"Tuan-tuan dikemarau dan hujan"
Usai kemarau di dangau-dangau
Kudengar ceramahmu serupa igau
Janji-janji mimpi gombar gomber
Mengalir deras sederas iler
Kami tidak kenal kamu tuan...
Usai hujan di jalanan
Ku resap bualmu tinggi mengawan
Bujuk rayu itu selaksa gas
Berbunyi lembut kala anginku lepas
Kami tidak kenal kamu tuan...
Aku lihat langit tanpa mendung
Para bintang memayung
Tak dapat kuterka apa-apanya itu
Apakah bersinar atau disinar
Apakah benar atau samar
Kita tak pernah berjabat
Tak dekat dan bukan kerabat
Aku tak kenal kamu tuan...
Maka wakililah kami dengan keramahan
Bukan dengan kesombongan dan ketamakan
Kami titipkan mata,telinga,dan lidah
Maka lihat,dengar,dan rasakan...
Ketika kemarau dan hujan
@primanata d.
Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa
Thursday, February 13, 2014 -
Sajak sosial
0
komentar
Sajak sosial
0
komentar
Sajak sosial - Tuan-tuan dan hujan
Sajak sosial-Suara Nenek
Nenek bilang sekarang zaman sidang
Desas dusus kasus panas meradang
Kebenaran masih mengambang
Rakyat bimbang
Politikus terus saling terjang
Nenek bilang kini bukan zaman perang bambu runcing
Tapi perang tikus kucing
Yang dulu akrab kala bertanding
Kini rusuh saling tuding
Nenek bilang kini bukan zaman arang kayu
Minyak tanah pun sudah tak laku
Penggunaan gas LPGpun diseru-seru
Nenek bilang ini zaman pembodohan
Isi bumi tidak untuk kesejahteraan
Tapi untuk menutupi hutang triliunan
Dan kembali rakyat jadi korban
Nenek bilang mereka cendekiawan
Tapi tidak pandai jualan
Dan kita dipaksa tuk berkenan
Oleh beban dan tekanan
Kebijakan
@primanata d.
Monday, December 23, 2013 -
Kata-kata bijak
0
komentar
Kata-kata bijak
0
komentar
Kata-kata bijak-kekalahan
Sebuah
kekalahan akan menunjukkan adanya kelemahan.Kekalahan itu adalah
dian,lentera yang memberi petunjuk untuk menjadi lebih kuat.
@primanata d.
@primanata d.
Pesta rakyat-sajak sosial politik
"Pesta rakjat"
Baroe sadja...
Asap-asap mendjalar mengedjar langit
Meninggalkan tjomberan darah segar
Di oedjoeng laras bedil raktjat
Baroe sadja poela
Soeasana mendjadi angker
Di kolong djembatan
Di pinggiran kali metropolitan
Serangan-serangan fadjar kapitalis
Menjisakan sedjoeta isak tangis
Dan baroe sadja...
Politikoes-politikoes menyerboe ganas
Dengan pandji-pandji emas
Memboenoeh dengan mariam berpeloeroe djandi-djanji
Baroe sadja poela
Akoe melihat kamoe menantang malam
Berselendang bendera partai
Melawan dingin kedjam
Dan suara merdekapoen gegap gempita !
Seroean pertempoeran menjeroeak
Dari moeloet-moeloet pendjoeak
Catatan :
penjuak : penghasut
@primanata d.
Baroe sadja...
Asap-asap mendjalar mengedjar langit
Meninggalkan tjomberan darah segar
Di oedjoeng laras bedil raktjat
Baroe sadja poela
Soeasana mendjadi angker
Di kolong djembatan
Di pinggiran kali metropolitan
Serangan-serangan fadjar kapitalis
Menjisakan sedjoeta isak tangis
Dan baroe sadja...
Politikoes-politikoes menyerboe ganas
Dengan pandji-pandji emas
Memboenoeh dengan mariam berpeloeroe djandi-djanji
Baroe sadja poela
Akoe melihat kamoe menantang malam
Berselendang bendera partai
Melawan dingin kedjam
Dan suara merdekapoen gegap gempita !
Seroean pertempoeran menjeroeak
Dari moeloet-moeloet pendjoeak
Catatan :
penjuak : penghasut
@primanata d.
puisi kehidupan-persidangan hati
"Persidangan hati"
Orang-orang selalu bertengkar,
mempersalahkan kebutuhan hidup,
kelayakan,dan kesejahteraan,
mengapa harus demikian??..
bukankah tuhan sudah menyuratkan di garis tangan?,
Kita terus menuntut,
dengan hati yang semakin kalut,
bukankah sebaiknya kita mengikuti waktu?,
menemukan masa yang sudah menunggu?.
Akhirnya terus bertengkar,
hidup serasa di semak belukar,
memperjuangkan hidup dengan terpaksa,
halal haram tak diidah.
Bukankan rezki sudah diatur??,
dalam tatanan rencana sang pengatur?,
kita bisa saja mempercepat,
tapi jika ia berkehendak tak mampu dicegat.
Bukankah kita percaya jika dunia berputar,
lalu mengapa kita mesti gusar ketika lapar??
@primanata d.
Orang-orang selalu bertengkar,
mempersalahkan kebutuhan hidup,
kelayakan,dan kesejahteraan,
mengapa harus demikian??..
bukankah tuhan sudah menyuratkan di garis tangan?,
Kita terus menuntut,
dengan hati yang semakin kalut,
bukankah sebaiknya kita mengikuti waktu?,
menemukan masa yang sudah menunggu?.
Akhirnya terus bertengkar,
hidup serasa di semak belukar,
memperjuangkan hidup dengan terpaksa,
halal haram tak diidah.
Bukankan rezki sudah diatur??,
dalam tatanan rencana sang pengatur?,
kita bisa saja mempercepat,
tapi jika ia berkehendak tak mampu dicegat.
Bukankah kita percaya jika dunia berputar,
lalu mengapa kita mesti gusar ketika lapar??
@primanata d.
Sepeda matahari-sajak sosial
Sajak : sepeda matahari
Panas kejang meradang
matahari melajang menjulang
berpeluh satu persatu roman separoh abad
nampak sudah tanda isyarat
Cinta kami pada negeri sampai mati
kami tuli,kami buta !
sebab cinta kami se-iya sekata
Kami tunjukan pada kalian
kami tua,kami renta
kami bertarung melawan dera
Di mana pandangan mata-mata lembut anak anak perempuanku
yang memancarkan pesona lampu tujuh rupa itu?
Isi kepala mereka bergelimpangan nafsu
bergelimangan mimpi-mimpi kebahagiaan
di atas congkaknya kemewahan
di mana letak ketabahanmu ?
di mana letak kesetiaanmu ?
Kulit kami keriput terbakar
setapak demi setapak jalan mengumbar sabar
di mana bahu-bahu kekar anak anak lelakiku
dengan teriaknya yang lantang itu?
isi kepala mereka dijejali kedengkian
dipenuhi ragam kesombongan
di mana letak kegigihanmu ?
di mana letak keperdulianmu?
Lihat hitam bayanganku mencumbu aspal
dan lelakiku itu mengayuh pedal
sepeda kami hanyalah isyarat
bukti cinta dunia akherat
Lubuk linggau - potret pembangunan mental
Primanata D.
Panas kejang meradang
matahari melajang menjulang
berpeluh satu persatu roman separoh abad
nampak sudah tanda isyarat
Cinta kami pada negeri sampai mati
kami tuli,kami buta !
sebab cinta kami se-iya sekata
Kami tunjukan pada kalian
kami tua,kami renta
kami bertarung melawan dera
Di mana pandangan mata-mata lembut anak anak perempuanku
yang memancarkan pesona lampu tujuh rupa itu?
Isi kepala mereka bergelimpangan nafsu
bergelimangan mimpi-mimpi kebahagiaan
di atas congkaknya kemewahan
di mana letak ketabahanmu ?
di mana letak kesetiaanmu ?
Kulit kami keriput terbakar
setapak demi setapak jalan mengumbar sabar
di mana bahu-bahu kekar anak anak lelakiku
dengan teriaknya yang lantang itu?
isi kepala mereka dijejali kedengkian
dipenuhi ragam kesombongan
di mana letak kegigihanmu ?
di mana letak keperdulianmu?
Lihat hitam bayanganku mencumbu aspal
dan lelakiku itu mengayuh pedal
sepeda kami hanyalah isyarat
bukti cinta dunia akherat
Lubuk linggau - potret pembangunan mental
Primanata D.
sang pemimpi-puisi sosial
"Pemimpi"
Masalah itu adalah kamu kekasih
Solusi itu juga kamu
Karena tanpa keduanya
Aku selaksa roda tak berputar
Kita bermandi angan-angan
Kita basah kuyup oleh impian
Kita melihat jalan tanpa ujung
Sementara kita masih diam mematung
Lalu kapan kita akan bergerak?
Menunggu detik berhenti berderak?
Punggung kita masih kuat
Langkah kita mampu cepat
Aku dan kamu terjebak ego
Dalam mimpi buai mengecoh
Kita semakin iri
Pada mereka yang kencang berlari
@primanata d.
Masalah itu adalah kamu kekasih
Solusi itu juga kamu
Karena tanpa keduanya
Aku selaksa roda tak berputar
Kita bermandi angan-angan
Kita basah kuyup oleh impian
Kita melihat jalan tanpa ujung
Sementara kita masih diam mematung
Lalu kapan kita akan bergerak?
Menunggu detik berhenti berderak?
Punggung kita masih kuat
Langkah kita mampu cepat
Aku dan kamu terjebak ego
Dalam mimpi buai mengecoh
Kita semakin iri
Pada mereka yang kencang berlari
@primanata d.
Subscribe to:
Posts (Atom)
