Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Saturday, March 30, 2013 - , 0 komentar

Puisi tentang penyesalan


"SENYUM PENYESALAN"

Ranting menusuk-nusuk di otak
ujung cumpuk daun mencabuk
ulasan cerita tak mampu di baca
gelap tanpa seberkas cahaya

Aku menolak satu tawaran
atas kehadiran sang rembulan
mukaku layu masam
sesal hati serasa di rajam

Aku menolak satu permintaan
dari kata setelah pengorbanan
senyumku kecut kusut
gundah bertubi-tubi melecut

Akar melingkar-lingkar di tubuh
lumpur hitam bercampur peluh
kesetiaan mu nyata
aku menyia-nyiakannya


Banjarmasin,03,30,2013
Primanata Dian Isa
Friday, March 29, 2013 - 0 komentar

Puisi rindu-Kebersamaan dan keluarga

"IKAN LELE DAN SAMBAL"

Saut menyaut sang pengingat menyerukan Ibadah Sahur di pagi buta...
Sambung menyambung jua,riuh kokok ayam jantan memecah suasana...
Teringat tak kala masa ayah dan bunda turut serta bersila di bentang tikar...
Dan para saudara yang berebut tua dengan tingkah serta kelakar
Adalah lukisan kenangan dalam canvas kehidupan
Aku dalam lamunan…

Kini ku rindukan canda kalian
Fikirku berlari mundur ke pangkalan
Bagaikan corak warna pelangi di sudut cakrawala
Yang hanya sekeping film hitam putih belaka…

Sepinggan nasi,secangkir air putih ku ratap pilu
Terhenyak lara hati menahan rindu
Aku dalam kesedihan
Bulan suci di perantauan

Sebatang racun dengan abu-abu sampah sesal ku hisap perlahan
Emosi dalam kepulan asap candu sebagai teman
Seketika turut sirna..
Pudar diantara melekul-melekul udara

Tidak ada yang special
Hanya sepotong ikan lele dan sambal
Air mata ku jatuh
Menghitung jarak yang semakin jauh

Batam 12' Dalam catatan.
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Adat Ngayau-Dayak Kalimantan

"NGAYAU DAN NGELAMPANG"

"NGAYAU" merupakan tradisi Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, baik Dayak yang tinggal di Kalimantan Barat maupun Kalimantan lainnya. Suku Iban dan Suku Kenyah adalah dua dari suku Dayak yang memiliki adat Ngayau.

Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh. Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala (Ngayau).

Karya Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1881 banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai “orang-orang pemburu kepala”.

Puncak dari alegori luar biasa yang menjadi hal yang sentral dalam upacara perburuan kepala yang dilakukan oleh orang-orang Iban yang ketika sudah disenandungkan oleh dukun-dukun pembaca mantra, dilakukan oleh calon-calon pemburu kepala, adalah sebuah ritual yang dikenal dengan nama "NGELAMPANG" yang secara harfiah berarti mencincang atau memotong menjadi bagian-bagian kecil.
- 0 komentar

Puisi sosial-Jalanan kota

"AIR KETUBAN PECAH"

Jalur tol yah jalan tol
Kosong melompong lalu lalang
Tarif bayar jalan lancar
Mulus nyaman marsedes jalan

Lihat !
ada keramaian
disana pasar tumpah
Dengar !
banyak yang gusar
ngantor telat perjalanan terhambat

Macet ! macet !
Fly over mau dibangun
Lampu merah terasa lama
Rambu hijau tak mau menunggu

Lihat !
Itu darurat
Ibu hamil 11 bulan mau melahirkan
Dengar !
ada ambulan
sirine bingung meraung-raung

Owh....
Terlambat sudah
Air ketuban pecah
Inallilah...

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa

Wednesday, March 27, 2013 - 0 komentar

Puisi cinta-Urung hilang

"URUNG HILANG"

Lukisan wajah hampir samar
Kuas pengukir kisah patah
Bab bab cerita nyaris terbakar
Tinta pena banjir basah

Membuang tentang mu sia-sia
Bagai melempar bumerang aborigin
Mengubur kisah lalu percuma
Seperti menanam benih di musim dingin

Buku berdebu dalam lemari
Cover depan kaku kusam
Sudut kertas keras rapi
Judul halaman "masa silam"

Kenangan gemilang urung hilang
Laksana angin melepas cadar bulan
Cinta untukmu tak mampu ku buang
Bagaikan tasbih dalam genggaman

Yaa...Allah...
Persatukanlah..

Banjarmasin,28/03/2013
Primanata Dian Isa
Tuesday, March 26, 2013 - 0 komentar

Sajak sosial-Uang segudang nyawa sebatang

"UANG SEGUDANG NYAWA SEBATANG"

Kau anak si tuan pejabat
Apa yang kau sugguhkan di meja bundar ini ?
Tuak,Arak,Vodka atau Anggur merah ?
Bagaimana jika ku tawarkan kau seloki ramuanku ?
Muntah tujuh rupa dari seorang anak manusia

Gelakmu menggoncang dunia
Apa yang kau sodorkan untuk ku ?
Narkotika,Psikotropika,atau Zat adiktif ?
Bagaimana jika kau tenggak pil racikanku ?
Satu kapsul yang memutuskan dengus nafasmu

Kau anak pengusaha kaya
Kemana kau ajakku pergi ?
Ke kandang maksiat,atau Sangkar setan ?
Bagaimana jika kau ikut denganku ?
Berjalan kaki 13kilo di tengah hari

Betinamu geli
Apa yang kau negosiasikan kepadaku ?
Tentang indahnya dunia, atau tawaran kunci neraka ?
Bagaimana jika kau dengar pendapatku?
Bapak mu bisa mempercepat segala urusan
Tapi tidak untuk menunda datangnya kematian

Uangmu segudang
Tapi nyawa hanya sebatang
Kau anak manusia yang beruntung
Sadarilah sebelum buntung

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Puisi cinta -Asmara anak bangsa

"KATA CINTA"

Menghisap aroma lumpur lapindo
mencium hembusan angin bromo
diantara asap putih dari tali pusat bumi
Aku menemukan Puisi cinta !
Lengket air laut di lipatan badan
bau anyir ikan di portal pelabuhan
di hadang fatamorgana naik pasang
Aku menemukan Sajak cinta !
Kapal pecah busung kamar ku
seminggu lantai tiada disapu
di kolong ranjang penuh jaring laba-laba
Aku menemukan Syair cinta !

Gila !
Kata cinta bergelut di kepala
Anak bangsa dalam asmara


BANJARMASIN,13'
PRIMANATA.D

Followers