Kumpulan Karya Sastra Primanata Dian Isa

Saturday, June 14, 2014 - , , 0 komentar

Antara Bangsal dan Gili

Mengapa mesti tersipoe maloe
Bersemboenji di balik selendang poetih biroe
Dakoe bertanja pada dirimoe doehai Rindjani?
Sebab wadjah Gili tiada seri

Riak ombak tiadalah djoea ganas
Rompoet laoet beserta karang merias paras
Goenoeng Agoeng menggoda Trawangan
Namoen mengapa dirimoe bersemboenji Rindjani?

Akoe di bawah kepak camar
Berharap engkaoe memboeka tjadar

Apa akoe haroes mendekat ?
Menemboes kaboet jang kian pekat?


@Primanata d.
Mataram-NTB
Thursday, February 13, 2014 - 0 komentar

Sajak sosial - Tuan-tuan dan hujan

"Tuan-tuan dikemarau dan hujan"

Usai kemarau di dangau-dangau
Kudengar ceramahmu serupa igau
Janji-janji mimpi gombar gomber
Mengalir deras sederas iler

Kami tidak kenal kamu tuan...

Usai hujan di jalanan
Ku resap bualmu tinggi mengawan
Bujuk rayu itu selaksa gas
Berbunyi lembut kala anginku lepas

Kami tidak kenal kamu tuan...

Aku lihat langit tanpa mendung
Para bintang memayung
Tak dapat kuterka apa-apanya itu

Apakah bersinar atau disinar
Apakah benar atau samar
Kita tak pernah berjabat
Tak dekat dan bukan kerabat
Aku tak kenal kamu tuan...


Maka wakililah kami dengan keramahan
Bukan dengan kesombongan dan ketamakan
Kami titipkan mata,telinga,dan lidah
Maka lihat,dengar,dan rasakan...
Ketika kemarau dan hujan

@primanata d.
- , 0 komentar

Sajak sosial-Suara Nenek

3 januari 2014 : "Nenekku rakyat kecil"

Nenek bilang sekarang zaman sidang
Desas dusus kasus panas meradang
Kebenaran masih mengambang
Rakyat bimbang
Politikus terus saling terjang

Nenek bilang kini bukan zaman perang bambu runcing
Tapi perang tikus kucing
Yang dulu akrab kala bertanding
Kini rusuh saling tuding

Nenek bilang kini bukan zaman arang kayu
Minyak tanah pun sudah tak laku
Penggunaan gas LPGpun diseru-seru

Nenek bilang ini zaman pembodohan
Isi bumi tidak untuk kesejahteraan
Tapi untuk menutupi hutang triliunan
Dan kembali rakyat jadi korban

Nenek bilang mereka cendekiawan
Tapi tidak pandai jualan
Dan kita dipaksa tuk berkenan
Oleh beban dan tekanan
Kebijakan














@primanata d.
Monday, December 23, 2013 - 0 komentar

Kata-kata bijak-kekalahan

Sebuah kekalahan akan menunjukkan adanya kelemahan.Kekalahan itu adalah dian,lentera yang memberi petunjuk untuk menjadi lebih kuat.

@primanata d.

Pesta rakyat-sajak sosial politik

"Pesta rakjat"

Baroe sadja...
Asap-asap mendjalar mengedjar langit
Meninggalkan tjomberan darah segar
Di oedjoeng laras bedil raktjat

Baroe sadja poela
Soeasana mendjadi angker
Di kolong djembatan
Di pinggiran kali metropolitan
Serangan-serangan fadjar kapitalis
Menjisakan sedjoeta isak tangis

Dan baroe sadja...
Politikoes-politikoes menyerboe ganas
Dengan pandji-pandji emas
Memboenoeh dengan mariam berpeloeroe djandi-djanji

Baroe sadja poela
Akoe melihat kamoe menantang malam
Berselendang bendera partai
Melawan dingin kedjam
Dan suara merdekapoen gegap gempita !
Seroean pertempoeran menjeroeak
Dari moeloet-moeloet pendjoeak

Catatan :
penjuak : penghasut

@primanata d.
- , , 0 komentar

puisi kehidupan-persidangan hati

"Persidangan hati"

Orang-orang selalu bertengkar,
mempersalahkan kebutuhan hidup,
kelayakan,dan kesejahteraan,
mengapa harus demikian??..
bukankah tuhan sudah menyuratkan di garis tangan?,

Kita terus menuntut,
dengan hati yang semakin kalut,
bukankah sebaiknya kita mengikuti waktu?,
menemukan masa yang sudah menunggu?.

Akhirnya terus bertengkar,
hidup serasa di semak belukar,
memperjuangkan hidup dengan terpaksa,
halal haram tak diidah.

Bukankan rezki sudah diatur??,
dalam tatanan rencana sang pengatur?,
kita bisa saja mempercepat,
tapi jika ia berkehendak tak mampu dicegat.

Bukankah kita percaya jika dunia berputar,
lalu mengapa kita mesti gusar ketika lapar??

@primanata d.
- , 0 komentar

Sepeda matahari-sajak sosial


Sajak : sepeda matahari

Panas kejang meradang
matahari melajang menjulang
berpeluh satu persatu roman separoh abad
nampak sudah tanda isyarat

Cinta kami pada negeri sampai mati
kami tuli,kami buta !
sebab cinta kami se-iya sekata
Kami tunjukan pada kalian
kami tua,kami renta
kami bertarung melawan dera

Di mana pandangan mata-mata lembut anak anak perempuanku
yang memancarkan pesona lampu tujuh rupa itu?
Isi kepala mereka bergelimpangan nafsu
bergelimangan mimpi-mimpi kebahagiaan
di atas congkaknya kemewahan
di mana letak ketabahanmu ?
di mana letak kesetiaanmu ?

Kulit kami keriput terbakar
setapak demi setapak jalan mengumbar sabar
di 
mana bahu-bahu kekar anak anak lelakiku
dengan teriaknya yang lantang itu?
isi kepala mereka dijejali kedengkian
dipenuhi ragam kesombongan
di mana letak kegigihanmu ?
di mana letak keperdulianmu?

Lihat hitam bayanganku mencumbu aspal
dan lelakiku itu mengayuh pedal
sepeda kami hanyalah isyarat
bukti cinta dunia akherat


Lubuk linggau - potret pembangunan mental
Primanata D.

Followers