Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Monday, April 29, 2013 - , 0 komentar

Puisi-tak ada yang abadi

"TAK ADA YANG ABADI"

Detik jam dinding dalam hening
Kretek terbakar terdengar
Tawa-nya tlah hilang ditelan sang waktu
Aku,kamu,dan dia dirantai sunyi

Jelas duka masih terlihat di pelupuk mata
Ketika tegur sapa tak lagi mengisi hari
Aku memecahkan lamunanmu...
Mencoba mencairkan suasana beku pilu

Dia telah di panggil...
Kau merasakan belenggu rindu mengikat sekujur tubuh
Air mata mu deras tumpah di dinding batin
Berkali-kali hati bergumam
; "Ini hanya mimpi"...

Ya..cinta...
Ada hikmah dari besarnya musibah yang menimpa
Dia telah pergi meninggalkan satu bukti
; "Tak ada yang abadi'...

Bengkulu,29/04/2013
Primanata Dian Isa
Friday, April 26, 2013 - 0 komentar

Puisi untuk peringatan hari bumi 22 April


"TAK SEPERTI DULU"

Cur kucur mengucur...
Kucur mengucur limbah pabrik
Sungai tercemar muka muara memar
Aroma membesuk busuk menusuk

Bus bas bus bas bus...
Hitam pahit asap knalpot bus
Menampar wajah tanpa iba
Merajai jalanan di panasnya kota

Sing sing bedesing..
Gergaji mesin tebang batang
Rimba rata longsor melanda
Bencana datang kayu menghilang

Blak bluk blak bluk...
Sekantong sampah di buang tumpah
Menumpuk di kali tak jernih
Hujan sehari banjir kembali

Pas kipas-kipas...
Matahari panas jilat menyengat
Ini sekarang tuan...
Tak sewangi sesejuk sesegar seindah
dulu...

Djakarta,26/04/13'
Primanata Dian Isa
Thursday, April 25, 2013 - 0 komentar

Sajak-Ujung calon anggota dewan

Sajak
"BUKAN TAWANAN"

Parade kucing lapar,
berputar-putar mengkawal langkah
Festival ayam potong,
rela mati demi isi kantong
Ini seperti terpedo buta meluncur kencang,
atau layang-layang ekornya buntung
Liar menggila tak terkendali,
gagal terpilih

Ini bukan penjara,
tapi rumah sakit jiwa
Dia bukan tawanan,
tapi calon anggota dewan

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa
- 0 komentar

Syair-Antara dua pilihan

Syair
"SATU INSAN DUA PILIHAN"

Di malam resah ku terjaga
Bayangkan satu paras wajah
Melintas jelas tersenyum manis
Gita cintapun indah terlukis

Dua jendela kaca di tembus sang surya
Terang sinarnya menembus kelopak mata
Dua pilihan sebuah kisah
Oh tuhan tunjukan langkah

Sudah lama ku tunggu insan
Setia sejalan arungi kehidupan
Manja di belai mesra
Sungguh keduanya sama...

Dua berlian di sungai berbatu
Indah kilaunya buatku terpaku
Dua pujaan mengisi rindu
Oh tuhan mohon beri tahu
; "Teman untuk hidupku...

Banjarmasin,24/04/13
Primanata Dian Isa
- 1 komentar

Puisi rindu terpisah jarak dan waktu

"BINTANG TIMUR & BULAN"

Punggung gedung nampak terang
Tudung lampu jalanan murung
Satu bola nun jauh disana berbagi sinarnya
Seribu titik-titik cahaya di muka langit,
malam ini...

Hening..
Nyiur diam berdiri kaku
Pungguk di pucuk menunduk sendu
Angin tak datang rindu menjulang
Mengundang deru laju kenangan,
bersama mu...

Masih..
Sesekali kelip lampu tower memberi tanda
Bagai dulu kau hentak-kan lamunku
Di bawah sinar purnama muda
Laras hati berkeluh,
jauh....

Jarak..
Laksana Markurius dan Pluto
Jika kau bulan,akulah kejora
Menemanimu di ujung petang
Tenggelam bersama,

di jenjang fajar...

Banjarmasin,25/04/13
Primanata Dian Is
Tuesday, April 23, 2013 - 0 komentar

Puisi sosial-Kabar kematian

"BERITA DARI SUMATERA"

Aku berteriak...
Hoy langit biru atap bumi !
Kabar itu menelanjangiku!

Bola-bola sabun mengudara
Satu persatu pecah di kunyah angin
Aku seperti orang tolol sejagad raya
Tak berdaya...

Elang itu..
Elang itu berputar-putar satu jam setengah
Mengitari gedung pencakar langit
Bingung..
Leher serasa di gantung

Aku tak berguna
Mau jadi apa aku ini... ?
Sampah atau..
Limbah kimia pabrik ?

Paku itu menancap dari ubun-ubun hingga ke pantat
Apa yang harus ku lakukan
mendengar rentetan kabar
kematian dan kepiluan !

Banjarmasin,13'..
Primanata Dian Isa
Sunday, April 21, 2013 - , 0 komentar

Puisi tentang wasiat,kejujuran,keadilan

"WASIAT"

Wasiat apa yang kan kutulis untuk anak cucuku kelak..
Jika badai zaman menghepas semua kertasku
Dawat pun bercampur lumpur kerakusan
Pemalsuan menindih guratan

Kata aman hanya menenangkan diri sejenak...
Dimana kan kusimpan?
Brangkas baja lemah tak berdaya
Pesan di ujung lidah mudah di permainkan

Bila usia ku telah tiba di halaman pustaka
Dan benih kejujuran tumbuh di kasarnya jari tangan
Halaman-halaman keadilan...
Mekar berkembang pada putra putri tercinta
Amanat ku tak sia-sia

Inilah selarik sajak ku catat
Dalam suasana Khidmat
Wasiat...

Banjarmasin,13'
Primanata Dian Isa

Followers