoy mereka bersiteru !
Mereka gaduh !
Mereka selaksa burung kenari
Bertarung kicau tak berisi


Siapkan saja tuan
Nasi bungkus air putih
Sebelum aku mati terkulai
Dan kau biarkan
Aku membangkai.


@primanata d.
- , 0 komentar

Sajak sosial Politikus dan Rakyatnya

"Sikoerap djalanan"

Apa arti kaingmoe ndjing ?...
Lapar kah ?
Panas kah ?
Moengkin sakit...?

Yeah negeri ini goedang sampah
Sampah yang dianggap limbah
Yeah akoe dan kamoe sama
Kaki kita telandjang di djalanan
Sementara negara...
Berpaling badan

Apa arti dari kaingmoe ndjing ??
Ditinggal iboe kah ?
Hilang ayah kah ?
Moengkin loeka perih ?
Yeah akoe dan kamoe senasib
Ramboet kita terbakar memirang
Sementara negara mendjadi sarang
Binatang djalang..
Apa arti dari kaingmoe ndjing?...

@primanata d.
- , , 0 komentar

Puisi bimbang

"Kalimat yang lari"

Ku pasung kata melawan hening
Diantara selempang kuning warna langit
Senja tadi tiada ubah memang...
Hanya nyiur dan angin berkepak bimbang


Ku rantai kata dalam gulana
Di sana,
di hampar samuderaMu nan gelap
Malam ini tiada ubah memang...
Hanya secerca cahaya rembulan remang

Lalu apa lagi nak ku sulap ?
Sedang di kata aku silap
Satu duanya entah kemana lari
Tinggalkan ku seorang diri

Hari ke hari tiada ubah memang..
Secarik puisi kupajang gamang

@primanata d.

Wajah Sumatera dalam puisi

"ALS"

Akoe diserang sekoempoelan deboe
Jang melontjat lintjah menjerboe
Di djalanan lintas soematra
Jang tak ter-oeroes roepa


Bisik-bisik Kerintji Seblat
Belantara dibabat
Amoek-amoek ombak laoet
Tepian tebing sakit akoet

Andalas kian panas
Seroepa minjak goreng panas
Terbakar atau dibakar
Boenga sawit kian mekar

Akoe diterdjang deboe koening
Jang melompati bangkai kering
Dari djalanan lintas soematra
Jang tak ter-oeroes roepa

Bengkulu 2014
@Primanata d
Saturday, June 14, 2014 - , , 0 komentar

Antara Bangsal dan Gili

Mengapa mesti tersipoe maloe
Bersemboenji di balik selendang poetih biroe
Dakoe bertanja pada dirimoe doehai Rindjani?
Sebab wadjah Gili tiada seri

Riak ombak tiadalah djoea ganas
Rompoet laoet beserta karang merias paras
Goenoeng Agoeng menggoda Trawangan
Namoen mengapa dirimoe bersemboenji Rindjani?

Akoe di bawah kepak camar
Berharap engkaoe memboeka tjadar

Apa akoe haroes mendekat ?
Menemboes kaboet jang kian pekat?


@Primanata d.
Mataram-NTB

Followers