Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Friday, November 30, 2012 - 0 komentar

Puisi sosial-Laknat penghianat


"LAKNAT PENGHIANAT "

Bajingan tengil aku ludahi
Si mata juling pendusta pula
Mulut mu manis...
Buntut mu pahit...

Pecundang mulut besar aku maki
Si jago goda dongeng cerita
Awal mu mulus...
Ujung menghunus...

Binatang jalang tak tau diri
Si kucing penjilat jempol kaki
Rayu mu tulus...
Akal mu bulus...

Aku buang muka memungut kecewa
Amarah di dada meronta-ronta
Makian ku tak berbunyi
Hanya cuap-cuap dalam hati

Bajingan tengil ku ludahi
Pecundang mulut besar ku maki
Binatang jalang tak tau diri
Makian ku berbunyi
; "Kaulah pendusta,kaulah penghianat"

Jangan berkilah
Akuilah...


Banjarmasin,30/11/12
PRIMANATA.D
Thursday, November 29, 2012 - , 0 komentar

Puisi cinta-Ragu di jenjang waktu


"RAGU DI JENJANG WAKTU"

Kejora di ambang fajar
Sendiri tanpa sisa bulan
Dan aku adalah jenjang waktu
Enggan berjalan menantikan jawaban

Bumi dan rotarinya masih berputar
Malam siang masih ku nikmati
Dan aku umpama Gravitasi
Tanpa mu ku tak mampu berdiri

Pluto masih mengedip-edipkan matanya
Jupiter merubah warna merah menjadi biru
Kini aku terpagut oleh rasa
Namun ada satu tanya untuk mu

Aku menunggu meteor dengan ekornya yang menyala
Agar aku dapat berdoa dan berpinta
Kau bagai hamparan bintang yang menemani
Adakah kau menyimpan rasa di hati..??

Kala lepas senja hingga subuh tiba
Aku masih terjaga dalam dingin angin utara
Kau yang bersinar menemaniku
Tak ku temukan jawaban dalam setiap tunggu

; "Adakah kau akui kehadiran ku di hatimu..?"

Aku bagai jenjang waktu
Antara rangkak sinar fajar mengusir kerlip kejora
Aku ragu...
Aku berdoa dan berpinta
Agar tak menjadi sia-sia



Di request oleh ; Bidadari Alizandria
BANJARMASIN,29/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Balada-pak tua dari negeri rawa

“PAK TUA DARI NEGERI RAWA”

Matanya lembut seperti mata balita
Bibirnya manis semanis kenangan lama
Pinggiran sungai martapura
Banjarmasin negeri rawa
Pak tua melepas tawa

Buku lisan memaparkan kejadian
Mengajak ku kembali ke tahun empat puluhan
Tanah kelahiran di tinggalkan
Mencari masa depan di perantauan

Pak tua dari negeri rawa
Memandang Borneo dari mega-mega
Dahulu hijau rimba
Kini kuning terlihat tanah

Pak tua telah kembali
Pada usia senja yang tak muda lagi
Lima puluh tahun tiang-tiang rumah menanti

Di pandanginya setiap sisi
Matanya lembut seperti mata balita
Bibirnya manis semanis kenangan lama
Pingggiran sungai martapura
Sebelum gudang lima
Pak tua mengenang kisah


My father,good father
BANJARMASIN,30/11/12
PRIMANATA.D
Tuesday, November 27, 2012 - 2 komentar

Puisi cinta-untuk kekasih yang cemburu buta


"UNTUK KAU PAHAMI"

Jika aku bisa,kan kubelah awan hitam agar langit biru
Jika aku bisa,kuhentikan hujan deras menghujam bumi
Jika aku bisa,kupadamkan puting beliung menggila
Jika aku bisa,kan ku edam suara petir di malam dan sunyinya

Selalu saja ada kata menikam hati
Selalu saja cemburu menyalakan api
Ku tak tahu apa yang terjadi
Ini diriku,hanya milikmu kasih

Jika aku mampu,kusegarkan kusam yang ada
Jika aku mampu,kujernihkan segelas air yang keruh
Jika aku mampu,kutuliskan sejuta kata maaf untukmu
Jika aku mampu,kuingin kembali ke masa itu

Selalu saja sadar membawa nafsu untuk bertengkar
Selalu saja kesetiaan yang kau pertanyakan
Ku tak tau apa kau mengerti
Ini jiwa ragaku,hanya untukmu kasih

Jika ada secerca harapan
Ku rindukan kasih dan pelukan
Jika ada secuil kepercayaan
Ku ingin cinta kita dipersatukan

Ku ingin kau pahami...
Ini cintaku,
hanya untukmu



Di request oleh ; Sukma Cahaya
SIDOARJO,27/11/12
PRIMANATA.D
Monday, November 26, 2012 - 0 komentar

Syair-Edelweiss

"Edelweiss"

Tersimpan penasaran di hati
Saat ku tahu nama mu
Lama ku kenal dirimu

Namun tak pernah bertemu
Untuk menyentuh
Membelai mu

Tlah ku coba untuk mendaki
Kejamnya belantara kaki mu
Menguji sabar dihati
Dihalang akar dan duri
Dalam menemukan wajah mu

Mengikuti jalan bebatuan
Arungi rimba raya mencengkam jiwa
Melintasi sungai jernih di lembah sunyi
Meniti jurang-jurang terjal di lereng mu

Di pembaringan ku
Dalam hangatnya kantung tidurku
Ku hayal indah
Belai mesra menyentuh mu

Hingga sang fajar meraba
Menerobos celah tenda hingga ku terjaga
Tlah terhampar indah
Disinggah embun edelweiss

"Edelweiss"



DEPOK,20/11/12
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Di Galang-Batam

"DI GALANG - BATAM"


Telah ku seberangi laut jawa
untuk melupakan tikaman cinta mu
ku lalui selat dan pulau
coba hindari racun rayu membusuk pilu

Aku terluka
perihnya luar biasa
nasi ku rasa duri
air ku rasa api
waktu pun lamban berganti

Sakti sangat tipu muslihat mu
licik cerdik kau mainkan peran
bak telenovela cerita yang kau cipta
menyayat perih menikam dada

Dalam kesendirian
ku akui...
mengalir butir air mata mengingat masa itu
ku takut kau merasakan hal yang sama
pada akhirnya nanti

Disini di sisi sungai jernih yang membelah Galang dan Batam
aku dan bayangku menghela nafas relakan dirimu
Barelang pun setia menemani bersama sepoi angin tenggara
hatiku pilu
terasa nyilu...

Dan ku tahu kau memanggilku dalam rintih mu




BATAM,12'
PRIMANATA.D
- 0 komentar

Puisi cinta-Oase padang gurun


"OASE PADANG GURUN"


Cinta itu adalah sebuah Oase
di padang gurun tandus..
juga bagai rembesan air
dari telaga di lereng-lereng gunung
diantara rimba belantaranya..

Cinta seperti terpal biru
pemilik warung kaki lima
yang menyelamatkan mu
ketika hujan deras menghalangi perjalananmu..

Ia bukan setangkai bunga mawar
yang ketika semakin keras kau gengam
semakin perih
dan luka yang kau rasa..

Ia juga bukan kelopak bunga
yang semakin lemah
semakin runtuh berjatuhan
serta melayang berhamburan di tiup angin..

Tapi cinta tak akan banyak bicara..
Ia akan menunjukan
tentang apa yang kurang
dan lemah dari dirimu..

Ia akan membuatmu tersenyum
memberi mu harapan
ia akan mengajarimu hikmah dan makna
arti dari semua sisi kehidupan...

Cinta itu Oase,
diantara padang gurun tandus....

BATAM 12'
PRIMANATA.D

Followers